Connect with us

Herbal

Kisah Sukses Ibu-ibu Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan

Published

on

BAGAIMANA cara melangsingkan badan setelah melahirkan? Ini adalah pertanyaan klasik yang terus-menerus dihadapi ibu-ibu setelah melahirkan. Hanya sedikit ibu melahirkan dengan tetap tampil langsing dan sehat.

Umumnya, berat badan mereka bertambah. Bahkan, ada yang pertambahannya sangat tinggi sehingga mengalami kegemukan atau obesitas. Ini adalah problem besar, khususnya bagi ibu-ibu yang bekerja di kantor atau lembaga formal lainnya.

Dalam artikel berikut ini akan ditampilkan kisah menarik tentang pengalaman tentang cara melangsingkan berat badan setelah melahirkan. Termasuk cara mengencangkan perut gelambir atau perut kendor setelah melahirkan.

Tentu saja, Anda bisa mengambil inspirasi dari pengalaman mereka untuk menurunkan berat badan Anda. Walaupun, Anda tidak harus meniru sepenuhnya apa yang mereka lakukan. Yang penting, Anda telah menurunkan berat badan atau perut buncit pasca-melahirkan.

Tiga Pengalaman Cara Melangsingkan Badan setelah Melahirkan

Ada tiga kisah tentang cara melangsingkan badan setelah melahirkan yang bisa Anda baca dan pelajari untuk ditiru. Dua orang mengalami kegemukan, termasuk perut buncit, setelah melahirkan. Satu orang lagi mengalami kegemukan. Pola makan yang tidak tepat membuat tubuhnya tumbuh subur.

Bagaimana cara melangsingkan perut setelah melahirkan hingga sukses memiliki tubuh langsing? Cara apa yang mereka lakukan? Adakah tips khusus untuk mengecilkankan perut yang bisa Anda praktekkan?

Yuk, ikuti kisahnya berikut ini:

Pertama: Saya Sering Dijuluki “Kingkong” dan “Raksasa”

Pengalaman tentang cara melangsingkan badan setelah melahirkan disampaikan oleh Nisfullaila Aristiawan (27). Ia adalah seorang ibu yang baru pertama melahirkan anak. Setelah kelahiran anaknya, berat badannya bukan menyusut, tetapi justru sebaliknya. Yaitu, bertambah bongsor.

Semula, ibu guru ini cuek dengan sebutan “Kingkong” atau “Raksasa” untuk dirinya. Tetapi, setelah satu tahun berjalan, ia risi juga. Ia minder dengan kondisi tubuhnya yang gemuk itu.

Apalagi, saat teman-temannya ataupun anak didiknya mengajak foto bersama. Ia merasa tidak nyaman.

Akhirnya, ia memutuskan untuk melakukan diet. Harapannya, ia bisa melangsingkan badannya. Saat mulai diet, berat badannya adalah 69 kg.

cara melangsingkan badan setelah melahirkan

menimang si kecil sambil senam (sumber:xvatit.com)

Lalu, apa menu makan dia selama diet? Berikut ini adalah menu diet yang dia jalani selama beberapa bulan. Tujuannya satu: melangsingkan perut pasca-melahirkan.

Menu pada bulan pertama dia melakukan diet:

Pagi Hari: satu gelas susu tanpa lemak dan semangkuk sayur.

Siang Hari: satu mangkuk sayur dengan ikan/daging/tahu/tempe.

Malam hari: minum air putih sebanyak-banyaknya.

Menu pada bulan kedua dan ketiga:

Pagi Hari: satu gelas air perasan jeruk nipis dan satu gelas susu tanpa lemak.

Siang Hari: nasi 3 sendok dengan sayur plus ikan/tahu/tempe.

Malam Hari: satu mangkuk sayur dan buah-buahan.

Menu pada bulan keempat:

Pagi Hari: satu gelas air perasan jeruk nipis dan satu gelas susu tanpa lemak.

Siang Hari: satu gelas air perasan jeruk nipis ditambah nasi 3 sendok, sayur dan ikan/tahu/tempe.

Malam Hari: minum satu gelas air perasan jeruk nipis.

Catatan: Aristiawan sering minum air putih sebanyak-banyaknya dengan harapan tubuh tetap fit dan tidak mudah lapar. Ia pun selalu jalan kaki selama 30 menit tiap hari. Ditambah senam aerobik di rumah 2 kali per minggu dan berenang satu kali tiap minggu.

Diet dan olahraga untuk mengecilkan perut ia lakukan akhirnya membuahkan hasil. Berat badannya turun menjadi 58 kg. Berarti turun 11 kg.

Cara itu akan terus dia lakukan. Ia ingin melangsingkan badannya hingga turun menjadi 50 kg. Semoga sukses yaaa…

Kedua: Dengan Menggunakan Treadmill, Berat Badan Turun 15 Kg

Pengalaman kedua mengenai cara melangsingkan badan setelah melahirkan dituturkan oleh Imelda Mei Hotmaida Sianipar (35). Pada mulanya, supaya menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) yang cukup untuk bayi keduanya, ia makan dengan porsi besar tiap hari.

Apa yang dia pikirkan betul. ASI yang dia hasilkan untuk menyusui anak keduanya itu memang bisa meningkat. ASI bisa mencukupi kebutuhan bayinya.

Tetapi, efek samping yang ditimbulkan adalah berat badannya juga meningkat. Tubuh Imelda pun makin tambun. Huhh…

treadmillberolahraga dengan treadmill (sumber: de28908.fitness-kalender.com)

Akhirnya, ia memutuskan untuk mengubah pola hidup dan pola makan. Harapannya, dia bisa sukses melangsingkan badannya sehingga menjadi sehat. Ia tidak mengalami kegemukan lagi.

Setelah menjalani diet selama empat bulan, ia mampu menurunkan berat badannya 15 kg. Sungguh, ini adalah sukses besar untuk membuat dirinya sehat. Perutnya jadi langsing, demikian pula tubuhnya, juga langsing.

Semula berat badannya adalah 80 kg dengan tinggi 154 cm. Empat bulan diet, berat badannya turun menjadi 65 kg.

Mengapa berat badannya begitu tinggi sehingga ia harus diet supaya selalu sehat?

Pada mulanya, ia berpikir bahwa untuk menghasilkan ASI banyak dan lancar, ia harus makan banyak. Perlu menghasilkan ASI banyak untuk stok saat ia masuk kerja.

Saat lahir anaknya yang pertama, produk ASI-nya tidak begitu lancar. Maka, untuk kebutuhan ASI bagi anak keduanya, ia banyak makan supaya produksi ASI berjalan lancar.

Ternyata apa yang dia rencanakan itu benar. Ia mampu mengumpulkan ASI 180 botol dan tiap botol 100 ml. ASI itu ia kumpulkan selama cuti kerja 4 bulan.

Untuk menghasilkan ASI yang banyak, ia mengonsumsi nasi yang banyak. Selain itu juga sering minum susu, daging dan kacang hijau.

Saat melahirkan, berat badannya 62 kg. Dengan pola makan untuk menghasilkan banyak ASI, berat badannya naik menjadi 80 kg.

Pada mulanya ia tenang-tenang saja dengan tampilan tubuhnya yang gemuk. Tetapi, pikirannya terusik ketika bayinya berusia 1 tahun. Ketika itu, ayahnya menasihati supaya ia memperhatikan kesehatan dirinya agar mampu membesarkan anak-anak dengan baik.

Kata-kata ayahnya mampu memotivasi dirinya untuk menurunkan berat badan. Semula ia ikut yoga. Tetapi, dua kali keseleo saat menggunakan alat fitnes.

Atas saran teman yang telah mampu menurunkan berat badannya hingga 30 kg, ia akhirnya berganti menggunakan alat fitnes treadmill di tempat gym. Dimulai dengan menggunakan treadmill 10 menit, 15 menit, hingga 1 jam tiap latihan dengan kecepatan 6.0 – 6.2.

Menu makannya juga diatur. Porsi nasi tiap makan harus dikurangi dengan ditambah makan ubi ungu, ubi cilembu atau oatmeal. Perbanyak konsumsi sayuran dan minum perasan jeruk nipis setelah bangun tidur.

Latihan treadmill 4 – 5 hari per minggu. Hasilnya, berat badan turun 4 kg tiap bulan. Selama empat bulan bisa turun 15 kg. Ia pun sukses melangsingkan badan setelah melahirkan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah cara mengecilkan perut setelah melahirkan yang mereka lakukan terlalu berat? Atau Anda tertarik untuk mengikuti langkah mereka?

Ya, semua kembali kepada Anda. Tetapi, jika orang lain bisa, ya Anda pasti bisa.

Ketiga: Pulang Pergi Kantor Naik Sepeda

Kisah ke-3 tentang sukses cara melangsingkan badan setelah melahirkan disampaikan oleh Nyai Suryani (25). Semula ia cuek dengan berat badannya. Ketika itu berat badannya 61 kg. Badan gemuk tampaknya sudah bawaan sejak kecil.

Di kantor tempat bekerja, ia sering diejek oleh teman-temannya. Dari 15 karyawan, ia memang paling subur. Tetapi, ia tidak mempedulikan sindiran teman.

Ia pikir, buat apa menanggapi sindiran teman. Pacarnya saja tidak pernah terusik dengan tampilan tubuhnya yang gemuk itu.

Ia memang suka makan. Pada malam hari pun ia sering makan dengan porsi besar. Ini yang membuat badannya tumbuh subur. Banyak pakaian yang harus dia tinggalkan karena tak bisa lagi dipakai. Terlalu kecil.

naik sepedaasyik dan sehat (copy: health.kompas.com)

Ketika suatu hari ia bercermin, ia pun memperhatikan tampilan tubuhnya. Ia mengakui apa yang dikatakan teman-teman tentang dirinya memang betul. Walaupun masih muda, ia tampil seperti ibu-ibu.

Akhirnya ia bertekad untuk melangsingkan badannya. Pada mulanya, ia minum obat pelangsing. Bahkan, ia memilih obat pelangsing dengan harga mahal.

Ternyata, efeknya tidak terlihat. Ia pun bingung. Mengapa ya, badan saya masih tetap tambun? Ya, terang saja Nyai. Cara makan Anda tidak diubah.

Setelah membaca kisah beberapa orang yang sukses melangsingkan badannya, ia bertekad melakukan diet. Ia mulai dengan mengonsumsi oatmeal dilengkapi dengan konsumsi sayuran hijau.

Pukul 3 sore, ia makan buah. Misalnya pisang atau apel. Ia perbanyak minum air putih dan menghindari camilan. Waktu makan hanya sampai pukul 4 sore. Selebihnya harus diet. Tidak mengonsumsi makanan.

Selain diet, ia berolahraga dengan naik sepeda saat pulang pergi ke kantor. Waktu perjalanan dari rumah ke kantor 15 menit dengan naik sepeda.

Setelah berlangsung 3 bulan, berat badannya turun menjadi 49 kg. Ia sangat senang dengan hasil itu.

Sampai sekarang ia tetap menjalani tips cara menurunkan berat badan sehingga bisa tampil langsing, menarik dan sehat. Ia pun kembali mengenakan pakaian lamanya yang semula telah ia singkirkan.

Sukses cara menurunkan berat badan setelah melahirkan akan tetap ia jalani dengan naik sepeda pulang pergi ke kantor. Selain itu tidak makan besar pada malam hari.

Demikian artikel mengenai pengalaman Cara Melangsingkan Berat Badan Setelah Melahirkan, termasuk melangsingkan perut pasca-melahirkan. Ketiga kisah itu dikutip dari health.detik.com. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda semua pembaca.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




DISCLAIMER

Semua tips dan cara yang dimuat di blog Sehatfisik.com ini hanya merupakan informasi dan pengetahuan berdasarkan pengalaman penulis atau orang lain. Tidak
memiliki tujuan mengganti saran dan obat dari dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan tips-tips yang dimuat di blog ini.
Terima Kasih.