Aneka Gorengan Bisa Sebabkan Darah Tinggi, Kolesterol, Diabetes, dll

Posted on

HATI-HATI mengongsumsi aneka gorengan. Ya, rasanya memang gurih, enak dan tidak membuat kenyang. Tetapi risikonya, Anda bisa kena penyakit darah tinggi, kolesterol tinggi, jantung, gula darah, dsb.

Semuanya merupakan penyakit berat. Penyembuhannya pun akan memakan waktu bertahun-tahun. Bahkan, selama hidup. Jika tidak Anda obati dengan baik, penyakit-penyakit itu bisa berujung kematian.

Oleh karena itu, Anda perlu jaga diri. Anda harus lebih dulu mengetahui kondisi fisik Anda. Apakah dalam kondisi sehat, setengah sehat atau sudah terkena suatu penyakit.

Jika Anda belum tahu kondisi yang sebenarnya tentang kesehatan fisik Anda, ya harus cek dulu. Lebih-lebih bagi Anda yang sudah berusia 40 tahun. Cek kesehatan adalah sangat penting.

Banyak orang merasa sehat, ternyata sesungguhnya ia menderita kolesterol tinggi dan sakit jantung.

Contohnya adalah adik ipar saya, Trisjani (53 tahun). Ia tidak pernah periksa dokter karena merasa sehat. Suatu saat ia sakit leher belakang (tengkuk), kepala dan punggung atas. Dipijat tukang pijat tak sembuh.

Usai dipijat sakitnya hilang. Beberapa hari kemudian muncul lagi. Akhirnya diperiksakan ke dokter. Ternyata, ia menderita kolesterol tinggi, yaitu 285 mg/dL. Bahkan, jantungnya juga sakit akibat kolesterol yang tidak diobati.

Kolesterol tidak diobati karena ia tidak tahu bahwa kolesterolnya tinggi. Kolesterol tidak diobati bisa menyebabkan sakit jantung. Terpaksa ia harus dirawat di rumah sakit.

Perlu Cek Kesehatan Periodik

cek tensi darahcek tensi darah .. (sumber: maudow3.com)

Kembali ke masalah aneka gorengan. Ya, gorengan apa saja. Ayam goreng, bebek goreng, lele goreng, daging goreng, tahu goreng, tempe goreng, sukun goreng, dan berbagai gorengan lain.

Anda perlu hati-hati untuk mengonsumsi berbagai gorengan itu. Mengapa? Karena setelah digoreng, kandungan nutrisi dalam makanan itu berubah. Yang terjadi, kandungan lemaknya meningkat, demikian pula kandungan energinya. Sementara, kandungan airnya turun.

Tidak hanya kandungan nutrisi dalam makanan yang digoreng berubah. Kualitas kesehatan dari minyaknya juga berubah. Biasanya, minyak digunakan untuk menggoreng tidak hanya sekali. Jika jumlah minyak masih banyak dan terlihat masih baik, pasti minyak itu digunakan lagi untuk menggoreng.

Cara penggunaan minyak berulang ini membuat lemak tak jenuh pada minyak goreng hilang. Yang terjadi justru peningkatan lemak trans. Hilangnya lemak tak jenuh akibat proses oksidasi dan hidrogenasi.

Inilah yang menyebabkan makanan yang digoreng tidak sehat. Bahkan, berisiko terkena sakit jantung, darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dsb.

Maka, Anda perlu berhati-hati mengonsumsi makanan aneka gorengan. Anda perlu melakukan cek kesehatan secara berkala, seperti satu tahun sekali, dua tahun sekali atau lima tahun sekali.

Ini tergantung pada kondisi kesehatan fisik Anda. Jika dari hasil pemeriksaan dinyatakan Anda sehat dari semua aneka sakit tersebut, ya Anda perlu cek lagi 5 tahun mendatang.

Tetapi, jika dari hasil pemeriksaan ada penyakit yang Anda derita, ya Anda periksa lebih cepat sesuai dengan tingkatan sakit Anda. Atau sesuai dengan petunjuk dokter.

Saya periksa darah tinggi pertama usia 36 tahun. Sampai tiga kali periksa, saya dinyatakan sehat. Tetapi, pada usia 40 tahun dinyatakan punya potensi kena darah tinggi. Usia 41 tahun positif menderita darah tinggi.

