Pengobatan Tradisional, Cara Paling Aman Membuat Tubuh Selalu Sehat

Diposting pada

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Bina Kesehatan Komunitas kini mulai menyosialisasikan pengobatan tradisional. Yakni, cara mengobati atau menyembuhkan penyakit dengan menggunakan bahan-bahan tradisional atau bahan alami. Misalnya, minum jamu temu lawak, kunyit, kencur, dsb.

dr Yuniati Sitomurang, Kasub Direktorat Bina Upaya Kesehatan Tradisional Kemeterian Kesehatan mengatakan sosialisi pengobatan tradisional dilakukan supaya masyarakat tidak tergantung pada obat kimiawi yang memiliki efek samping.

Untuk mengobati penyakit-penyakit ringan, misalnya, masyarakat bisa memanfaatkan cara pengobatan tradisional. Bahan pengobatan tradisional bisa diusahakan sendiri, baik secara individu atau secara bersama-sama dalam satu komunitas atau kelompok. Misalnya di satu RT atau satu RW.

Warga, khususnya ibu-ibu, bisa aktif mengembangkan tanaman obat sebagai bahan pengobatan. Menanam tanaman obat bisa dilakukan di pekarangan atau tanah-tanah kosong.

Dengan memiliki berbagai tanaman obat, warga bisa memanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit jika mereka sakit. Misalnya sakit batuk, bisa mengonsumsi jus jeruk nipis. Sakit maag, bisa mengonsumsi jamu kunyit. Atau penyakit asma dengan minum ramuan temulawak.

Tentu saja, pengobatan secara tradisional seperti itu sangat mudah dan murah. Warga tidak usah membeli obat ke apotek yang harganya bisa mahal. Selain itu, dengan obat tradisional dari tanaman obat yang mereka tanam, mereka bisa mendapatkan penyembuhan dengan cepat.

Baca Juga: Cara Mengecilkan Paha dalam 3 Hari Saja

Banyak orang menderita sakit agak berat karena malas pergi berobat ke puskesmas, klinik atau dokter. Ketika penyakitnya masih ringan, mereka tidak segera berobat. Mereka baru berobat ketika sakitnya sudah agak parah. Ya, pengobatannya tidak mudah.

pengobatan tradisional
(sumber:herbalink.id)

Banyak Orang Sakit karena Tidak Tahu Cara Menghindarinya – Pengobatan Tradisional

Jika cara pengobatan tradisional bisa dikembangkan dengan baik, derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat. Tingkat kesehatan masyarakat bisa lebih baik. Jumlah warga sakit bisa dikurangi atau ditekan jumlahnya.

Apalagi, kelompok kesehatan di tingkat RT atau RW juga aktif memberikan penyuluhan atau sosialisasi tentang cara hidup sehat, pola makan yang baik dan berbagai pengetahuan kesehatan lainnya.

Banyak orang menderita sakit karena ketidaktahuannya tentang kesehatan. Mereka menganggap cara hidupnya sudah benar dan sehat. Padahal, apa yang dilakukan itu bisa menyebabkan sakit.

Contohnya saya punya saudara. Ia menderita darah tinggi yang sudah agak berat. Saya sarankan agar dia tidak mengonsumsi makanan-makanan yang menyebabkan darah tinggi. Sebaliknya, selalu mengonsumsi makanan penurun darah tinggi.

Dia pun menjawab sudah melaksanakan hal itu. Misalnya, ketika mengonsumsi telur ayam, dia ambil yang kuning. Bagian yang putih dia berikan kepada istrinya.

Tentu saja, itu cara yang salah. Bagi penderita darah tinggi, kuning telur adalah makanan yang harus dihindari. Demikian pula jeroan ayam atau hewan ternak lainnya, kulit ayam, makanan tinggi garam, makanan minuman yang sangat manis (tinggi gula), dsb.

Saya menderita sakit darah tinggi juga akibat ketidaktahuan saya mengenai sakit hipertensi (darah tinggi). Pada tahap awal, dokter langganan sudah mengingatkan saya untuk hati-hati karena punya potensi sakit darah tinggi.

Saya tidak mengembangkan lebih lanjut terhadap apa yang disampaikan oleh dokter. Apalagi, waktu itu penggunaan internet belum berkembang luas. Saya hanya minta obat kepada dokter untuk saya konsumsi.

Ketika obat habis, penyakit darah tinggi masih tetap bertengger. Belum sembuh juga. Saya pun kembali datang ke dokter. Diperiksa dan diberi obat. Tensi darah saya pernah mencapai 190/110 mmHg.

“Untung Bapak tidak kena stroke,” kata dokter BPJS langganan saat memeriksa tekanan darah darah saya.

