Jantung Bocor pada Bayi dan Beberapa Cara untuk Mencegahnya

KASUS jantung bocor pada bayi memang jarang terjadi. Dari 1.000 kelahiran di Indonesia, hanya 6 – 7 bayi mengalami jantung bocor. Tetapi, bagaimana jika dari 6 – 7 bayi yang mengalami jantung bocor adalah bayi Anda? Apa yang harus Anda lakukan?

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah bagaimana cara mencegah jantung bocor pada bayi Anda? Ya, ini harus mendapat perhatian yang serius karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Tidak hanya saat calon ibu mulai hamil. Pencegahan terjadinya sakit jantung harus dilakukan sebelum seorang calon ibu hamil. Caranya, ia harus selalu dalam kondisi sehat. Tujuannya supaya bayi yang dikandungnya juga sehat. Tidak mengalami penyakit jantung bocor.

Masa krusial yang harus diperhatikan adalah saat usia tiga bulan kehamilan. Ini masa-masa yang genting karena bayi dalam proses pembentukan jantung.

Jantung bocor pada bayi ditandai dengan adanya lubang di sekat jantung. Ini terjadi akibat adanya suatu kelainan pada struktur jantung.

Ciri-ciri bayi terkena penyakit jantung bocor antara lain adalah kesulitan bernafas. Pada rongga dada tampak naik turun. Berat badan tidak pernah naik, mudah sakit,  dan susah untuk minum susu.

Ketika minum susu, misalnya, si bayi suka berhenti karena untuk bernafas. Ia juga tidak bisa mengisap puting susu ibu saat menetek. Berat badannya pun tidak berkembang dengan baik.

Hindari 6 Penyebab Jantung Bocor pada Bayi

sakit jantung pada bayiperiksa jantung (sumber:mediskus.com)

Bagaimana cara menghindari terjadinya jantung bocor pada bayi? Apa saja yang harus dilakukan oleh si calon ibu?

Berikut ada 6 penyebab jantung bocor pada bayi yang harus dihindari oleh si calon ibu. Lebih-lebih ibu yang berusia 40 tahun lebih. Ia harus sangat ekstra hati-hati terhadang bayi yang dikandungnya.

Ke-6 penyebab jantung bocor pada si kecil adalah sebagai berikut:

1. Menghindarkan diri dari sakit darah tinggi. Artinya, sebelum hamil harus dalam kondisi sehat. Jika saat itu sedang menderita darah tinggi, ya sakitnya disembuhkan dulu.

2. Menghindarkan diri dari sakit diabetes dan campak. Intinya, si calon ibu harus dalam kondisi selalu sehat sehingga bayi yang dikandungnya pun akan lahir normal dan sehat. Tak punya sakit jantung bocor.

3. Calon ibu jangan merokok. Ya. rokok jelas pengganggu kesehatan bagi ibu atau calon bayinya.

4. Jangan minum jamu atau pil anti-kontrasepsi (pil KB). Di sini, banyak wanita yang tidak menghendaki kehamilan, tiba-tiba tidak menstruasi. Lalu terus-menerus minum jamu atau pil untuk mencegah kehamilan.

5. Trauma, baik yang bersifat fisikal atau psikologis, juga bisa menyebabkan calon bayi mengalami gangguan kesehatan, terutama dengan jantung bocor.

6. Ada juga faktor keturunan.

Jadi, banyak penyebab yang bisa membuat si bayi mengalami jantung bocor sejak lahir. Anda sebaiknya berusaha semaksimal mungkin mencegah terjadinya jantung bocor pada bayi Anda.

Caranya dengan meminimalisasi atau mencegah munculnya penyebab jantung bocor pada bayi Anda. Jika kenyataannya masih terjadi bayi Anda menderita jantung bocor, ya serahkan semuanya kepada Allah.

Dialah yang tahu kenyataan yang sebenarnya. Dokter pun tidak akan bisa tahu seluruhnya. Ada seorang ibu yang rajin periksa kehamilan tiap bulan, ternyata anaknya lahir dengan jantung bocor. Di mana letak kesalahannya?

Tetapi, ada juga sakit jantung anak bisa sembuh sendiri seiring dengan meningkatkan usia mereka. Bocor jantung makin menyempit dan akhirnya sembuh alias tidak ada kebocoran lagi.

Cara Mencegah Jantung Bocor pada Bayi Anda

Cara terbaik untuk menghindari terjadinya kasus jantung bocor pada bayi adalah dengan cara melakukan pencegahan. Jika jantung bocor sudah terjadi, ya penanganannya tergantung pada kondisi kebocoran jantung.

Dokter spesialias anak atau dokter spesialis jantung yang akan menentukan. Bayi dengan penyakit jantung bawaan sejak lahir memerlukan perhatian khusus sepanjang hidupnya. Baik yang menyangkut pengobatan ataupun pengawasan.

Tetapi, jika gangguan jantungnya tidak terlalu berat, menurut dr Mega Muzdalifah dari alodokter.com, ada yang bisa sembuh dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya umur. Ini tergantung pada Kuasa Tuhan dan daya tahan bayi/anak.

Oleh karena itu, Anda yang ingin mengandung atau hamil sebaiknya menyiapkan diri. Selalu membuat dirinya dalam keadaan sehat dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan atau penyakit.

Caranya, calon ibu sebelum hamil perlu memeriksakan diri ke dokter. Antara lain pemeriksaan terhadap infeksi toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpes. Jika terdapat infeksi itu, harus terlebih dahulu dilakukan penyembuhan hingga tuntas.

  • Baca Juga: Kacang Kedelai Mencegah Sakit Jantung

Baru setelah sembuh benar, calon ibu bisa melakukan program kehamilan dengan harapan bayi yang dilahirkan nantinya menjadi anak yang sehat dan cerdas. Bebas dari berbagai gangguan kesehatan, termasuk kesehatan jantung.

Upaya lain yang harus dilakukan, masih menurut dr Mega Muzdalifah, adalah:

  1. Selama hamil jangan minum obat. Kecuali atas perintah dokter. Jadi, selalu usahakan menjaga kesehatan selama kehamilan, termasuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi.
  2. Jangan merokok, mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang.
  3. Rutin melakukan pemeriksaan atas kehamilan Anda.
  4. Jika punya penyakit atau gangguan kesehatan khusus, konsultasikan dengan dokter.

pengobatan jantung bocorminum obat jantung untuk anak (sumber:obatjantungbocor.biz)

Pengalaman Bayinya Menderita Jantung Bocor

Bagaimana jika bayi Anda lahir dengan sakit jantung bawaan, yakni menderita jantung bocor?

Ya, dokter akan melakukan langkah pengobatan jantung sesuai dengan kondisi bayi. Sebab, ada berbagai klasifikasi kebocoran jantung bayi.

Ada jantung bocor ringan dan nantinya bisa sembuh sendiri.

Ada yang berkategori jantung bocor sedang dan jantung bocor berat. Yang sedang bisa diberi pengobatan, tindakan intervensi seperti pemasangan balon atau pen. Yang berat bisa dilakukan operasi jantung bocor.

Anda juga yang melakukan terapi dengan obat herbal seperti dilakukan oleh seorang ibu di Cirebon. Bayinya diketahui menderita jantung bocor saat usia 3 minggu.

Akhirnya ibu itu membawa bayi putrinya ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter yang memeriksanya mengatakan nanti kebocoran jantung si bayi akan menutup sendiri dalam tempo 5 tahun.

Jadi, tidak perlu dilakukan operasi jantung bocor. Tetapi,  umumnya si ibu bayi tidak sabar karena melihat pertumbuhan bayinya tidak menggembirakan.

Dari berbagai informasi yang ia terima, akhirnya ia menggunakan terapi herbal/alternatif Jelly Gamat Gold dan tablet Spirulina.

Setelah 2 bulan putrinya mulai menunjukkan pertumbuhan yang baik. Nafsu makannya pun mulai berkembang. Setelah empat bulan, ia kembali periksa ke RS Hapan Kita Jakarta. Hasilnya, kebocoran jantung si putri telah tertutup alias tidak ada kebocoran jantung lagi.

Alhamdulillah, kata ibunya saat menerima pemberitahuan dari dokter yang memeriksanya bahwa bayinya telah sehat. Ibu itu mengaku sangat senang. Sebab, dengan hasil seperti itu otomatis bayinya tak perlu melakukan operasi jantung bocor.

Demikian informasi mengenai kasus jantung bocor pada bayi. Semoga artikel tentang jantung bocor pada bayi bisa bermanfaat dan bayi Anda selalu sehat.

Bagaimana dengan klep jantung bocor pada orang dewasa? Jawabannya bisa Anda baca pada artikel tentang jantung bocor di sini.

Save