Cara Mengatasi Obesitas: Hati-hati Anak Sering Mengonsumsi Mi Instan

Diposting pada

Cara mengatasi obesitas – Anak Anda sangat suka mengonsumsi mi instan? Misalnya, tiap makan minta mi instan. Bahkan, tidak hanya satu porsi sekali makan. Bisa 3, 4, 5 atau lebih porsi. Kian lama, anak Anda bisa menjadi kegemukan atau obesitas pada anak.

Tidak hanya mengonsumsi mi instan. Jika anak Anda suka minuman sangat manis, juga perlu diwaspadai. Jangan sampai cara makan dan minum seperti itu menjadi kebiasaan. Latih anak Anda untuk makan secara wajar.

Mungkin awalnya anak akan menangis, bahkan mengamuk dengan larangan makan mi atau minum manis berlebihan dan terus-menerus yang Anda sampaikan. Tetapi, Anda sebaiknya dengan sabar selalu memberi pengertian bahwa makan mi berlebihan tidak baik. Tidak sehat.

Cara terbaik memang pencegahan harus dilakukan secara dini. Jika anak Anda terlihat ada kecenderungan untuk menyukai satu makanan secara berlebihan, ya harus dicegah. Jangan tiap permintaan anak dipenuhi.

Beri pengertian tentang akibat buruk dari makan atau minum berlebihan. Apalagi terhadap makanan dan minuman yang kandungan gizinya rendah. Anda harus mewaspadai hal itu.

Baca Juga: 6 Tips Jitu Mencegah Obesitas pada Anak 

Pencegahan dini lebih mudah dibandingkan ketika anak sudah kecanduan atas makanan minuman tertentu. Misalnya, makanan mi instan dan makanan minuman terlalu manis.

obesitas pada anak

Ade Rai bersama Aria Permana (foto:detikhealth.com)

Cara Mengatasi Obesitas: Aria Harus Menjalani Operasi Penyempitan Lambung 

Detikhealth.com terbitan 9 Mei 218 memuat kisah Aria Permana, bocah di Kabupaten Kerawang, Jawa Barat yang tergemuk sedunia dan bagaimana mengatasi obesitas yang dialaminya. Tahun 2016 lalu, bobot badannya sampai 192 kilogram. Saat itu dia berusia 10 tahun.

Penyebab utama dari kegemukan atau obesitas pada Aria Permana adalah hobinya mengonsumsi mi instan dan minum minuman sangat manis. Dengan dipandu oleh binaragawan terkenal Ade Rai, bocah itu sekarang telah mampu menurunkan berat badannya sangat drastis.

Tahun 2018 ini dia menargetkan bisa menurunkan berat badannya menjadi 80 kg. Cita-citanya ingin menjadi pemain sepakbola terkenal. Oleh karena itu, dia sekarang rajin berolahraga.

Kini, dia tidak lagi suka mengonsumsi mi dan minuman manis. Ia lebih banyak mengonsumsi sayuran. Makanan lain adalah ikan panggang. Makan daging ayam juga diperbolehkan, tetapi harus dipanggang.

Tidak boleh digoreng karena minyak yang digunakan menggoreng mengandung lemak. Dan, mengonsumsi lemak bisa membuat kegemukan.

“Sama Om Ade Rai cuma dibolehkan makan daging ayam dan ikan. Tetapi penyajiannya yang beda. Misal ayam dulu digoreng, sekarang dibakar. Dulu ikan digoreng, sekarang dikukus,” kata Rohayah, ibunda Aria menceritakan cara mengatasi obesitas yang dilakukan oleh anaknya.

Baca Juga: Sukses Menurunkan Berat Badan Ala Artis Aurel  

Sebelumnya, Aria penah menjalani operasi bariatrik atau penyempitan lambung. Dalam operasi itu, lambung Aria dipotong sampai 70%. Jadi, tinggal sisa 30 persen. Ini membuat kemampuan makan Aria berubah drastis.

Setelah operasi, dia makannya tidak banyak seperti dulu. Kalau makan banyak pasti muntah. ”Makan 5 sendok saja sudah kenyang,” kata Aria yang dulu kerap menjadi juara kelas.

Aria juga harus minum susu protein khusus untuk membantu menurunkan berat badannya. Susu ini impor dari Belanda, dan Aria mendapatkan bantuan dari OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang, yang dulu melakukan operasi penyempitan lambung Aria.

Operasi Bedah Bariatrik Mengubah Lambung Jadi Lebih Kecil dan Cepat Kenyang, Amankah Operasi Itu?

Yang berperan besar untuk menurunkan berat badan Aria tentu saja operasi bedah bariatrik. Cara mengatasi obesitas dengan operasi lambung masih jarang dilakukan di Indonesia. Tujuan operasi adalah mengubah sistem pencernaan yang dapat membantu menurunkan berat badan.

Caranya dengan memotong sebagian lambung sehingga lambung menjadi lebih kecil. Dengan lambung yang lebih kecil, seseorang menjadi cepat kenyang saat makan. Dengan demikian, ia tidak lagi ingin banyak makan yang bisa membuat kegemukan (obesitas).

Ya, kegemukan harus diturunkan karena banyak risiko yang akan ditimbulkannya. Kegemukan bisa terjadi akibat banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

Beberapa makanan tinggi karbohidrat dan lemak yang bisa menyebabkan kegemukan, antara lain coklat, permen, minuman dan makanan tinggi gula, junk food, dan keju.

Kegemukan atau obesitas pada anak bisa membuat anak kena sakit diabetes (kencing manis), asma, kolesterol tinggi, darah tinggi (hipertensi), sistem imun terganggu, perlemakan hati no-alkohol, dsb.

Bahaya-bahaya akibat kegemukan itulah yang disampaikan dokter kepada orang tua Aria sehingga mengizinkan Aria dioperasi lambungnya.

obesitas anak
(sumber:pinterest.nz)

Setelah satu tahun lebih pasca-operasi, berat badan Aria terus turun. Apalagi dia rajin olahraga dengan menjalani pola makan sehat di bawah arahan Ade Rai.

Baca Juga: 14 Cara Menghilangkan Lemak di Paha dan Betis dengan Cepat

Berapa biaya operasi penyempitan lambung jika harus membayar? Biayanya Rp 40 juta sampai Rp 60 juta. Ya, besar juga.

Maka, yang terbaik adalah orang tua tidak membiarkan anaknya bebas mengonsumsi makanan yang diinginkan tanpa pembatasan. Apalagi makanan minuman yang dikonsumsi tidak bergizi tinggi seperti mi instan.

Peran orang tua dalam melaksanakan cara mengatasi obesitas pada anak sangat besar. Ini sangat penting karena dengan kemajuan ekonomi, kini banyak anak Indonesia mengalami kegemukan atau obesitas.

Tetapi, apa risiko dari operasi penyempitan lambung? Amankah operasi itu sampai si pasien sehat tanpa efek lain hingga lanjut usia? Hal ini masih jadi perdebatan.

Moga-moga apa yang dialami Aria Permana selalu berjalan dengan baik. Aria Permana tetap sehat dan cita-citanya untuk menjadi olahragawan yang sukses bisa tercapai. Sukses ya Aria, salam dari sehatfisik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *