Diet, Cara Efektif Mengobati Penyakit Darah Tinggi

Advertisement

ANDA mengidap penyakit darah tinggi? Jika ya, Anda sebaiknya melakukan diet. Ini adalah cara mengobati darah tinggi dengan efektif. Saya sangat bersyukur. Dengan diet teratur, tensi darah saya kini stabil.

Ya, saya bisa menyatakan demikian karena saya telah menjalani diet hipertensi atau darah tinggi sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya sangat efektif. Tekanan darah tinggi saya bisa turun drastis dan cenderung menjadi normal.

Tetapi, ketika saya lalai melakukan diet dan mengonsumsi makanan yang bisa memicu terjadinya hipertensi, ya tensi darah tinggi saya kembali naik. Kepala, khususnya pada bagian tengkuk, terasa nggliyeng (sakit) dan kencang.

Tidak jarang, saya pun harus berbaring di tempat tidur hingga beberapa hari. Tentu saja disertai minum obat darah tinggi dan menghindari makanan minum yang bisa memicu naiknya tensi darah saya.

Saya menderita tekanan darah tinggi sejak 26 tahun lalu. Sebelum gejala darah tinggi saya muncul, dokter langganan telah mengingatkan bahwa saya memiliki potensi terkena penyakit darah tinggi.

Saya diminta hati-hati dengan menghindari makanan dan minuman pemicu penyakit darah tinggi atau hipertensi. Selain itu, saya dianjurkan untuk rutin berolahraga.

Tetapi, penyakit hipertensi itu pun akhirnya datang. Saya pun tidak mampu menolaknya. Bertahun-tahun saya harus bergelut dengan masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Saya selalu mencari cara mengobati darah tinggi yang benar-benar membuahkan hasil.

buah penurun darah tinggianeka buah penurun darah tinggi (sumber:sonherbal.com)

Sulitnya Menemukan Cara Mengobati Penyakit Darah Tinggi

Upaya untuk sembuh dari penyakit darah tinggi pada tahap-tahap awal terkena hipertensi bukan pekerjaan mudah. Terkadang, tanpa sengaja saya makan makanan yang menjadi penyebab tensi naik. Misalnya, diajak teman-teman makan di hotel berbintang dengan menu masakan barat.

Bertamu ke rumah teman, saya disuguhi minuman kopi susu. Wow.., setelah itu, saya harus berhari-hari istirahat di tempat tidur. Penyakit darah tinggi saya kambuh.

Begitulah perjalanan saya sebagai penderita hipertensi/darah tinggi. Berulangkali jatuh bangun karena kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini. Walaupun, saya berusaha keras untuk tetap sehat.

Ketika tensi saya naik dan badan tidak sehat, saya pun periksa dokter. Tetapi, hipertensi itu tidak mau pergi juga. Ia suka datang ketika saya makan atau minum minuman yang bisa mengundang penyakit darah tinggi datang.

Sampai akhirnya bertemu dokter di sebuah organisasi, di mana saya termasuk pengurus dari organisasi itu. Dokter itu menganjurkan saya untuk melakukan diet ketika saya diketahui juga menderita kolesterol.

Ya, diet sebagai cara mengobati darah tinggi dan kolesterol. Gejala terkena penyakit darah tinggi dan kolesterol memang hampir sama. Ya, kepala pusing yang terus-menerus sepanjang hari.

cek kolesterol pasien diambil darahnya untuk cek kolesterol (foto:bukalapak.com)

Obati Kolesterol + Darah Tinggi Perlu Kesabaran yang Tinggi

Berapa kolesterol saya?

Yaitu 257. Batas kolesterol normal untuk saya adalah 200 mg/dL. Dokter minta saya melakukan diet kolesterol. Saya pun menyatakan siap dan saya minta dicatatkan makanan minuman apa saja yang harus saya jauhi atau hindari.

Saya mendapat catatan tentang makanan dan minuman yang harus dijauhi. Saya diminta diet dan melakukan senam (olahraga) secara baik dengan harapan kolesterol dan tensi darah saya bisa turun.

Saya diberi obat kolesterol untuk diminum selama satu bulan. Selama menderita penyakit kolesterol, saya harus istirahat di tempat tidur.

Tentu saja, terkadang saya pergi ke masjid sejauh setengah kilometer (500 meter) untuk menjalankan shalat bersama (berjamaah) saat badan merasa sehat. Ternyata, saya belum sehat 100%.

Kolesterol saya kembali naik dan saya pun harus kembali istirahat di tempat tidur. Sekujur badan terasa sakit dan tidak bisa tidur nyaman/nyenyak.

Kejadian itu terulang beberapa kali dan akhirnya saya istirahat total dan tidak pernah shalat berjamaah di masjid. Teman-teman jamaah pun datang menengok saya di rumah.

Lama-lama, saya pun merasa jenuh dengan kondisi seperti itu. Pada hari ke-18, saya kembali datang ke tempat praktek dokter langganan. Saya ingin minta ganti obat karena obat terdahulu seperti kurang manjur.

Apalagi, tetangga saya juga bertanya seperti itu.

“Kok penyakit Bapak lama sekali belum sembuh. Gimana kalau minum obat kolesterol saya. Obat saya bisa menurunkan kolesterol dengan cepat,” kata tetangga saya.

Tawaran itu saya tolak. Saya bilang, nanti kan sembuh sendiri. Saya menolak tawarannya dengan sopan.

Ternyata, satu minggu kemudian penyakit kolesterol saya belum sembuh juga. Saya pun merasa jenuh dan ingin minta obat kolesterol baru dari dokter langganan.

Ketika saya sampai di tempat praktek dokter, ternyata dokternya sudah pulang. Saya datang terlalu siang. Ya, apa boleh buat. Saya kembali pulang dengan tangan hampa.

Saya pun kembali berbaring di tempat tidur karena tubuh belum sehat. Saya tak kembali datang ke tempat praktek dokter.

“Kesadaran masyarakat terhadap penyakit darah tinggi masih minim. Umumnya mereka sadar setelah terkena sakit jantung. Penderita darah tinggi punya risiko lebih besar terkena stroke dan sakit jantung.”

Kata dr Santoso Karo-karo, ahli jatung dari RS Harapan Kita Jakarta.

Pada hari ke-23, tiba-tiba saya merasa sehat. Tubuh terasa nyaman. Tidak seperti hari-hari sebelumnya yang membuat saya harus istirahat di tempat tidur.

Makanan dan minuman pun diantar ke tempat tidur. Ya, layaknya orang yang sedang sakit. Saya harus makan dan minum di tempat tidur.

Karena pada hari ke-23 tubuh merasa sehat, saya pun pergi ke masjid saat datang waktu shalat lima kali sehari. Saya pun mulai melakukan pekerjaan harian di rumah.

Ternyata, untuk mendapatkan kesembuhan, saya harus bersabar menjalani pengobatan dan terapi. Kesabaran diperlukan karena penyembuhan memerlukan proses. Tak bisa instan.

Setelah diet 30 hari dan persediaan obat habis, saya kembali datang ke doker. Kolesterol dan tensi darah saya kembali dicek. Bagaimana hasilnya?

Saya sangat gembira sekali. Saya dinyatakan sehat dan diet saya sukses. Kolesterol saya turun dari angka 257 ke 191. Ya, cukup signifikan. Sementara, darah tinggi saya turun dari 175/100 menjadi 120/80.

Woww.., saya senang sekali. Saya dinyatakan telah sehat oleh dokter. Tidak hanya bebas dari kolesterol, tekanan darah saya juga turun banyak.

Ibarat kata pepatah, sekali dayung dua pulau terlampaui. Saya benar-benar bersyukur kepada Allah atas perkembangan kesehatan saya. Saya merasa sangat bergembira.

Dengan diet, tekanan darah dan kolesterol saya turun drastis. Saya dinyatakan telah sehat kembali. Tekanan darah normal, demikian juga kolesterol saya. Keduanya dinyatakan sehat.

Sebelum meninggalkan tempat praktek dokter, saya menyatakan terima kasih sambil minta diberi pil vitamin. Ya, tentu dengan harapan bisa benar-benar sehat.

aneka gorengananeka gorengan harus Anda hindari (sumber:ide-bisnis.com)

Makanan dan Minuman yang Harus Saya Hindari Saat Diet Kolesterol dan Hipertensi

Sejak saat itu, saya suka melakukan diet. Saya selalu menghindari makanan dan minuman penyebab darah tinggi atau penyebab kolesterol tinggi.

Saya sangat hati-hati dengan makanan dan minuman yang saya konsumsi. Saya ingin tetap sehat. Saya bisa terhindar dari hal-hal yang fatal seperti stroke.

Saya tidak ingin terkena stroke hanya karena lalai mengendalikan darah tinggi saya. Atau, karena saya kurang peduli dengan tensi darah saya.

Saya harus berusaha agar tensi darah saya selalu stabil. Baik dengan pengobatan modern melalui dokter atau dengan cara-cara tradisional.

Sejak saat itu, yakni setelah saya sukses menurunkan darah tinggi dan kolesterol dengan diet ketat, saya bisa menghentikan sementara konsumsi pil penurun darah tinggi.

Ya, tujuannya untuk memutus siklus minum obat terus-menerus. Dengan cara itu, efek samping dari minum obat kimiawi terus-menerus bisa diperkecil atau ditiadakan sama sekali.

Ini saran dari seorang kawan yang bekerja di bagian obat-obatan. Saya menganggap itu saran yang positif yang patut diapreasi dan dicoba dijalankan.

Sebelumnya sudah belasan tahun saya minum pil penurun darah tinggi. Dokter menyatakan saya harus selalu minum pil anti hipertensi.

Tetapi, saya ingin memutus risiko dari minum obat anti hipertensi terus-menerus atau dampak negatifnya saja. Oleh karena itu, saya mempraktekkan apa yang dikatakan oleh seorang kawan.

Selama diet, beberapa makanan saya hindari berdasarkan nasihat dokter langganan saya. Beberapa makanan penyebab darah tinggi yang saya hindari adalah:

  1. garam
  2. aneka gorengan. Saya hanya makan makanan rebus.
  3. roti karena umumnya roti dibuat dengan mencampur kuning telur dan banyak garam. Kuning telur ayam atau telur lainnya bisa memicu tensi darah naik.
  4. kuah yang terbuat dari santan kelapa. Misalnya, masakan opor ayam (model masakan Jawa) yang diolah menggunakan santan kelapa.
  5. kulit dan jeroan ayam.
  6. daging kambing
  7. buah durian
  8. minuman kopi/minuman keras
  9. gula pasir

Itulah beberapa makanan dan minuman yang harus saya hindari selama diet. Ternyata, diet darah tinggi atau diet kolesterol adalah sangat efektif untuk mengobati darah tinggi saya. Ia sangat efektif untuk menurunkan tensi saya dan juga kolesterol saya.

Jika Anda juga menderita penyakit darah tinggi seperti saya, tolong berhati-hati. Lakukan diet hipertensi seperti yang saya uraikan di atas. Atau, Anda minta nasihat dokter Anda.

terapi strokepasien menjalani terapi stroke (sumber.tipssehat.com)

 Tak Mengobati Darah Tinggi hingga Normal, Beberapa Teman Kena Stroke

Pada bagian akhir dari artikel ini, saya menghimbau para pembaca yang mengidap penyakit darah tinggi agar tidak menganggap sepele terhadap penyakit darah tinggi.

Beberapa kenalan saya mengalami sakit stroke karena tidak sungguh-sungguh melaksanakan cara mengobati darah tinggi mereka hingga pada posisi tekanan darah normal. Mereka menganggap sepele terhadap tekanan darahnya. Mereka tidak mencari cara mengobati darah tinggi yang efektif.

Jika sudah terserang penyakit stroke, woowww.. upaya apa pun tak bisa mengembalikan kesehatan Anda seperti semula. Apalagi, jika sebagian anggota fisik Anda telah mengalami kelumpuhan akibat stroke.

Saya sangat sedih dan prihatin menyaksikan teman-teman yang mengalami penyakit darah tinggi tanpa disertai pengobatan sungguh-sungguh. Mereka tidak memberikan perhatian serius untuk pengobatan darah tinggi.

Di antara kenalan yang menderita penyakit stroke adalah seorang profesor. Ia sangat energik. Ia aktif di beberapa organisasi kemasyarakatan, khususnya yang bergerak di bidang keagamaan Islam.

Ia juga pendiri sekolah Islam terpadu yang sangat maju. Untuk memajukan lembaga pendidikan yang didirikan, ia mengajak pengurus Yayasan dan sebagian guru untuk studi banding ke Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Australia.

Ia ingin kualitas sekolah yang didirikan seperti sekolah yang sangat maju di luar negeri. Benar-benar bisa menghasilkan siswa yang cerdas. berkualitas, kreatif tetapi selalu menjalankan ajaran agamanya.