Dengan meningkatnya pengetahuan saya mengenai hipertensi atau darah tinggi, sudah dua tahun belakangan ini tensi darah saya selalu normal. Meskipun saya jarang minum obat darah tinggi.

Kini, saya mulai rajin mengonsumsi obat herbal yang dibuat tanpa campuran kimia. Saya ketika periksa dokter dan meminta diberi obat antihipertensi awal bulan Mei 2018, dokter bilang “Apa perlu”.

Saya jawab, “Ya, terserah dokter, mana yang terbaik”. Akhirnya dokter menuliskan resep untuk pembelian obat darah tinggi saya.

Kunci Sukses Menurunkan Darah Tinggi Adalah Diet. Apa Maksudnya Diet?

Kunci menurunkan tekanan darah tinggi adalah diet. Yaitu, menghindari makanan minuman penyebab darah tinggi. Banyak makanan minuman yang harus dihindari oleh penderita darah tinggi.

Jangan hanya mengandalkan obat darah tinggi, tetapi tidak bersedia diet. Ini berbahaya. Anda rajin mengonsumsi obat tetapi sering mengonsumsi makanan minuman penyebab darah tinggi, ya konsumsi obat bisa percuma.

Saya punya dua teman yang juga menderita darah tinggi. Ke mana-mana, mereka bawa obat. Makan sesukanya. Tak ada yang dihindari. Begitu mengonsumsi makanan larangan, mereka langsung minum obat darah tinggi.

Hasilnya? Kedua sudah berpulang ke Rahmatullah dalam usia setengah baya. Belum tua karena baru berusia 50-an tahun.

Selain diet, ya mengonsumsi obat tradisional. Yang terbaik Anda bergabung bersama dalam kelompok RT atau RW. Syukur di wilayah RT atau RW Anda ada dokter, bidan, perawat atau tenaga mesia lainnya yang bersedia menggerakkan aktivitas kelompok kesehatan.

Aktivitas kelompok kesehatan akan berjalan baik. Masyarakat bisa memahami dan selalu menjalani cara hidup sehat. Berbagai aktivitas kelompok berjalan maksimal, termasuk menanam tanaman obat dan penyuluhan tentang hidup sehat.

Baca Juga: 33 Makanan Penyebab Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Obat herbal produksi perusahaan obat (farmasi) atau UMKM juga bisa menjadi pilihan terbaik jika Anda tidak ingin repot. Selain aman dari efek samping, harga obat herbal umumnya tidak mahal. Baik sebagai pengobatan atau pencegahan penyakit.

Contoh 10 Obat Tradisional untuk Berbagai Macam Penyakit

Berikut ini 10 contoh obat tradisional seperti dilansir oleh rekarintavintoko.blogspot.co.id, yaitu:

1. Jahe untuk obat kompres, sakit perut, liver, demam, gigitan ular atau serangga, kesleo, batuk dan penghangat badan.

2. Kencur untuk obat batuk, tenggorokan, melancarkan haid, masuk angin dan mual-mual.

3. Temulawak untuk obat penurun panas, liver, melancarkan peredaran darah, menambah nafsu makan, malaria, demam, asma, ambeien dan meningkatkan stamina.

4. Kunyit/kunir bisa mengobati mencret, memperlancar ASI, mengobati eksim/borok, anti serangga, demam dan kembung.

5. Bawang putih, pengobatan tradisipnal untuk penyakit jantung koroner, darah tinggi, kolesterol, keputihan, penyakit cacing pita, dan gigitan serangga.

5. Bawang merah untuk obat masuk angin, mual-mual, perut kembung, dan melancarkan haid.

6. Lengkuas/laos berkhasiat menyembuhkan batuk, sariawan, panu, rematik, kurap, sakit kepala, nyeri dada, dan memperbaiki pencernaan.

7. Temu hitam/temu ireng untuk obat sesak napas, cacingan, batuk, perut mulas, sariawan, penyakit kulit, dsb.

8. Kunyit putih berkhasiat mengobati liver, diabetes, keputihan, asam urat, kolesterol, perut kembung, tekanan darah tinggi, dsb.

Baca Juga: 17 Manfaat Buah Kersen: Menyembuhkan Sakit Diabetes, Asam Urat

9. Belimbing wuluh bisa mengobati sakit gondongan, jerawat, pegal linu, sakit gigi, sariawan dan batuk.

10. Daun jambu biji untuk mengobati diabetes mellitus, diare, maag, masuk angin, prolapsisani, sariawan, sakit kulit dan luka bakar.

Demikian artikel mengenai obat tradisional untuk berbagai penyakit. Anda juga bisa memilih obat herbal yang sudah jadi buatan pabrik obat atau UMKM. Sehatfisik.com berharap Anda selalu sehay.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *