Waspadai Kanker Payudara pada Ibu Menyusui, Kenali Cirinya

WASPADAI kanker payudara pada ibu menyusui. Kenali cirinya. Kanker payudara merupakan ancaman yang sangat serius bagi kaum wanita. Walau, sesungguhnya kanker payudara juga bisa menyerang kaum pria.

Tetapi, kebanyakan yang dihinggapi penyakit mematikan ini adalah kaum Hawa. Yakni ibu-ibu, termasuk ibu yang sedang menyusui.

Oleh karena itu, jika Bunda menemukan tanda atau ciri kanker payudara, ya sebaiknya Bunda segera periksa ke dokter untuk dilakukan pengecekan, apakah itu benar kanker atau bukan.

Tujuannya, jika tanda atau ciri-ciri yang Bunda temukan adalah kanker, Bunda bisa segera diobati atau disembuhkan. Sebab, kalau penyakit kanker payudara sudah membesar, misalnya sudah menginjak stadium 2, 3 atau 4, pengobatannya sangat berat.

Bunda tidak perlu takut. Justru dengan selalu waspada dan bersikap proaktif, Bunda bisa menghindari akibat yang lebih fatal. Kanker payudara yang tidak segera diobati bisa kemana-mana. Penyakit bisa melebar atau menjalar ke organ lain yang pengobatannya akan lebih sulit lagi.

Dampak ikutannya, ya biaya yang harus Bunda keluarkan untuk pengobatan benar-benar bisa menguras isi kantung. Dari cek laboratorium, operasi, kemo, dsb, dsb. Semua memerlukan biaya yang tidak kecil.

Dari cerita beberapa pasien yang pernah operasi payudara akibat kanker, wahh… penyakit kanker ini benar-benar sangat berat. Berat lahir dan juga berat batin.

Maksudnya, penderitaan akibat penyakit kanker payudara dan biaya pengobatannya benar-benar menyita energi.
Saya punya adik ipar yang telah melakukan operasi payudara. Banyak informasi yang dia sampaikan ke saya. Sungguh, kesabaran yang tinggi sangat diperlukan untuk menghadapi penyakit kanker.

Tidak perlu risau, takut, dan cemas yang berlebihan sehingga membuat Bunda stres berat atau depresi. Hadapi dengan tenang dan berserah diri kepada Allah, Tuhan Yang Esa.

Bahkan, sabar dan tenang juga menjadi kuci sukses menyembuhkan penyakit kanker payudara. Itu diceritakan oleh adik ipar saya yang sudah 8 tahun pasca-operasi payudara.

“Saya harus sabar dan tidak boleh emosi. Apa pun kenyataan hidup yang saya hadapi, saya harus selalu sabar dan menerima adanya.” kata adik ipar saya, Tuti Haryanti suatu saat.

Yang penting Bunda harus berusaha mengobatinya dengan cara yang cepat dan tepat, yaitu melalui pemeriksaan dokter dan laboratorium. Tidak hanya sebelum dan saat operasi, pasca-operasi juga harus selalu bersabar.

Jika mudah emosional, kanker bisa kambuh lagi atau berpindah ke payudara satunya yang belum dioperasi.

tanda kanker payudarakankerpayudaraobat.com

14 Ciri Kanker Payudara pada Ibu Menyusui

Apa saja ciri kanker payudara pada ibu menyusui dan Anda perlu mengetahuinya? Dengan mengetahui ciri atau tanda sakit kanker payudara, Anda bisa cepat mendapatkan pengobatan untuk menyembuhkannya.

Sesungguhnya tidak ada gejala khusus untuk kanker payudara pada ibu menyusui. Tetapi, pada tahap awal dari munculnya penyakit kanker payudara ini perlu Anda amati ciri-cirinya dengan teliti. Lihat perkembangannya tiap hari.

Untuk memastikan, sekali lagi, segera periksa dokter. Dengan hasil pemeriksaan dokter, Anda bisa segera mendapatkan pengobatan.

Tentu saja, kanker payu dara pada ibu menyusui bukan akibat dari menyusui. Tetapi akibat faktor lain. Hanya kebetulan terjadi saat Bunda pada masa menyusui. Justru menyusui bisa membantu membuat Bunda tak mudah kena kanker payudara.

Berikut ini adalah 14 ciri kanker payudara pada ibu menyusui:

1. Perubahan cepat pada ukuran payudara, entah berubah mengecil atau menjadi lebih besar

2. Perubahan pada bentuk payudara juga berkembang cepat

3. Rasa nyeri dan radang pada ketiak

4, Warna puting mengalami perubahan

5. Ada benjolan di salah satu payudara. Bentuknya sebesar kelereng, keras, tidak terasa sakit dan tidak bisa digeser. Kalau benjolan bisa bergerak, itu bukan kanker. Sebanyak 80% benjolan bukan kanker, tetapi itu terjadi akibat medis lainnya. Misalnya karena kista, perubahan fibrokistik, infeksi bakteri, dan lainnya.

6. Kadangkala muncul rasa nyeri, tetapi sangat jarang

7. Warna kulit berubah dan bertambah tebal seperti kulit jeruk

8. Ada benjolan memerah dan terasa agak hangat.

9. Keluar cairan tanpa ada rangsangan. Artinya, cairan keluar sendiri. Anda meremasnya dan juga tidak menyusui.

10. Terdapat kerutan pada bagian tertentu dari payudara. Anda coba raba, terasa kasar. Warna agak kehitam-hitaman

11. Puting masuk ke dalam. Atau setidaknya sejajar dengan payudara

12. Puting masuk ke dalam atau setidaknya sejajar.

13. Puting susu terasa gatal, bersisik, dan beruam.

14. Terdapat penebalan kulit payudara di bawah ketiak.

Lakukan Cek Rutin Kondisi Payudara Anda

Sebenarnya masih ada beberapa ciri kanker payudara pada ibu menyusui. Tetapi, dengan mencocokkan ciri kanker payudara sebagaimana disebutkan di atas, Anda bisa memastikan diri untuk segera periksa dokter.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk cek laboratorium sebelum memutuskan untuk melakukan operasi dan serentetan pengobatan dan penyembuhan lainnya, termasuk terapi kemo.

Beberapa pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan bahwa benjolan yang muncul sebagai kanker atau bukan antara lain pemeriksaan ultrasonografi (USG), mamografi, kombinasi pemeriksaan ultrasonografi dan mamografi, MRI atau pencitraan resonansi magnetik, dan biopopsi.

Sebagai langkah preventif (pencegahan), Bunda sebaiknya rajin memeriksa payudara sendiri dengan meraba semua bagian. Jika ditemukan ada benjolan dengan ciri-ciri seperti disebutkan di atas, Bunda bisa segera konsultasi ke dokter. Dengan demikian, tindakan cepat bisa dilakukan dan embrio kanker payudara bisa disembuhkan.

Ada baiknya semua Bunda memeriksakan payudaranya tiga tahun sekali. Kalau tidak, ya Bunda rajin memeriksanya sendiri dengan cara paling mudah, yaitu dengan cara merabanya secara teliti.

ibu menyusuiibu menyusui bayinya, sementara ia menderita kanker payudara (sumber:obatlukapayudara.com)

Bolehkah Ibu Terkena Kanker Payudara Tetap Menyusui Bayinya?

Pertanyaannya sekarang, jika ternyata Bunda dinyatakan positif menderita kanker payudara, masih bolehkah ia menyusui buah hatinya? Bagaimana cara menyusui yang aman untuk bayinya?

Menurut dr. Utami Roesli, SpA, pakar laktasi, boleh saja ibu penderita kanker menyusui bayinya. Sebab, kanker mungkin tidak berada pada sel-sel pembuat ASI.

Hanya saja, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, Bunda tidak sedang minum obat. Jika Bunda minum obat, maka obat yang diminum akan mengalir dalam darah yang kemudian terlarut ke dalam ASI.

Ini jelas tidak baik. Ada kemungkinan ASI akan membuat si kecil terkena efek obat.

Pengobatan yang tidak berpengaruh pada ASI adalah pengobatan bersifat radiasi dan lumpektomi.

Tetapi, untuk pastinya Bunda sebaiknya konsultasi dengan dokter yang melakukan pemeriksaan. Termasuk mempertimbangkan kondisi fisik Bunda yang terkena kanker. Sebab, kondisi fisik ibu menyusui berbeda-beda sehingga satu dengan lainnya tidak bisa disamakan.

Jika dari hasil pemeriksaan dinyatakan bahwa Bunda masih bisa memberikan ASI kepada si kecil, ya berikan ASI. Misalnya, memberikan ASI dari payudara satunya yang masih sehat.

ASI sangat penting bagi bayi karena akan memberikan kekebalan dari berbagai penyakit, termasuk kebal dari penyakit kanker.

Demikian artikel mengenai 14 ciri kanker payudara pada ibu menyusui. Semoga artikel ini bermanfaat bagi ibu-ibu khususnya untuk mencegah atau mengobati kanker payudara.