Jangan Hanya Mengandalkan Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi

Posted on

ANDA punya darah tinggi? Hati-hati. Jangan anggap remeh penyakit darah tinggi. Anda sebaiknya mengonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi hingga tensi darah Anda menjadi normal. Setelah normal pun Anda harus terus menjaganya agar tidak naik lagi.

Itu harus Anda lakukan sepanjang hidup. Jika tidak, tensi darah Anda akan kembali naik. Jika itu Anda biarkan, darah tinggi bisa mengancam kehidupan Anda. Setidaknya, bisa membuat Anda terkena penyakit stroke.

Saya punya beberapa teman dan kenalan yang menderita sakit hipertensi atau darah tinggi. Beberapa di antara mereka ada yang akhirnya harus berbaring di tempat tidur hingga belasan tahun karena sebagian anggota tubuhnya lumpuh akibat stroke.

Bahkan, ada juga yang kena stroke dan pikun. Kata dokter yang memeriksanya, adaptasi dengan lingkungan telah berubah. Siang dianggap malam dan malam dianggap siang.

Kalau malam dia banyak bicara dan minta selalu ditemani. Ketika siang hari dia justru tidur. Wah, ini benar-benar merepotkan. Dokter selalu meminta keluarganya agar bersabar menghadapi kondisi penderita stroke seperti itu.

Umumnya kehidupan mereka sangat menyedihkan. Tiap detik, tiap jam, tiap hari dan tiap waktu, mereka harus bergelut dengan sakitnya. Mereka harus selalu didampingi oleh anggota keluarganya untuk aktivitas apa pun.

Ada juga penderita sakit darah tinggi yang akhirnya terkena penyakit jantung. Tetapi, yang terbanyak kena sakit stroke. Ya, stroke ringan, stroke sedang hingga stroke berat. Umumnya mereka berusia 50 tahun lebih. Walaupun, ada juga yang berusia 40-an tahun.

Dari informasi yang saya kumpulkan, umumnya mereka adalah penderita darah tinggi pada awalnya. Tetapi, akibat pengobatan yang kurang baik dan kurang konsisten, mereka akhirnya terkena stroke. Mereka kurang tekun dalam mengonsumsi obat tekanan darah tinggi.

Konsumsi Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi Plus

 

obat penurun tekanan darah tinggi jus penurun tekanan darah tinggim ya obat alami (sumber:vidahechacomida.com)

Ya, sekali lagi, penyakit darah tinggi jangan dipandang sepele. Anda harus berusaha keras mengobati atau menurunkan tensi darah Anda hingga menjadi normal.

Anda harus berusaha keras untuk menormalkan tekanan darah Anda. Tidak cukup dengan mengonsumsi obat penurun darah tinggi berdasarkan resep dokter. Pengobatan secara medis itu harus didukung dengan metode lain.

Misalnya, dengan melakukan diet hipertensi, olahraga, menghindari stres, kurangi minum alkohol, dan memperbanyak minum air putih.

Pengobatan medis tidak bisa berjalan sendiri. Biar rajin minum obat darah tinggi tetapi jika Anda tiap hari mengonsumsi makanan penyebab darah tinggi, ya khasiat obat resep dokter tidak bisa bekerja maksimal.

Saya kebetulan punya teman sekantor yang juga punya penyakit darah tinggi. Dalam suatu acara seminar di hotel bintang lima di Jakarta, dia menyatakan kepada saya, “Mas, makan tak usah repot. Seperti saya saja. Makan apa yang diingini dan setelah itu konsumsi obat”.

Dia bilang seperti itu ketika mengetahui saya sedang tanya-tanya ke koki tentang keamanan makanan yang disajikan untuk penderita darah tinggi.

Tentu saja, saya tidak mengikuti saran teman saya itu. Sebab, percuma minum obat jika dalam keseharian masih mengonsumsi makanan penyebab darah tinggi.

Makanan penyebab hipertensi, misalnya, garam dapur, kuning telur, gula, jeroan, kulit ayam, telur burung puyuh, santan, dan daging kambing.

Bagi Anda yang sehat dan tidak menderita darah tinggi, Anda tetap boleh mengonsumsi makanan yang saya sebutkan itu. Tetapi, jangan berlebihan dan terus-menerus. Jika berlebihan dan terus-menerus, ada kemungkinan nantinya Anda juga terkena penyakit darah tinggi.

Mengapa seseorang menderita darah tinggi? Salah satu di antaranya karena pola hidup dan pola makan yang dijalani selama ini bukan pola hidup dan pola makan yang sehat.

Tidak pernah berolahraga, suka makanan dengan tinggi garam, suka minum alkohol yang memabukkan adalah pola makan dan pola hidup yang tidak sehat. Ini bisa membuat Anda terkena sakit darah tinggi.

Jadi, berhati-hatilah saat makan. Hindari makanan penyebab darah tinggi. Apalagi saat tensi Anda masih tinggi, yaitu 140/90 mmHg atau lebih. Selain itu, lakukan olahraga, senam, jalan kaki, bersepeda atau lainnya untuk membuat tubuh Anda tetap sehat.

Istilah saya, konsumsi obat penurun darah tinggi plus. Ya, plus olahraga, plus senam, plus jalan kaki, plus banyak makan buah obat darah tinggi, dsb.

Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi Herbal atau Obat Darah Tinggi Alami

obat hipertensikapsul obat penurun darah tinggi (sumber:hellodoctor.co.id)

Konsumsi obat penurun tekanan darah tinggi tidak harus obat farmasi atau obat resep dokter. Anda bisa mengonsumsi obat herbal darah tinggi atau obat hipertensi alami atau tradisional. Obat darah tinggi herbal bisa Anda dapatkan di toko obat herbal atau di toko online.

Anda juga bisa membuat sendiri obat darah tinggi alami dengan bahan tanaman obat yang bisa Anda temukan di sekitar rumah Anda. Atau membeli bahan obat alami di pasar tradisional atau swalayan.

Obat Herbal Darah Tinggi Herbal:

Banyak obat herbal penurun darah tinggi yang bisa Anda konsumsi. Misalnya, Kapsul Herbal Hipertency, Herba Hipertensi, Tiens Teh Herbal Obat Darah Tinggi dan Kolesterol, HIU Hieu Neotensi, Prima Solusi Medical, dsb.

Kapsul Herbal Hipertency terbuat dari daun sambiloto, daun dewa, jintan hitam, pegagan, jamur lingzhi, dll. Tidak hanya mengobati atau menurunkan darah tinggi. Obat herbal darah tinggi ini juga bisa mencegah dan mengobati stroke dan sakit jantung.

Widoyo Laksono (42), warga Yogyakarta menyatakan ia pernah menderita darah tinggi hingga 190/100 mmHg. Ya, sakit kepala yang sangat berat. Walaupun ia periksa dokter, tetapi kemudian ia memilih obat herbal Kapsul Herbal Hipertency. Setelah mengonsumsi obat herbal selama dua bulan, tensi darahnya turun menjadi 130/80 mmHg.

Obat Darah Tinggi Alami:

Untuk membuat sendiri obat darah tinggi alami, Anda bisa menggunakan tanaman obat yang banyak tumbuh di lingkungan rumah Anda. Misalnya daun seledri, bawang putih, buah mengkudu, alpukat, buah kersen, semangka, kentang, buncis, belimbing wuluh, dsb.

Anda bisa memilih mana yang cocok. Bisa Anda konsumsi langsung, dibuat jus, dibuat jamu, atau lainnya. Jika tensi darah sudah turun, Anda bisa mengurangi konsumsi obat herbal buatan pabrik atau buatan sendiri secara tradisional.

Selain untuk mengobati, obat herbal dan obat alami darah tinggi bisa Anda minum sebagai pencegahan. Tentu saja, minumnya tidak harus tiap hari seperti saat Anda masih menderita sakit darah tinggi dan ingin menyembuhkan atau menurunkannya.

Ya, obat herbal dan obat alami ini bebas dari efek samping. Asal minumnya tidak berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik.

Demikian artikel mengenai Jangan Hanya Mengandalkan Obat Penurun Tekanan Darah Tinggi untuk menurunkan hipertensi Anda. Lengkapi dengan metode penurunan darah tinggi lainnya sehingga penyembuhan bisa berlangsung efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *