Connect with us

Hipertensi

Penyebab Hipertensi dan Cara Mengobatinya

Published

on

SEBENARNYA banyak penyebab terjadinya hipertensi atau darah tinggi. Tetapi, untuk menentukan apa penyebab hipertensi yang Anda derita tidak mudah. Bahkan, 90% kasus hipertensi tak bisa dipastikan penyebabnya.

Anda hanya bisa mengenali gejala atau tanda-tanda hipertensi. Itu pun tidak semua penderita mengalami gejala yang sama. Ada juga penderira sakit hipertensi yang tidak merasakan gejala tertentu.

Tahu-tahu, ia jatuh sakit. Ketika periksa ke dokter, barulah dia diketahui telah menderita penyakit hipertensi. Bahkan, ia juga sudah menderita stroke akibat hipertensinya yang tidak diobati.

Ya, karena memang ia tidak tahu bahwa dirinya menderita darah tinggi. Penderita merasa selalu sehat sehingga tidak pernah pergi ke dokter.

Padahal, sesungguhnya ia telah lama menderita sakit hipertensi atau darah tinggi. Hanya ia tidak merasakan hal-hal yang aneh, seperti leher belakang atau tengkuk sakit. Dia juga tidak pernah merasakan sakit kepala.

Mengapa demikian? Itulah penyakit hipertensi yang tanpa gejala atau tanda-tanda khusus (hipertensi primer). Salah satu penderita adalah teman saya di Yogyakarta. Hanya sedikit penderita hipertensi yang merasakan tanda-tanda atau ciri-cirinya (hipertensi sekunder).

Cek Tensi Darah Anda Sebelum Terkena Penyakit Hipertensi

cek hipertensicek tensi darah dengan alat ukur hipertensi digital (sumber:anjaniputri.com)

Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengecek tekanan darah Anda sekarang juga. Meskipun Anda tidak merasakan sakit apa pun atau Anda merasa sehat.

Cek tensi darah diperlukan untuk memastikan apakah diri Anda sehat atau telah menderita darah tinggi. Seseorang dikatakan menderita hipertensi atau darah tinggi apabila kadar tensi darahnya 140/90 mmHg atau lebih.

Tensi darah normal adalah 120/80 mmHg atau kurang. Tensi darah antara 121/85 hingga 139/90 mmHg adalah prahipertensi.

Berapa tensi darah Anda? Apakah tensi darah Anda normal atau Anda telah menderita hipertensi atau darah tinggi?

Ya, Anda harus cek di puskesmas, rumah sakit atau klinik. Cek tensi sangat penting terutama jika usia Anda lebih dari 40 tahun. Makin bertambah usia makin berisiko kena penyakit hipertensi.

Dengan mengetahui kadar tensi darah, Anda bisa segera mengobati jika ternyata dari hasil pemeriksaan diketahui tensi darah Anda tinggi. Ini sangat penting.

Atau, jika tensi darah Anda pada posisi pre-hipertensi, Anda bisa segera melakukan pengobatan dan terapi untuk mencegah terjadinya sakit darah tinggi. Pendek kata, Anda jangan sampai terlambat mengenai kemungkinan Anda terkena penyakit darah tinggi.

Sebab, keterlambatan mengobati penyakit darah tinggi bisa berakibat Anda kena stroke. Kalau Anda sudah terkena stroke, huuhh… jangan tanya seperti apa penderitaannya. Sangat memprihatinkan dan menyedihkan.

Apalagi, jika Anda harus menggunakan kursi roda karena Anda mengalami kelumpuhan di sebagian anggota badan akibat sakit stroke. Anggota keluarga juga ikut repot karena harus selalu menyertai Anda.

Maka, langkah terbaik adalah cek tensi Anda sekarang. Setelah itu, Anda cek berkala atau periodik sesuai dengan kebutuhan. Yang lebih penting lagi adalah mencegah terjadinya penyebab darah tinggi atau hipertensi.

8 Penyebab Terjadinya Hipertensi

minum alkoholbanyak minum alkohol berisiko sakit hipertensi, bahkan stroke (sumber.kompas.com)

Apa penyebab hipertensi? 

Meskipun untuk menentukan penyebab seseorang terkena hipertensi tidak mudah, secara umum bisa dikatakan ada 8 penyebab yang membuat seseorang berisiko mudah kena hipertensi. Ke-8 penyebab darah tinggi itu adalah:

1. Usia Lanjut. Bagi Anda yang telah berusia lanjut sebaiknya hati-hati mengonsumsi makanan penyebab hipertensi. Sebab, Anda punya risiko mudah terkena penyakit hipertensi. Selain faktor makanan, Anda juga perlu menerapkan pola hidup sehat.

2. Keturunan. Jika Anda punya orang tua yang menderita darah tinggi, Anda berpotensi terkena sakit hipertensi. Ya, ini adalah faktor keturunan. Tetapi, risiko itu bisa dicegah jika Anda menjalani pola hidup sehat.

