Connect with us

Hipertensi

Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Published

on

HIPERTENSI dalam kehamilan sangat berisiko bagi Bunda atau bayi yang dikandungnya. Oleh karena itu, Bunda harus berusaha keras untuk menghindari terjadinya darah tinggi saat hamil. Atau menurunkan hipertensi hingga dalam posisi normal.

Caranya, ya sebelum Bunda hamil harus bebas dari penyakit darah tinggi (hipertensi). Jika sudah hamil ternyata hipertensinya belum menurun sampai ke posisi tekanan darah normal, ya Anda harus terus berusaha menyembuhkannya.

Jika hipertensi tidak disembuhkan, salah satu risikonya adalah bayi lahir prematur. Dokter mengambil jalan kelahiran prematur untuk menghindari hal-hal yang lebih fatal. Misalnya kematian si bayi atau bahkan juga kematian si ibu.

Oleh karena itu, hipertensi atau darah tinggi dalam kehamilan harus ditangani dengan serius. Selama ini masih banyak ibu hamil menderita darah tinggi yang tidak ditangani secara sungguh-sungguh. Mereka menganggap darah tinggi saat Bunda hamil bukan masalah berat.

Setelah kelahiran memang sakit darah tinggi nantinya akan sembuh sendiri. Artinya, tekanan darah akan kembali normal beberapa sat setelah melahirkan.

Tetapi, risiko yang ditimbulkan akibat darah tinggi semasa Bunda hamil tidak hilang begitu saja. Cara terbaik mencegah terjadi hipertensi pada kehamilan. Atau terus menyembuhkan hipertensi.

Baca: 9 Tips Mencegah Darah Tinggi dan Stroke

Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan

Apa penyebab darah tinggi pada ibu hamil? Ya, hal ini penting untuk Anda ketahui supaya Anda bisa menghindarinya. Dengan cara, Anda dan su calon bayi bisa tumbuhan sehat.

1. Usia Ibu Hamil

Salah satu penyebab terjadinya darah tinggi pada ibu hamil adalah usia 35 tahun atau lebih saat hamil. Jadi, saat yang baik untuk hamil adalah usia dibawah 35 tahun.

hipertensi dalam kehamilan

foto:tipsibuhamil.com

Dengan usia yang terus bertambah, maka produksi kadar kalsium menurun. Akhirnya, tubuh mengambil kalsium dari tulang. Ini membuat rentan kena darah tinggi yang berisiko bayi lahir prematur, lahir cacat dan keguguran.

2. Bunda Mengalami Kegemukan

Bunda yang bertubuh gemuk juga bisa terkena darah ketika hamil. Banyaknya lemak dalam tubuh yang menyebabkan kegemukan juga bisa membuat aliran darah ke jantung terhambat.

Ini membuat jantung harus bekerja keras menyelesaikan pekerjaan rumah. Yakni, menyalurkan darah ke seluruh jaringan tubuh. Tentu saja, kondisi seperti itu bisa menyababkan terjadinya darah tinggi saat Bunda hamil.

3. Pengentalan Darah, Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan

Pengentalan darah bisa terjadi ketika Bunda sedang hamil. Apa penyebabnya, hingga kini belum diketahui. Dengan pengentalan darah atau thrombophilia, maka aliran darah menuju plasenta terganggu sehingga timbullah darah tinggi

Beberapa cara untuk menghindari pengentalan darah adalah tidak merokok, menghindari makanan dibakar, makanan dengan bahan pengawet, alkohol, minuman teh dan kopi, dsb.

Baca: 8 Sayuran Efektif Mengencerkan Darah Kental Anda

4. Kurang Berolahraga, Hipertensi pada Kehamilan

Olahraga sangat penting untuk hidup sehat, termasuk ketika Bunda sedang hamil. Tidak perlu olahraga berat. Bunda bisa melakukan dengan jalan pagi keliling perumahan atau kompleks perkampungan Anda, senam, dsb.

Bunda juga perlu banyak gerak. Ya, apa saja yang Bunda lakukan. Yang penting perbanyak gerak. Tetapi, dengan bertambahnya usia kehamilan, Bunda perlu lebih hati-hati biar bayi tumbuh sehat. Banyak gerak bisa dilakukan dengan bersih-bersih rumah, memasak, berlatih senam, dsb.

5. Merokok, Minum Alkohol dengan Stres

Merokok, minum alkohol dan stres juga bisa menjadi penyebab darah tinggi saat Bunda sedang hamil. Tentu saja, hal ini harus Anda hindari. Merokok bisa menyebabkan pengentalan darah dan meningkatnya denyut jantung. Kondisi itu akhirnya membuat Anda kena darah tinggi.

Darah tinggi juga bisa terjadi pada ibu hamil yang suka mengonsumsi alkohol dan sering stres atau stres berat.

Cara Menurunkan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil sesungguhnya tidak sulit. Yang penting Anda ketahui dulu apa penyebab terjadinya darah tingi seperti dijelaskan di atas.

Setelah tahu penyebabnya, ya Anda harus menghindari penyebab terjadinya darah tinggi pada ibu hamil. Jika Anda bisa meninggalkan semua penyebab darah tinggi, Bunda tentu akan sehat.

Ya, mengetahui penyebab darah tinggi ini sangat penting. Contohnya saya pernah dua kali tekanan darah tinggi. Setelah saya teliti, saya pastikan tensi naik akibat mengonsumsi makanan dengan kuah opor.

Akhirnya saya coba makan lontong opor tanpa kuah santan. Hasilnya, saya tetap sehat. Tensi tidak naik. Sejak saat itu, saya tidak pernah lagi mengonsumsi makanan dengan kuah santan.

Ibu hamil juga harus menghindari makanan yang bisa menyebabkan tensi darahnya naik. Jika Bunda sehat, bayi yang dikandungnya juga akan tumbuh sehat dan cerdas.

Berikut ini 4 cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil:

1. Hindari Makanan Penyebab Darah Tinggi

Sebagaimana telah disinggung di atas, Anda harus menghindari makanan dan minuman penyebab darah tinggi untuk menyembuhkan sakit hipertensi Anda. Atau menurunkan tensi hingga posisi normal.

Sebaliknya, Anda harus banyak mengonsumsi makanan dan buah penurun darah tinggi.

Jika ada makanan favorit yang ternyata juga sebagai makanan penyebab darah tinggi, ya Bunda harus berani menghindari demi kesehatan Bunda dan bayi yang dikandungnya.

Bunda bisa memilih makanan favorit lain yang lebih sehat. Itu tidak sulit, yang penting kemauan untuk hidup sehat.

Makanan banyak garam, banyak gula, kuning telur, udang, burung puyuh dan telurnya, makanan cepat saji (fast food), jeroan, daging merah adalah contoh makanan yang harus Bunda hindari.

2. Olahraga, Cara Efektif Menurunkan Hipertensi

Olahraga adalah cara terbaik dan terpenting untuk hidup sehat, termasuk Ibu hamil. Bunda juga harus rajin berolahraga. Tidak perlu olahraga berat. Cukup dengan olahraga ringan yang tidak menguras tenaga.

Misalnya jalan kaki di kompleks perumahan, jogging, senam, dsb. Ada juga senam khusus untuk ibu hamil dari trimester awal sampai usia kehamilan 9 bulan.

Senam selain membuat Bunda sehat dan tidak mudah terkena darah tinggi atau penyakit lain, juga akan membuat proses kelahiran calon bayi nantinya bisa berjalan lancar.

3. Perbanyak Mengonsumsi Kalium

Ya, Bunda perlu mengonsumsi banyak makanan dan buah yang mengandung kalium. Ini penting untuk menciptakan keseimbangan dengan makanan yang mengandung banyak natrium seperti garam.

Makanan yang banyak kandungan kalium tinggi. Contohnya buah sukun, alpukat, kurma, narkisa, jambu merah, srikaya, pisang, pepaya, kiwi, mangga, dan semangka.

Dari kelompok sayuran antara lain kentang, rebung, buncis, talas, ubi jalar, daun seledri, lobak, sawi, kedelai, kacang merah, kacang mete, ikan salmond, ikan sarden, susu, dsb.

4. Periksa Dokter, Cek Hipertensi dalam Kehamilan

Periksa dokter juga sangat penting untuk mengetahui perkembangan kesehatan Bunda dan bayi yang dikandungnya. Dokter tentu akan memberikan obat yang tepat untuk kesehatan Bunda dan bayinya. Bunda perlu mengikuti semua petunjuk dokter.

Tetapi, di luar itu tentu Bunda perlu menerapkan pola hidup sehat dan pola makan sehat. Ini sama pentingnya dengan minum obat. Bahkan, bisa menjadi terapi utama untuk menjaga kesehatan Bunda. Dengan berbagai cara di atas, diharapkan tensi Bunda akan selalu normal.

Demikian artikel mengenai hipertensi dalam kehamilan dan cara menurunkan hipertensi pada kehamilan. Semoga Anda sukses mengatasi hipertensi atau darah tinggi pada kehamilan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




DISCLAIMER

Semua tips dan cara yang dimuat di blog Sehatfisik.com ini hanya merupakan informasi dan pengetahuan berdasarkan pengalaman penulis atau orang lain. Tidak
memiliki tujuan mengganti saran dan obat dari dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan tips-tips yang dimuat di blog ini.
Terima Kasih.