Connect with us

Asam Urat

Singkong untuk Obat Rematik – Cara Mudah dan Murah Menyembuhkan Rematik

Published

on

ANDA punya penyakit rematik dan suka kambuh? Gunakan saja bahan penyembuhan dari singkong. Singkong untuk obat rematik sangat baik. Banyak orang bisa menyembuhkannya dengan memanfaatkan bahan makanan tradisional ini.

Selain mudah mendapatkannya, harga singkong juga sangat murah. Jangankan di desa, di kota-kota pun mencari singkong sangat mudah. Di pasar tradisional, pasar tiban, bahkan di swalayan, Anda bisa menemukan singkong.

Singkong (manihot utilissima) atau umbi kayu memang dikenal sebagai konsumsi masyarakat kelas bawah karena harganya yang murah. Tetapi, singkong sebenarnya juga bisa diolah sebagai makanan yang lebih modern dan layak disajikan pada masyarakat menengah ataupun atas.

Tetapi, seperti tanaman pangan lainnya, singkong juga berkhasiat obat, terutama pada daun dan batangnya. Keduanya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi suatu penyakit. Misalnya untuk mengobati rematik.

Rematik atau rheumatoid arthritis (RA) adalah peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Penyakit rematik bisa menyerang hampir semua sendi. Yang paling sering diserang adalah sendi pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut dan engkel kaki.

Kata ahli herbal, Ning Harmanto, singkong punya kandungan zat antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah nafsu makan.

Tetapi, selain mengobatik penyakit rematik, Anda juga perlu menghindari makanan penyebab rematik. Setidaknya ada 20 makanan penyebab rematik kambuh jika ada masih mengonsumsinya.

Cara Membuat Ramuan Singkong untuk Obat Rematik

singkong untuk obat rematik

olahan daun singkong untuk rematik (foto:selererasa.com)

Dalam singkong juga terkandung asam animo yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang, termasuk menyembuhkan sakit sendi atau rematik dan asam urat.

Dari hasil penelitian ahli farmakognosi, singkong juga bisa untuk menyembuhkan sakit kepala, luka, demam, desentri, cacingan, rabun senja, bahkan bisa untuk meningkatkan “kemesraan” bagi suami istri.

Secara rinci tentang kandungan umbi singkong, daun singkong dan kulit singkong adalah sebagai berikut:

Kandungan zat dalam umbi singkong antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C.

Kandungan zat dalam daun singkong adalah Vitamin A, B1, C, kalori, fosfor, kalsium, lemak, protein, karbohidrat, dan zat besi.

Kulit singkong mengandung tannin, kalsium oksalat, enzim peroksidase dan glikosida.

Dengan demikian, Anda yang punya penyakit rematik, perlu mencoba khasiat singkong untuk menyembuhkan sakit Anda. Lakukan cara itu tiap hari sampai rematik Anda sembuh.

Bagaimana cara memanfaatkan singkong sebagai obat rematik tradisional yang efektif untuk menyembuhkan sakit Anda? Berikut ini contoh resep pengolahan batang singkong untuk obat rematik.

a. Pemakaian dalam dengan cara diminum

Siapkan satu batang singkong 100 gram, satu batang sereh, dan 15 gram jahe.

Rebuslah bahan-bahan tersebut dengan menggunakan air secukupnya atau 1000 cc sampai mendidih hingga tersisa 400 cc air.

Ambil airnya dan saring sehingga bisa mendapatkan air rebusan yang siap Anda minum. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore. Masing-masing 200 cc.

Kalau Anda tidak punya gelas untuk mengukur volume air rebusan, ya kira-kra aja.

b. Pemakaian luar dengan cara dioleskan

Anda siapkan 5 lembar daun singkong, 15 gram jahe merah dan kapur sirih secukupnya.

Semua bahan dihaluskan, misalnya ditumbuk, dengan ditambah air secukupnya.

Hasilnya bisa Anda oleskan pada bagian sendi yang sakit.

Ini adalah salah satu contoh resep penyembuhan rematik dengan menggunakan bahan tanaman singkong atau ubi kayu, terutama untuk daun dan batangnya. Anda bisa juga menggunakan resep lain seperti terlihat dalam video di bawah ini.

Tetapi, jika Anda ingin praktis dan tidak repot, Anda bisa mengonsumsi obat herbal rematik. Anda bisa pilih salah satunya. Baca selengkapnya informasi mengenai 20 obat herbal rematik dan pilih harga yang cocok.

3. Untuk Menyembuhkan Demam

Selain untuk menyembuhkan penyakit rematik, Anda juga bisa menggunakan batang singkong atau ketela pohon untuk menyembuhkan demam. Caranya sangat mudah, yaitu:

Siapkan 1 potong batang ubi kayu.

Selanjutkan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

Air rebusan disaring menggunakan alat penyaring untuk kemudian airnya Anda minum.

Tiap hari minum air rebusan batang singkok 2 kali, pagi dan sore hari.

Singkong Kuning Kaya Vitamin A

Tidak hanya daun dan batangnya, umbi singkong juga kaya vitamin yang bisa membuat Anda yang mengonsumsinya menjadi sehat. Singkong juga kaya karbohidrat. Tiap 100 gram singkong mengandung karbohidrat 146-157 kkl. Cukup tinggi sehingga singkong bisa dijadikan sebagai pengganti nasi beras.

Jadi, singkong bukan makanan rendahan. Sama seperti jagung, singkong juga bisa digunakan sebagai variasi makanan utama. Meskipun tidak tiap hari. Hanya saja, variasi olahannya perlu diperbanyak sehingga bisa lebih menarik, mengundang selera, dan lebih enak (lezat).

Umbi singkong warna kuning juga bisa dijadikan sarana untuk kesehatan. Misalnya kesehatan mata, kulit, dan rambut. Sebab, singkong kuning kaya vitamin A. Tiap 100 gram singkong mengandung vitamin A 385 SI.

Ya, jika Anda bisa memvariasi masakan umbi singkong, maka olahan singkong akan tampil menarik dan lezat. Di Salatiga, Jawa Tengah, ada penjual singkong keju yang laris manis dan tiap hari diserbu. Bahkan, pembeli harus antre.

Jika Anda kebetulan lewat Kota Salatiga, bisa menyempatkan diri ikut menikmatinya. Makanan tradisional bertabur keju.

Demikian pula daun singkong, bisa dimasak dengan berbagai resep yang sangat lezat. Misalnya dibuat gulai singkong. Pernah mencoba? Ya, coba saja. Makanan lezat sekaligus menyehatkan.

Demikian artikel mengenai Singkong untuk Obat Rematik, Cara Mudah Menyembuhkan Rematik. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




DISCLAIMER

Semua tips dan cara yang dimuat di blog Sehatfisik.com ini hanya merupakan informasi dan pengetahuan berdasarkan pengalaman penulis atau orang lain. Tidak
memiliki tujuan mengganti saran dan obat dari dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan tips-tips yang dimuat di blog ini.
Terima Kasih.