Sayang, sang profesor berusia 53 tahun itu kini harus menggunakan kursi roda. Ia mengalami kelumpuhan di sebagian tubuhnya akibat penyakit stroke yang menyerang dirinya.

Ia belum bisa berbicara dengan lancar. Baru satu dua kata yang bisa diucapkan.

Ya, kita doakan semoga ada mukjizat besar yang bisa membuat sang profesor sehat kembali. Ia bisa kembali dan beraktivitas seperti sebelumnya. Walaupun tidak 100%.

Banyak penderita hipertensi atau darah tinggi beranggapan bahwa apa yang dideritanya itu hanya sebagai gangguan kesehatan biasa. Mereka kurang sungguh-sungguh untuk melakukan terapi.

Mereka kurang menyadari bahwa darah tinggi itu gangguan kesehatan yang serius dengan ancaman stroke, sakit jantung, ginjal, dsb. Menurut data, kematian akibat stroke di Indonesia cukup tinggi. Bahkan, ia merupakan penyebab kematian nomor satu di antara penyebab lain.

Berikut ini data tentang penyakit stroke di Indonesia beberapa tahun belakangan:

Nomor Keterangan mengenai Penyakit Stroke Jumlah
01 Penderita mengalami kecacatan 100 %
02 Berakibat kematian 20 %
03 Kenaikan jumlah penderita stroke per tahun 5 – 7 %
04 Penderita tak peduli terhadap sakitnya 70 %

Stroke sangat sulit disembuhkan. Kecuali ada mukjizat dari Tuhan Yang Maha Esa. Banyak penderita penyakit stroke akhirnya putus asa dan menyerah kepada nasib.

Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Ekowati Rahajeng, pada umumnya stroke terjadi sebagai faktor risiko dari hipertensi atau darah tinggi yang tidak dikendalikan dengan sungguh-sungguh.

Akibatnya, pembuluh darah di otak pecah dan terjadilah stroke.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya menghindari ancaman stroke sebelum telanjur. Cegah stroke dengan pola makan dan pola hidup sehat secara terus-menerus.

Lakukan olahraga atau senam dan cek tensi darah Anda secara teratur. Setidaknya satu bulan sekali.

Selain itu juga minum obat darah tinggi sesuai dengan petunjuk dokter. Jika obat yang Anda minum menimbulkan efek samping akibat telah bertahun-tahun Anda mengonsumsinya, Anda bisa minta obat darah tinggi yang baru sebagai gantinya.

Saya sudah dua kali berganti jenis dan merek obat. Yang pertama, obat menimbulkan efek samping tenggorokan gatal dan batuk-batuk. Saya sudah cukup lama mengonsumsi obat ini.

Kondisi ini saya sampaikan ke dokter rumah sakit yang memeriksa saya. Saya diberi resep untuk membeli obat darah tinggi yang baru.

Begitu saya minum obat hipertensi yang baru, tenggorokan gatal dan batuk langsung menghilang. Tidak perlu menunggu waktu lama seperti satu jam, dua jam, dsb.

Yang kedua, saya berinisiatif sendiri dengan diet gula pasir. Saya tak lagi minum teh yang agak manis. Lalu, saya tambah diet roti dan permen yang saya anggap pakai banyak gula pasir.

Eh, rasa gatal di tenggorokan yang membuat saya batuk-batuk hilang dengan sendirinya. Saya sangat senang dengan kenyataan itu.

Walaupun, tujuan utama dari diet gula ini adalah menstabilkan tensi darah saya. Saya ingin tensi saya selalu berkisar 140/90.

Bagi saya yang telah berusia, saya anggap ini adalah posisi tensi yang ideal. Ternyata, diet gula membuat rasa gatal di tenggorokan dan batuk menghilang.

Sebelumnya, saya telah minum obat untuk penyembuhan tenggorokan saya. Tetapi rasa gatal dan batuk tidak segera pergi.

Demikian artikel tentang pengalaman sehatfisik.com melakukan Diet untuk Mengobati Penyakit Darah Tinggi. Ternyata, diet benar-benar sebagai cara efektif untuk mengobati darah tinggi atau hipertensi saya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Silakan share artikel ini ke teman Anda dengan menekan tombol media sosial di bawah biar mereka juga selalu sehat. Terima kasih.

Advertisement