Connect with us

Diet Sehat

Tekanan Darah Normal Menurut WHO, Berapa Tensi Anda?

Published

on

TEKANAN  darah normal menurut WHO adalah salah satu patokan untuk menentukan sehat tidaknya tensi Anda. WHO adalah organisasi kesehatan dunia sehingga berkompeten  membuat berbagai aturan tentang kesehatan.

Di antaranya mengenai tekanan darah tinggi (hipertensi). Siapa pun perlu mengetahui tensi darahnya. Apalagi, untuk Anda warga Indonesia. Mengapa? Karena penderita darah tinggi di Indonesia cukup tinggi.

Mengetahui tensi darah sangat penting. Dengan itu Anda bisa tahu diri Anda sehat atau tidak. Tensi darahnya normal, tinggi atau rendah.

Banyak orang menderita stroke karena tidak pernah mengecek tekanan darahnya. Mereka menganggap dirinya sehat. Lalu, mengonsumsi makanan sesukanya. Ya, makanan apa saja yang menjadi favoritnya karena dianggap lezat.

Padahal, sesungguhnya tekanan darah mereka sudah tinggi akibat makanan yang mereka konsumsi. Tetapi, karena mereka tidak pernah mengecek atau mengukur tensi darahnya, ya mereka tidak tahu bahwa tensinya tinggi.

Apalagi, tidak ada tanda-tanda atau gejala apa pun pada dirinya. Mereka tidak pernah merasa pusing, tengkuknya tidak pernah kencang, dsb.

Pokoknya, mereka selalu merasa sehat. Mereka pun tidak memiliki makanan pantangan. Mereka mengonsumsi makanan apa saja yang diingini.

Mereka baru sadar bahwa dirinya menderita darah tinggi ketika jatuh sakit. Saat periksa dokter, diketahui tensi darahnya sampai 175/100 mmHg. Ini berarti tekanan darahnya jauh di atas normal. Dan, itulah sebabnya mereka jatuh sakit.

Ada cara khusus bagi wanita yang juga ingin tensi darahnya selalu normal. Wanita hamil harus lebih hati-hayi biar tidak kena darah tinggi. Darah tinggi pada wanita hamil bisa mrnyebabkan kerusakan ginjal.

tekanan darah normal menurut who

cek tekanan darah (sumber:palingtahu.com)

Tekanan Darah Normal Menurut WHO: Cek Tensi Darah Sejak Usia 20 Tahun

Cara terbaik untuk menghindari tensi darah tinggi adalah selalu menjaga agar tensi darah Anda bisa normal. Jika diketahui naik, Anda harus segera menurunkan darah tinggi. Yaitu, mengembalikan supaya tensi Anda tetap dalam posisi tensi darah normal.

Cara menurunkan tensi ketika masih di bawah 140/90 mmHg tidak sulit. Sebab, tensi darah Anda belum tergolong tinggi. atau belum dikategorikan hipertensi. Tensi Anda baru tahap prahipertensi atau pradarah tinggi, yaitu 121/80 – 139/89.

Adapun tekanan darah normal menurut WHO adalah tidak lebih dari 120/90 mmHg. Jika lebih tinggi dari itu, ya Anda harus hati-hati.

Tekanan darah tinggi adalah 140/90 – 159/99 mmHg. Ini tensi darah tinggi tahap I. Tekanan darah tinggi tahap II adalah 160/100 – 179/109 mmHg.

Untuk tensi darah tinggi tahap III adalah lebih dari 180/110 mmHg. Kondisi ini sangat rentan terkena sakit stroke.

Saya pernah punya tekanan darah tinggi hingga 190/110 mmHg. Yaitu, ketika naik haji tahun 2013. Mungkin akibat stres menyiapkan diri untuk berhaji.

Dokter yang memeriksa saya pada tahun 2016 bertanya berapa tensi darah tinggi yang pernah saya alami. Saya jawab 190/110. Dokter pun spontan berkomentar, “Untung Anda tidak stroke”.

Saya pun menjawab, “Alhamdulillah”.

Maka, cara terbaik untuk menghindarkan diri dari darah tinggi adalah cek tensi darah. Sejak kapan? Sejak usia 20 tahun.

Datang ke puskesmas, klinik, rumah bersalin atau rumah sakit. Anda minta dicek tensi darahnya. Ada rumah sakit dan klinik yang memberikan layanan gratis untuk cek tensi darah.

Jika hasilnya adalah tensi darah normal, ceking berikurnya bisa dilakukan 2 – 4 tahun sekali. Kalau tensi Anda dalam kategori prahipertensi, Anda sebaiknya cek satu tahun sekali. Jika sudah terkena darah tinggi, ya Anda perlu konsultasi dengan dokter.

Anda juga bisa memiliki alat tensi sendiri sehingga bisa cek tensi setiap saat. Anda bisa cek sendiri di rumah. Macam-macam jenis alat cek darah tinggi sesuai dengan keinginan.

Yang penting, Anda harus tahu tensi darah Anda. Apakah tensi normal, pra-hipertensi atau sudah darah tinggi (hipertensi). Atau malah di bawah normal (hipotensi).

12 Cara Praktis Membuat Tensi Darah Anda Selalu Normal

Ya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Mencegah lebih mudah daripada mengobati. Ya, lakukan itu untuk tekanan darah Anda biar Anda selalu sehat. Anda bisa selalu memiliki tensi darah normal.

Penderita darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Sebagian berujung ke stroke dan sebagian lain meninggal karena tensinya tinggi.

Oleh karena itu, jangan biarkan tensi darah Anda menjadi tinggi dalam waktu lama. Usahakan tensi darah selalu normal. Gunakan standar tekanan darah normal menurut WHO sebagai patokan untuk menyatakan diri Anda sehat.

Sebenarnya ada banyak cara untuk mempertahankan tensi darah Anda selalu dalam posisi normal. Tetapi, di sini hanya akan disebutkan 10 saja. Jika Anda bisa menjalani semuanya dengan baik, Anda akan selalu sehat.

Anda tidak akan terkena stroke atau sakit jantung koroner. Ya, yang penting sakit darah tinggi jangan dianggap sepele (ringan). Jika sekarang belum tahu berapa tensi darah Anda, segera cek.

tensi darah normal

makanan tinggi garam (sumber:jantungstroke.com)

Daftar 12 Tips Membuat Tensi Darah Selalu Normal:

1. Hindari makanan dengan tinggi garam (sodium). Kebanyakan masakan, terutama di restoran dan rumah makan, adalah tinggi garam. Maka, usahakan tidak terlalu sering makan di rumah makan dan restoran.

Berbagai roti juga mengandung garam (sodium) tinggi. Tetapi, umumnya kita tidak menyadari hal itu karena bercampur dengan bahan lain sehingga rasa asin tidak terasa tinggi. Meskipun tambahan garamnya banyak.

2. Makanan dan buah dalam kaleng. Umumnya makanan dan buah dalam menggunakan bahan pengawet, termasuk penggunaan garam yang tinggi. Anda sebaiknya membaca label dalam kemasan. Jika penggunaan sodium lebih 20%, jangan dipilih.

3. Hindari makanan berlemak tinggi. Daging berlemak tinggi seperti daging sapi, kambing atau lainnya harus Anda hindari. Terutama jika tensi darah Anda sering dalam posisi tinggi.

4. Hindari makanan banyak gula (manis), termasuk minuman manis. Contohnya, sirup, permen, kue kering, kue basah, minuman manis, roti, dll.

5. Minuman/makanan yang mengandung kafein juga harus dihindari atau kurangi. Misalnya, kakao, kopi, atau minuman ringan lainnya.

6. Aneka gorengan karena umumnya menggunakan minyak yang tidak sehat. Apalagi, minyak digunakan sampai beberapa kali. Hasilnya, aneka gorengan yang mudah mendatangkan darah tinggi.

7. Perbanyak mengonsumsi banyak buah, sayur, dan makanan sehat lainnya. Sediakan banyak buah di kulkas atau meja makan biar Anda sering mengonsumsinya. Begitu juga sayuran dan ikan.

8. Hindari merokok dan minum alkohol.

9. Perbanyak minum air putih, setidaknya 2 liter atau enam gelas per hari.

10. Hindari stres. Ya, usahakan selalu bisa menahan diri sehingga tidak stres. Sebab, stres akan membuat tensi darah Anda mudah naik.

11. Sering-seringlah minum obat herbal atau tradisional darah tinggi. Banyak tumbuhan berkhasiat menurunkan darah tinggi. Ini cara aman untuk menghindari penyakit darah tinggi. Jika malas membuat obat tradisional dari tumbuhan, bisa mengonsumsi obat herbal darah tinggi yang sudah jadi.

12. Melakukan olahraga rutin setiap hari. Setidaknya empat hari dalam satu minggu. Pilih jenos olahraga yang mudah tetapi menyehatkan. Atau perbanyak kegiatan fisik lainnya.

51% Penderita Darah Tinggi Kena Stroke

Ya, Anda harus mencegah terjadinya darah tinggi. Penyakit darah tinggi yang tidak diobati dengan baik bisa menyebabkan stroke (51%), sakit jantung koroner (45%), diabetes, gagal ginjal dan kebutaan.

Tentu saja, Anda tidak ingin terkena darah tinggi. Jika telah terkena darah tinggi, Anda harus segera menurunkannya. Selain itu, juga mengusahakan agar tekanan darah Anda selalu normal sesuai dengan standar WHO. Atau tekanan darah normal menurut WHO.

Demikian artikel mengenai tekanan darah normal menurut WHO. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *




DISCLAIMER

Semua tips dan cara yang dimuat di blog Sehatfisik.com ini hanya merupakan informasi dan pengetahuan berdasarkan pengalaman penulis atau orang lain. Tidak
memiliki tujuan mengganti saran dan obat dari dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan tips-tips yang dimuat di blog ini.
Terima Kasih.