9 Ciri-ciri Kurang Darah dan Cara Mengobati dengan Mudah

ANDA menderita kurang darah atau anemia? Ya, sebaiknya Anda berusaha mengobati atau mengatasi gejala kurang darah. Sebab, penyakit kurang darah sangat mengganggu aktivitas Anda. Anda tidak mungkin bisa bekerja maksimal saat menderita anemia.

Apakah penyakit kurang darah atau anemia itu? Apakah kurang darah sama dengan darah rendah? Apakah ciri-ciri kurang darah dan bagaimana cara mengobatinya?

Sebelumnya, akan saya sampaikan dulu pengertian kurang darah (anemia). Kurang darah adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (hb) yang ada dalam tubuh terlalu rendah atau di bawah normal. Atau dengan kata lain, Anda mengalami kekurangan sel darah merah.

Akibat dari kekurangan sel darah merah adalah pengangkutan darah yang mengandung oksigen terganggu. Kondisi ini bisa membuat jaringan tubuh kekurangan oksigen. Padahal, oksigen diperlukan sebagai penghasil energi.

Inilah sebabnya, orang yang mengalami kekurangan darah (anemia) sering merasa cepat lelah, lesu, gelisah, tampak pucat pada lidah dan kelopak mata, kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari (loyo), dsb.

Mereka ini memerlukan makanan penambah darah biar sehat. Tak menderita kekurangan sel darah merah atau anemia.

Perbedaan Antara Penyakit Kurang Darah dan Darah Rendah

kurang darahaduuhh… kasihan, kurang darah yaaa….(sumber:manfaatnyasehat.com)

Ya, pengertian darah rendah atau hipotensi dan kurang darah adalah berbeda. Coba perhatikan. Kurang darah adalah tekanan darah berada di bawah normal. Yaitu, di bawah 90/60 mmHg.

Bagaimana ciri-ciri darah rendah? Memang ada yang mirip dengan ciri-ciri kurang darah, yaitu mudah merasa lelah.

Tetapi, gajala darah rendah lainnya adalah kepala pusing, sering menguap, penglihatan kabur, mata berkunang-kunang saat akan bangun dari tempat duduk, dan tengkuk (kepala bagian belakang) kencang.

Buat orang awam, memang terkadang sulit untuk membedakan antara menderita kurang darah atau penyakit anemia dan darah rendah.

Salah satu cara untuk memastikan apakah Anda menderita penyakit anemia atau darah rendah adalah dengan mengukur tekanan atau tensi darah. Apakah tensi Anda rendah, normal atau tinggi. Dari situ bisa diketahui, apakah kondisi fisik yang Anda rasakan itu akibat darah rendah atau akibat kurang darah.

Ya, ini sama dengan mengetahui apakah Anda mengalami darah tinggi atau kolesterol tinggi. Sebab, gejala keduanya hampir sama. Antara lain kepala pusing dan tengkuk kencang.

Satu-satunya cara untuk mengetahui Anda sedang menderita sakit apa adalah cek tensi dan cek kolesterol. Tanpa cek dengan alat ukur yang akurat, Anda tidak bisa mengatakan “tensi darah saya naik” atau “kadar kolesterol saya tinggi”.

Yang fatal, belum diketahui apakah kepala pusing akibat darah tinggi atau kolesterol tinggi, Anda sudah minum obat. Ini cara yang tidak benar.

Demikian juga kaitannya dengan kurang darah dan darah rendah. Sebelum dipastikan dengan menggunakan alat ukur kesehatan yang akurat, ya Anda sebaiknya jangan melakukan pengobatan dulu. Pengobatan yang hanya didasarkan dari kira-kira.

Anda Bisa Gunakan Alat Cek Hb (Hemoglobin) Digital

alat cek hbalat cek hb (foto:manfaatnyasehat.com)

Untuk memastikan apakah Anda menderita penyakit anemia atau tidak, Anda harus dicek dengan alat ukur khusus, yaitu alat cek hb. Bukan sekadar kira-kira. Walaupun, Anda tahu ciri-ciri kurang darah.

Pengetahuan tentang ciri-ciri kurang darah sangat penting supaya Anda bisa cepat mengatasinya. Tahu diri Anda mengalami gejala atau ciri-ciri anemia, Anda bisa segera periksa dokter.

Atau Anda bisa langsung pergi ke laboratorium untuk cek kadar kurang darah. Setelah mengetahui kondisi kurang darah Anda dengan pasti dan dianalisa apa penyebab terjadinya kurang darah, barulah ditentukan jenis pengobatannya.

Anda bisa mengonsumsi obat resep dokter (jika periksa dokter), obat herbal atau obat alami atau tradisional.

Atau Anda bisa memiliki alat cek hb (hemoglobin). Misalnya, Easy Touch GCHb – Alat Tes Hemoglobin, Kadar Gula Darah, Kolesterol. Alat ini selain untuk memeriksa kadar kurang darah, juga bisa Anda gunakan untuk cek kadar gula darah, dan kolesterol.

Dengan alat ini, Anda tidak perlu periksa ke laboratorium. Anda bisa cek sendiri di rumah atau di mana saja Anda berada.

Harga alat ini tidak mahal. Ya, sekitar Rp 200.000-an. Yang jelas, dengan alat ini Anda bisa cek kesehatan setiap saat. Tidak perlu pergi ke laboratorium. Apalagi harus menunggu antrean, tempatnya jauh, jalan raya ramai, dsb.

Tentu banyak tipe dan merek alat tes kurang darah yang bisa Anda pilih. Yang jelas, bagi Anda yang memiliki potensi kurang darah atau anemia, alat kesehatan ini sangat diperlukan. Alat yang praktis dan sangat membantu.

Pengukuran kadar hemoglobin adalah:

  • Bagi laki-laki dewasa, nilai Hb normal adalah 13,5 – 18,0 gr/dl.
  • Wanita dewasa 12 – 16 gr/dl.
  • Wanita hamil 10 – 15 gr/dl
  • Anak-anak 11 – 16 gr/dl
  • Bayidi bawah tiga tahun (batita) 9 – 15 gr/dl
  • Bayi (0-1 tahun) 10 – 17 gr/dl
  • Neonatus (bayi baru lahir) 14 – 27 gr/dl.

Daftar Ciri-ciri Penderita Kurang Darah

Berikut ini adalah ciri-ciri atau tanda-tanda kurang darah (anemia). Dengan mengetahui ciri-ciri atau tanda-tanda sakit anemia, Anda bisa cepat mengatasinya. Anda cek kadar hemoglobin dan mencari pengobatannya. Dengan penanganan yang cepat, sakit Anda bisa segera disembuhkan.

Ciri-ciri kurang darah adalah:

1. Sering menderita sakit kepala

Dengan kekurangan zat besi, pengiriman oksigen ke otak sering terganggu. Ini yang akhirnya menyebabkan Anda kerap menderita sakit kepala saat penyakit kurang darah (anemia) kambuh.

Sakit kepala sering terjadi saat bangun tidur. Tetapi, juga bisa terjadi kapan pun, termasuk saat Anda bekerja. Terkadang disertai mual atau muntah. Penyakit anemia seperti ini jelas mengganggu aktivitas Anda. Karenanya, Anda perlu segera mengatasi atau mengobatinya.

2. Konjungtiva mata tampak pucat.

Ciri-ciri kurang darah berikutnya yaitu konjungtiva atau kelopak mata dalam terlihat pucat. Ini pertanda Anda kekurangan zat besi. Sebab, zat besi adalah pembentuk sel darah merah yang membuat Anda tidak terihat pucat, khususnya di kelopak mata bagian dalam.

3. Pucat di wajah dan ujung jari

Tidak hanya di konjutiva mata. Akibat kurang darah, wajah dan ujung jari juga tampak pucat. Ia terlihat lesu dan kurang bersemangat. Ya, kurang darah bisa mempengaruhi penampilan Anda. Ya, Anda kurang energik, kurang segar dan kulit tampak kusam.

Demikian pula di ujung jari. Jika ditekan tampak pucat/putih, maka itu pertanda Anda menderita anemia. Jika Anda dalam kondisi sehat, ujung jari ditekan akan tampak memerah.
Coba tekan ujung jari Anda. Tampak memutih atau memerah?

4. Cepat merasa lelah

Pernah cepat merasa lelah? Itu adalah salah satu dari ciri-ciri anemia. Saya pun pernah merasakan fisik cepat lelah. Bagian kaki terasa pegal-pegal. Tetapi, itu dulu. Kini tidak lagi. Anda sebaiknya segera mengatasinya sehingga kondisi buruk tubuh berlaurt-larut. Ini bisa membuat produktivitas kerja Anda menurun. Bisa-bisa ini akan membawa dampak yang lebih buruk. Misalnya, Anda di-PHK karena sering mengantuk pada jam kerja.

5. Rambut mudah rontok

Rambut akan kuat jika kebutuhan zat besi terpenuhi. Jika tidak, ya akibatnya rambut Anda mudah rontok. Adakala rambut rontok dalam jumah sedikit tetapi berulang-ulang. Bisa pula dalam jumlah banyak. Tergantung pada sakit anemia Anda. Sakitnya ringan, sedang atau berat. Jika berat, ya banyak rambut yang rontok.

Solusinya, ya penuhi konsumsi zat besi. Banyak makanan yang mengandung zat besi. Misalnya tahu dan tempe. Rambut rontok terjadi saat Anda bersisir, keramas atau tidur (terlihat di bantal Anda).

6. Jantung berdebar-debar

Sama dengan otak ketika pasokan oksigen berkurang yang menyebabkan sakit kepala. Ketika pasokan oksigen ke jantung berkurang juga membuat jantung mudah berdebar. Tandanya adalah jantung berdetak lebih cepat dari biasanya dan iramanya tak teratur.

7. Mudah mengantuk

Anda suka mengantuk? Ya, coba cek. Apakah kondisi itu akibat kurang darah atau akibat faktor lain seperti kelelahan atau kurang tidur. Yang jelas, kurangnya pasokan oksigen ke otak akibat kekurangan zat besi dan lainnya bisa menyebakan pasokan oksigen ke otak berkurang. Ini membuat Anda menderita anemia dan mudah mengantuk.

8. Sesak nafas dan nyeri dada

Pasokan oksigen akibat kurangnya zat besi yang bisa menjadi pendorong sirkulasi darah yang mengandung oksigen juga bisa menyebakan kerja paru terganggu. Kondisi ini bisa menyebabkan sesak nafas dan nyeri di dada.

9. Penurunan daya tahan tubuh

Kurang darah juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Seperti disinggung di atas, ini tidak lain akibat proses pengiriman oksigen ke seluruh jaringan tubuh tidak berjalan lancar karena Anda kurang darah.

Kondisi ini harus segera diatasi karena bisa menyebabkan Anda mudah terserang penyakit. Baik penyakit infeksi (menular) ataupun non infeksi (tak menulular). Anda perlu mengonsumsi makanan banyak zat besi untuk mengatasinya.

Akibat Kurang Darah, Penyakit Kronis, Thalasemia, Kurang Vitamin B12 atau…

obat kurang darahAda baiknya selain mengonsumsi banyak makanan yang mengandung zat besi tinggi, Anda juga periksa dokter. Nanti dokter akan mengambil langkah-langkah terapi sesuai dengan hasil tes.

Banyak pemeriksaan diperlukan, seperti pemeriksaan awal, MCV, MCH, dan MCHC. Tujuannya untuk memastikan apa penyebab kurang darah atau anemia Anda. Apakah karena kurang darah, penyakit kronis, thalasemia, kurang vitamin B12, dsb.

Berdasarkan pada penyebabnya, dokter akan menentukan cara mengobatinya. Jika sakit anemia disebabkan oleh kekurangan darah, maka Anda perlu mengonsumsi suplemen zat besi atau makanan dengan kandungan zat besi tinggi.

Untuk obat kurang darah atau obat anemia akibat kurang zat besi, Anda bisa mengonsumsi suplemen  Bioglan Natural Iron / Zat Besi. Menurut pembuatnya, satu tablet Bioglan 100% bisa memenuhi kebutuhan zat besi Anda untuk satu hari.

Zat besi dalam obat anemia herbal ini didapatkan dari daun curry dan vitamin C dari Acerola barries yang bisa meningkatkan penyerapan.

Obat kurang darah ini nyaman di perut dan bisa digunakan untuk waktu lama. Bisa untuk vegan maupun vegetarians.

Zat besi diperlukan untuk pembentukan hemoglobin (hb) dalam darah sehingga Anda kembali sehat.

Berapa kebutuhan zat besi bagi wanita?

Wanita hamil memerlukan 27 mg zat besi per hari. Sementara, wanita tidak hamil memerlukan 15 – 18 mg zat besi. Anda yang sedang menyusui anak atau tiap bulan kedatangan tamu menstruasi, sebaiknya juga mengonsumsi suplemen zat besi.

Demikian pula Anda yang sering berolahraga atau olahragawan, juga perlu penambahan zat besi. Olahragawan memerlukan tambahan zat besi 30% dari kebutuhan orang biasa.

Berapa angka pastinya untuk penambahan zat besi yang diperlukan? Ya, ukur dulu Hb Anda. Atau  Anda konsultasi dengan dokter.

Obat herbal lain yang juga bisa Anda pilih adalah Nature’s Plus Iron 40 Mg 90’s. Selain menambah pasokan zat besi, obat anemia ini juga bisa untuk kesehatan pencernaan, mata, rambut, kulit dan kuku.

Demikian artikel mengenai ciri-ciri kurang darah atau penyakit anemia dan cara mengobatinya dengan mudah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menyembuhkan sakit anemia Anda.