Lakukan Diet Aneka Gorengan Sesuai Tingkat Sakit Anda

makanan gorengandari jocowarino.co.id

Jika dari hasil pemeriksaan dinyatakan Anda sudah positif menderita darah tinggi, kolesterol tinggi atau penyakit lainnya seperti tersebut di atas, Anda harus mulai melakukan diet makanan gorengan. Atau mengurangi atau menghentikan konsumsi makanan gorengan.

Mungkin Anda masih bisa mengonsumsi gorengan, tetapi frekuensinya harus dikurangi. Misalnya,  biasanya mengonsumsi tiap hari, terutama untuk lauk makan seperti ayam goreng, bebek goreng, tahu goreng atau tempe goreng, bandeng goreng. Dengan diet, Anda harus mengurangi menjadi 3 hari dalam satu minggu.

Tidak hanya frekuensinya, tetapi juga volumenya atau jumlah makanan gorengan yang Anda konsumsi. Misalnya, sebelumnya mengonsumsi gorengan tempe 7 potong dalam satu minggu, kurangi menjadi 3 potong dalam satu minggu.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat juga menyimpulkan bahwa makin banyak makanan gorengan yang dikonsumsi makin tinggi risiko terkena penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Pengurangan sesuai dengan tingkat sakit Anda. Jika tensi darah tinggi Anda mencapai 160/100 mmHg, Anda harus hentikan konsumsi aneka gorengan. Sebab, Anda sudah dalam posisi bahaya.

Tentu saja, tidak hanya gorengan. Anda juga harus meningkatkan diet untuk makanan lain yang bisa menyebabkan tekanan darah Anda naik tinggi. Jika tidak, upaya menurunkan tensi tinggi menjadi sangat lamban.

Anda memang harus sungguh-sungguh, walaupun Anda telah mengonsumsi obat antihipertensi dari resep dokter.

Tetapi, diet seperti meninghindari makanan aneka gorengan dan makanan lain yang bisa menyebabkan tekanan darah sangat tinggi atau penyakit lain seperti tersebut di atas adalah sangat penting. Dari pengalaman saya, pengaruh diet itu sangat besar untuk mempercepat penurunan darah tinggi ataupun penurunan kadar kolesterol.

“Aduhh.. berat kalau nggak boleh mengonsumsi gorengan,” kata seorang teman yang punya darah tinggi.

“Ya, terserah. Itu pilihan. Anda pilih sehat atau pilih sakit,” jawab saya.

Eh, dua bulan kemudian, teman saya ini masuk rumah sakit karena stroke. Untunglah, kata dokter yang merawatnya, strokenya baru 20% atau stroke ringan.

Tetapi, sakit stroke tetap sakit berat. Sudah 1 tahun ini dia masih terus menjalani terapi. Ke mana pun dia pergi harus didampingi salah seorang anaknya atau istrinya. Ia belum bisa mandiri. Untuk melakukan apa pun harus dibantu.

Saya juga pernah punya teman yang juga menderita darah tinggi. Ia rajin periksa dokter, tetapi ia masih mengonsumsi makanan penyebab darah tinggi. Ia hanya mengandalkan obat dari resep dokter.

Ia, bahkan pernah mengajak saya supaya meniru gaya dia. Tidak perlu repot menghindari makanan tertentu. Menurut dia, yang penting minum obat. Akhirnya, ia pun tak mampu bertahan lama dengan sakitnya.

CATATAN: makanan dengan zat kolesterol tinggi, yaitu cumi-cumi (1170), kuning telur ayam (2000), otak sapi (2300), otak babi (3100), dan telur burung puyuh (3640).

Demikianlah pentingnya melakukan diet atas makanan penyebab berbagai penyakit seperti darah tinggi, kolesterol tinggi, jantung, gula darah, dsb. Diet akan menghindarkan Anda dari berbagai penyakit berat itu. Sebaliknya, Anda akan selalu sehat dan terhindari dari gangguan sakit.

Terima kasih atas perhatiannya.

Silakan share artikel ini ke kawan atau relasi supaya tetap sehat dari berbagai penyakit berat dengan klik tombol media sosial di bawah ini.

One thought on “Aneka Gorengan Bisa Sebabkan Darah Tinggi, Kolesterol, Diabetes, dll

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *