Hati-hati Stroke Ringan, Cepat Larikan ke RS untuk Hindari Kematian

Posted on

Hati-hati stroke ringan. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit stroke ringan ini bisa berakibat fatal. Bahkan, bisa menyebabkan kematian.

Ya, tetangga saya, Bapak Umar, semula menderita stroke ringan atau iskemik transien. Setelah dirawat di Rumah Sakit beberapa hari, ia diperbolehkan pulang.

Ia melanjutkan pengobatan ke pengobat tradisional dengan bekam di luar kota. Setelah beberapa kali bekam, dia dinyatakan sehat dan tak perlu bekam lagi.

Suatu sore saya bertandang ke rumahnya. Saya pun tanya perkembangan kesehatannya. Ia jawab sudah baik, dan tidak perlu kembali menjalani pengobatan bekam.

“Saya sudah sembuh, Bu. Saya sudah berani makan sate kambing habis 10 tusuk,” katanya.

Beliau memang hobi makan sate kambing. Ia sangat suka ramai-ramai membakar sate bersama tetangga.

Tetapi, sebulan kemudian setelah saya silaturahmi ke rumahnya, ia kembali masuk rumah sakit. Ia terjatuh (pingsan) saat gladi bersih upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus di kantornya.

Setelah dirawat empat hari di rumah sakit, ia menghembuskan nafas terakhir.

Banyak tetangga terkejut karena tadinya keluarga mengabarkan Bapak Umar berada di Yogyakarta sehingga tidak bisa ikut malam tirakatan 17 Agustus.

gejala stroke ringan
nyeri hebat pada kepala, salah satu gejala stroke (foto:suara.com)

Banyak Orang Anggap Sepele Stroke Ringan

Stroke ringan. Saya pikir ini istilah yang kurang pas. Akibat kata “ringan”, banyak orang menyepelekan.

“Gimana sakitnya, Pak. Apa kata dokter?”

“Kata dokter, saya menderita stroke ringan,” jawab si pasien yang ditanya oleh orang-orang yang datang menjenguknya di rumah sakit.

Karena ringan, banyak orang menganggap masih aman. Padahal, dari segi medis, stroke ringan juga memerlukan penanganan yang serius.

Si pasien harus berusaha keras untuk mengembalikan kesehatannya sehingga bisa pulih kembali.

Apa yang dimaksud dengan stroke ringan?

Stroke ringan atau Transient Ischemic Attack (TIA) terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus sesaat akibat terjadinya penyumbatan di pembuluh darah.

Walaupun hanya terjadi sesaat, terputusnya pasokan darah ke otak telah menyebabkan kematian sel-sel di sebagian area otak. Pasokan darah menuju otak itu membawa oksigen dan nutrisi.

Oleh karena itu, penanganan terhadap penderita stroke ringan juga harus cepat. Tujuannya supaya kematian sel-sel bisa segera dihentikan. Dan, kemungkinan penderita meninggal pun, bisa dihindarkan.

Intinya, bila Anda terkena serangan stroke atau mengetahui orang lain terkena stroke, segera larikan ke rumah sakit. Apa pun kondisi stroke penderita, baik stroke ringan ataupun berat.

Usahakan pasien bisa secepatnya mendapatkan pertolongan dokter atau paramedis supaya kerusakan sel-sel otak tidak meluas.

Stroke ringan biasanya ditandai dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh mendadak lemas, dan sulit bicara.

gejala stroke ringan

 biar stroke ringan, pengobatannya harus serius (foto:komplikasistrokecom)

Ciri-ciri Orang Menderita Stroke Ringan

Anda, atau siapa pun, perlu mengetahui ciri-ciri atau gejala stroke, termasuk stroke ringan. Tujuannya supaya bisa memberikan pertolongan cepat jika ada seseorang menderita stroke.

Dengan pertolongan yang cepat, seperti disebutkan di atas, kerusakan sel-sel otak penderita stroke yang lebih luas bisa dihindarkan.

Bahkan, pertolongan yang cepat juga bisa menghindarikan penderita dari kematian.

Gejala atau ciri-ciri penderita stroke ringan adalah:

1. Bicaranya tidak jelas atau kacau. Bahkan, ada juga yang sama sekali tidak bisa diajak bicara. Walaupun, dia tampak sadar.

2. Baal/kesemutan pada salah satu sisi tubuh.

2. Mata dan mulut penderita tampak menurun. Mata tak bisa melihat dengan baik atau terjadi penglihatan ganda.

3. Penderita tidak mampu mengangkat salah satu atau kedua tangannya karena lumpuh.

4. Nyeri habat pada kepala.

Siapa saja yang rentan terkena serangan stroke?

Mereka yang rentan terkena serangan stroke adalah:

1. Mereka yang berusia di atas 65 tahun.

2. Penderita darah tinggi atau hipertensi.

3. Penderita kolesterol tinggi

4. Penderita sakit jantung

5. Penderita sakit diabet

6. Penyandang obesitas atau kegemukan

7. Perokok berat

Demikian tentang stroke ringan. Meskipun dinamakan stroke ringan, tetapi efeknya bisa fatal jika tak ditangani dengan baik. Contohnya, ya tetangga saya, Pak Umar.

Setelah pulang dari rumah sakit, ia merasa sudah sembuh dari sakitnya dan tak perlu terapi lagi. Bahkan, ia makan makanan yang bisa memicu naiknya darah tinggi dan berakibat buruk pada penyakit stroke.

Hasil Penelitian: 1 dari 3 Orang Akhirnya Terkena Stroke Besar

terapi stroke

 nenek menjalani terapi stroke (sumber:conditions.healthguru.com)

Stroke ringan terjadi antara 2 sampai 30 menit. Stroke ringan bisa dikatakan sebagai peringatan bahwa Anda di masa mendatang bisa terserang stroke besar.

Berdasarkan hasil penelitian, satu dari tiga orang yang terkena serangan stroke ringan akhirnya menderita stroke. Separoh dari mereka menderita stroke hanya dalam tempo kurang dari satu tahun sejak terkena stroke ringan.

Oleh karena itu, terapi stroke ringan dengan serius sangat penting sehingga penderita bisa terhindar dari stroke (besar).

Baik dengan pengobatan medis maupun pengobatan non medis atau pengobatan alternatif seperti menjalani diet, obat herbal, dsb.

Selain itu, Anda perlu segera melakukan pola hidup sehat dengan menjalani diet, hindari makanan berkolesterol tinggi, berhenti merokok, berhenti dari minum alkohol dan perbanyak makanan sehat.

Demikian artikel mengenai Stroke Ringan dan bagaimana penyelamatan atau pertolongan terhadap penderita stroke ringan. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu Anda untuk memamahami masalah penyakit stroke.

Terima kasih atas kunjungannya.

Save

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *