8 Gejala Stroke Ringan pada Wanita dan Pencegahannya

Advertisement

ADAKAH gejala stroke ringan pada wanita? Ya, hakikatnya gejala atau tanda-tanda terjadinya stroke antara pria dan wanita hampir sama. Perbedaannya sangat kecil. Tetapi, sebagai upaya antisipasi, ada baiknya kaum wanita memperhatikan gejala khusus dari stroke ringan yang biasa menimpa kaum mereka.

Apa saja gejala atau ciri-ciri stroke ringan pada wanita? Di sini akan saya sampaikan dua hal yang perlu Anda pahami. Yaitu, stroke ringan dan stroke yang diderita kaum wanita.

Stroke ringan sering pula disebut sebagai transient ischaemic attack (TIA). Stroke ringan terjadi akibat penyumbatan sementara pada arteri otak oleh gumpalan darah.

Stroke ringan biasanya terjadi kurang dari satu jam. Pada hari itu, mereka akan pulih dari strokenya. Tetapi, stroke ringan harus disembuhkan dengan baik.

Jika tidak segera disembuhkan, ada risiko untuk kena stroke pada tahun berikutnya. Bahkan, banyak juga yang kena stroke lebih berat tidak lama setelah kena stroke ringan.

Oleh karena itu, stroke ringan harus diobati dengan cepat dan tepat. Biar tidak berkembang menjadi stroke biasa atau yang lebih berat.

Jadi, yang lebih penting setelah sembuh dari stroke, penderita harus tetap hati-hati. Jangan karena merasa sudah sembuh, lalu ia menjalani pola makan atau pola hidup tidak sehat.

Saya punya tetangga yang terkena stroke ringan. Setelah melalui pengobatan medis dan alternatif, ia merasa telah sembuh dari stroke. Ia kembali mengulang kebiasaan lamanya. Suka makan daging kambing.

Saat saya tanya, ia bilang, “Alhamdulillah, Bu. Saya sudah dinyatakan sembuh. Saya tidak perlu kembali berobat. Malah, saya sudah berani makan sate kambing 10 tusuk,” kata Bapak Umar saat saya berkunjung ke rumahnya.

Eh, satu bulan kemudian ia kembali masuk rumah sakit. Setelah tiga hari di rumah sakit, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan memasukkan dia sebagai orang yang bertakwa.

Masa Subur Membuat Wanita Terlindungi dari Berbagai Penyakit

gejala stroke ringan pada wanitagejala kena stroke (sumber: mataibu.com)

Dibandingkan dengan kaum pria yang terkena penyakit stroke, jumlah wanita yang terkena stroke memang lebih kecil. Sebagian besar penderita stroke adalah lelaki.

Kenyataan ini juga terjadi di kampung saya di wilayah perkotaan. Dari 7 penderita sakit stroke, 6 di antaranya lelaki dan satu orang perempuan. Yang menderita sangat berat atau stroke sebelah kiri adalah satu orang. Agak berat satu orang. Stroke ringan dua orang, termasuk penderita wanita.

Di Rumah Sakit terbesar di Jawa Tengah, misalnya, yakni RS Kariadi Semarang, 62% penderita stroke adalah lelaki. Sementara, penderita stroke wanita adalah 38%.

Menurut dr Nizmah, SpS dari RSU Bunda Jakarta, penyebab terjadinya penyakit stroke adalah faktor hormonal dan gaya hidup. Faktor hormonal terdiri dari estrogen dan progesteron.

Saat wanita memasuki masa subur, justru masa itu sangat menguntungkan. Mereka akan terlindungi dari berbagai penyakit. Masa subur melindungi organ-organ dan darah dalam tubuhnya.

Inilah yang menyebabkan mereka lebih aman dari kemungkinan terkena stroke. Tentu saja, ini adalah kekuasaan Tuhan. Meskipun memiliki beban berat akibat kodratnya sebagai wanita seperti datang bulan, hamil, melahirkan, tetapi mereka diberi keistimewaan. Tidak mudah kena stroke.

“Baru setelah memasuki masa menopause atau usia lanjut, muncullah gangguan penyakit,” kata dokter Nizmah seperti dikutip health.liputan6.com.

Hal ini jelas harus mendapatkan perhatian dari wanita yang mulai memasuki usia lanjut (menopause). Anda harus lebih hati-hati dengan pola makan dan pola hidup supaya tetap terbebas dari hipertensi dan risiko kena stroke, termasuk risiko kena stroke ringan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan batasan darah tinggi atau hipertensi yang berbeda antara pria dan wanita sebagai berikut:

1. Pria usia di bawah 45 tahun dinyatakan kena darah tinggi atau hipertensi jika tekanan darahnya waktu berbaring adalah 130/90 mmHg.

2. Pria usia di atas 45 tahun dinyatakan kena hipertensi jika tekanan darahnya lebih dari 145/95 mmHg.

3. Wanita dikatakan terkena hipertensi jika tekanan darahnya 160/95 mmHg.

Tetapi, ukuran yang digunakan oleh kebanyakan dokter di Indonesia adalah berdasarkan Konsensus Perhimpunan Hipertensi Indonesia. Di situ ada tensi darah normal, prahipertensi, hipertensi 1 dan hipertensi 2.

Klasifikasi Hipertensi Hasil Konsensus Perhimpunan Hipertensi Indonesia
Kategori
Sistol (mmHg)
Dan/atau
Diastole (mmHg)
Normal
<120
Dan
<80
Pre hipertensi
120-139
Atau
80-89
Hipertensi tahap 1
140-159
Atau
90-99
Hipertensi tahap 2
≥ 160
Atau
≥ 100
Hipertensi sistol terisolasi
≥ 140
Dan
< 90

Gaya Hidup antara Pria dan Wanita Juga Berbeda

gaya hidup sehatgaya hidup sehat dengan suka olahraga (dari: vamela.com)

Gaya hidup juga mempengaruhi ketahanan tubuh wanita. Berbeda dengan lelaki yang suka merokok, minum alkohol, dsb. Wanita jarang memiliki gaya hidup seperti itu. Baik untuk kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman alkohol.

Merokok merupakan salah satu penyebab terjadinya stroke. Asap rokok yang masuk ke dalam tubuh membuat terjadinya plak-plak pada pembuluh darah yang bisa mengganggu jalannya aliran darah pembawa oksigen dan nutrisi ke otak.

Jika gangguan akibat banyak plak itu terjadi, maka pasokan darah ke otak terhenti. Ini yang membuat sel-sel otak langsung mati. Dan itulah terjadinya penyakit stroke.

Tetapi, dr Heri Aminuddin SpBS(K) mengingatkan, meskipun jumlah penderita stroke dari wanita lebih sedikit dibandingkan dari kaum pria, dari tahun ke tahun jumlah penderita stroke wanita terus bertambah. Lelaki juga terus bertambah.

Ya, ini berkaitan dengan gaya hidup yang kurang memperhatikan kesehatan. Seiring dengan kemajuan, banyak warga masyarakat yang berubah gaya hidup ataupun pola makan. Gaya hidup yang kurang memperhatikan kesehatan.

Bahkan, rentan terkena penyakit mematikan seperti stroke, sakit jantung ataupun gagal jantung dan diabetes.

Gaya hidup sehat dan makan sehat harus selalu mendapatkan perhatian. Baik oleh pria maupun wanita untuk bisa menghindari terjadinya penyakit darah tinggi, kolesterol tinggi, stroke dan sakit jantung.

Risiko Wanita Penderita Stroke Lebih Berat

stroke ringannenek kena stroke ringan (sumber: penyebabstroke.com)

Ada lagi satu catatan tentang sakit stroke di kalangan wanita. Meskipun jumlah penderita stroke lelaki lebih besar daripada wanita, ternyata risiko cacat atau kematian lebih besar dialami wanita dibandingkan dengan lelaki.

Ini yang perlu diwaspadai oleh wanita. Hanya dengan jumlah penderita dari wanita lebih rendah dari pria, hal itu tidak boleh membuat wanita lalai atau lengah.

Siapa pun, lelaki atau wanita, tetap harus memberi perhatian besar terhadap kemungkinan terkena stroke. Anda harus berusaha sebaik mungkin dengan menerapkan pola hidup sehat supaya terhindar dari stroke.

Bagi Anda yang menderita sakit yang punya risiko besar terkena stroke seperti penyakit darah tinggi, kolesterol tinggi, dsb., harus berusaha keras menyembuhkan penyakit yang dideritanya itu. Sebagian besar penderita stroke akibat sakit darah tinggi tidak disembuhkan dengan baik.

Bahkan, banyak di antara penderita yang membiarkan sakitnya tanpa pengobatan. Ya, sakit hipertensi sering menipu. Tanpa ada gejala atau tanpa merasa sakit, ternyata tekanan darah telah meninggi hingga akhirnya stroke.

Salah satu cara mencegah stroke adalah sering cek tensi darah. Selain itu, melakukan diet hipertensi dan olahraga. Diet hipertensi adalah menghindari makanan yang menyebabkan naiknya tensi darah.

Misalnya, makanan dengan kandungan garam tinggi, gula tinggi, daging yang mengandung banyak lemak, jeroan, masakan dengan santan kelapa, kuning telur,  dsb.

Sebaliknya, perbanyak makan buah yang mampu menurunkan darah tinggi seperti semangka, pisang, melon, apel, stroberi, dsb. Atau berbagai sayuran seperti bawang putih, bawang merah, daun seledri, mentimun, tomat, dsb.

8 Gejala Sakit Stroke Ringan pada Wanita

Apa saja gejala stroke ringan pada wanita?

Yang, seperti dikatakan di awal artikel ini, gejala stroke  pada lelaki dan wanita tidak jauh berbeda. Tetapi, karena tema artikel ini adalah gejala stroke pada wanita, maka di sini akan disebut setidaknya ada 8 gejala atau tanda.

Ke-8 gelaja stroke ringan pada wanita adalah:

1. Lumpuh pada lengan, wajah, kaki, dan anggota badan lainnya

2. Tampak seperti orang bingung, sulit biacara, kurang memahami apa diucapkan atau tidak mengingat pembicaraan.

3. Agak sulit berjalan, hilang keseimbangan, kemampuan koordinasi menurun, dan sulit untuk berjalan.

4. Tiba-tiba merasa nyeri di wajah dan tungkai

5. Mendadak cegukan.

6. Merasa sesak nafas

7. Terasa nyeri berat pada dada

8. Merasa mudah lelah, terutama pada wanita. Juga ada perubahan mental dan disorientasi.

Sekali lagi, meskipun dikatakan sebagai stroke ringan, pengobatannya harus serius. Setelah sembuh pun, penderita tidak boleh lalai untuk menjalani pola hidup sehat, termasuk makan sehat.

Sebab, stroke ringan mudah berubah menjadi stroke biasa dengan risiko lebih berat. Ya, seperti yang dialami oleh tetangga saya, Bapak Umar.

Demikian artikel mengenai 8 Gejala Stroke Ringan pada Wanita dan Pencegahannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda,. khususnya para wanita.

Advertisement