3. Terlalu Gemuk. Jika fisik Anda terlalu gemuk atau mengalami obesitas, juga punya risiko bisa terkena hipertensi. Maka, turunkan berat badan menjadi berat badan yang ideal.

Banyak cara bisa Anda lakukan untuk menurunkan berat badan. Yang penting adalah kemauan untuk diet. Ya, lakukan diet untuk menurunkan berat badan.

4. Suka Merokok. Hati-hati jika Anda perokok berat. Anda punya risiko terkena penyakit hipertensi. Bahkan, juga bisa terkena sakit jantung atau paru-paru. Suka merokok adalah gaya hidup tidak sehat. Anda jangan cuek dengan kenyataan ini.

5. Malas Olahraga. Jika tidak bisa melakukan olahraga berat, ya lakukan olahraga ringan. Yang penting Anda bisa selalu sehat. Senam, jogging, jalan kaki cepat, bersepeda bisa Anda pilih untuk membuat tubuh Anda selalu sehat. Tidak dihinggapi penyakit darah tinggi.

6. Suka Alkohol. Ini juga gaya hidup yang tidak sehat. Apalagi sampai mabuk-mabukan. Wooww.. Saya punya tetangga yang suka mabuk-mabukan dengan mengonsumsi alkohol saat masih muda.

Pada usia setengah baya, ia menderita penyakit darah tinggi. Bahkan, akhirnya ia terkena stroke. Sepuluh tahun ia hanya hidup di atas tempat tidur. Aduhhh.. kasihan dia.

7. Makanan Penyebab Hipertensi. Hindari konsumsi makanan penyebab hipertensi. Banyak makanan yang membuat Anda terkena darah tinggi. Misalnya, makanan banyak garam, santan kelapa, daging kambing, jeroan, makanan minuman banyak gula, kuning telur, telur burung puyuh, dsb.

8. Sering Stres. Hindari stres. Sering stres bisa membuat Anda terkena penyakit hipertensi. Lakukan hobi, olahraga, rekreasi, berpikir santai, dsb untuk mencegah penyakit darah tinggi.

Cara Mengobati Hipertensi atau Darah Tinggi

obat darah tinggitekherbalww.comobat herbal hipertensi berupa kapsul (sumber: apotikherbal.web.id)

Bagaimana cara mengobati penyakit hipertensi?

Jika sudah dipastikan Anda menderita sakit darah tinggi atau hipertensi, banyak cara mengobati hipertensi yang bisa Anda lakukan. Anda bisa periksa ke dokter dan nantinya akan mendapatkan obat hipertensi yang fungsinya untuk menurunkan tekanan darah tinggi Anda.

Bisa juga dengan meminum obat herbal hipertensi, baik dengan membeli obat jadi di toko-toko obat herbal atau membuat sendiri. Banyak obat herbal hipertensi dijual secara online.

Cara lain dengan membuat sendiri obat hipertensi menggunakan bahan tanaman obat. Misalnya, buah mengkudu, mentimun, daun seledri, bawang putih, daun salam, dsb.

Tetapi, berdasarkan pengalaman saya tentang cara mengobati hipertensi, selain minum obat, Anda harus menghindari konsumsi makanan penyebab hipertensi. Meskipun Anda minum obat, tetapi kalau tiap hari selalu mengonsumsi makanan pantangan hipertensi, ya… minum obat bisa dikatakan percuma.

Pengaruh obat akan tergerus oleh makanan pantangan yang Anda konsumsi. Ya, obat hampir tidak berfungsi. Maka, diet hipertensi menjadi sangat penting bagi Anda untuk membuat tekanan darah Anda selalu normal.

Intinya, ada tiga hal pokok yang harus Anda jalankan untuk menurunkan hipertensi atau darah tinggi dengan cepat.Tekanan darah tinggi akan menjadi normal dan Anda selalu sehat.

Pertama, hindari makanan penyebab hipertensi. Kedua, olahraga teratur. Ketiga adalah minum obat hipertensi, obat farmasi atau obat herbal hipertensi.

Jika Anda sudah terampil mengatasi penyakit darah tinggi, Anda bisa sembuh dari hipertensi tanpa obat. Caranya, ya dengan menjalankan pola hidup sehat.

Sekian artikel mengenai Penyebab Hipertensi dan Cara Mengobatinya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Jika artikel ini bermanfaat, bagikan ke teman, saudara dan relasi Anda. Terima kasih atas amal baiknya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




DISCLAIMER

Semua tips dan cara yang dimuat di blog Sehatfisik.com ini hanya merupakan informasi dan pengetahuan berdasarkan pengalaman penulis atau orang lain. Tidak
memiliki tujuan mengganti saran dan obat dari dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan tips-tips yang dimuat di blog ini.
Terima Kasih.