Ukuran Tensi Darah Tinggi – Hati-hati Anak Muda Bisa Kena Hipertensi

TEKANAN darah tinggi tidak hanya dialami orang dewasa dan orang tua. Anak muda juga bisa terkena penyakit darah tinggi. Berapa ukuran tensi darah tinggi untuk remaja, dewasa dan orang tua?

Ya, Anda perlu mengetahui kondisi tensi darah sehingga bisa bersiap diri untuk mencegah jika ternyata Anda telah menderita penyakit darah tinggi. Ini adalah sangat penting karena banyak orang tidak siap untuk menghadapi darah tinggi.

Apalagi, banyak orang terkena darah tiggi tanpa gejala. Mereka selalu merasa sehat. Mereka tidak pernah periksa dokter dan juga tidak pernah mengukur tekanan darahnya.

Padahal, sesungguhnya tensi darah mereka telah naik tinggi. Mereka telah menderita darah tinggi berbulan-bulan lamanya. Karena tidak mengetahui bahwa dirinya terkena penyakit darah tinggi, mereka tidak pernah pergi ke dokter. Tidak pernah minum obat untuk menurunkan tensi darah mereka.

Mereka baru merasakan ada tanda-tanda sakit ketika tensi darahnya telah sangat tinggi. Bahkan, mereka telah terkena stroke sebagai akibat darah tingginya tidak diobati.

Tetangga saya, Syamsu Huda bercerita bahwa ayahnya menderita stroke dan harus dirawat di rumah sakit. Selama ini ayahnya selalu merasa sehat. Tidak pernah punya keluhan sakit.

Eh, pulang dari kerja ayahnya merasakan badannya tidak sehat. Ketika dibawa ke dokter, ternyata ayahnya yang 59 tahun itu dinyatakan menderita stroke.

Saya pun bertanya, apakah selama ini ayah kamu tidak pernah periksa dokter?

Jawab Syamsu, “Tidak. Sebab, selama ini meresa sehat.”

Ya, itulah pangkal persoalan. Ayah Syamsu selalu merasa sehat sehingga tidak pernah periksa dokter. Ini adalah sikap salah kaprah. Banyak orang yang bersikap seperti itu. Mereka tidak tahu bahwa kebanyakan sakit hipertensi itu tanpa gejala.

Penyakit seperti itu justru berbahaya. Banyak orang menderita darah tinggi tetapi tak diobati. Bukan karena enggan minum obat untuk darah tinggi, tetapi mereka tidak tahu bahwa dirinya menderita darah tinggi akibat tidak pernah periksa dokter atau tidak pernah cek tekanan darah.

Sebaiknya Periksa Tensi Darah Sejak Usia Muda

tensi darah tinggicek tekanan tensi untuk anak (copy: dvidshub.net)

Tensu saja, sikap terbaik untuk menghindari stroke adalah memeriksakan tensi darah sejak dini. Bukan periksa tekanan darah setelah jatuh sakit.

Ya, kalau sakitnya masih ringan dan darah tingginya belum melebihi angka 160/90 mmHg misalnya.

Kalau darahnya sudah begitu tinggi seperti yang dialami oleh ayah tetangga saya, Syamsu, ya bisa berabe. Ayahnya menderita darah tinggi dengan tekanan darahnya 175/95 mmHg. Darah tinggi yang tidak segera diobati bisa menyebabkan stroke.

Kalau sudah stroke, wooww… pengobatannya sangat lama. Apalagi, sakit stroke biasa, bukan stroke ringan. Bisa sampai bertahun-tahun.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya melakukan periksa tensi darah sejak usia muda. Misalnya, mulai usia 20 tahun. Ya, Anda perlu tahu kondisi tubuh yang sesungguhnya, dalam keadaan sehat atau tidak.

Jangan sampai terjadi, Anda selalu merasa sehat, tetapi yang sebenarnya Anda sakit seperti dialami ayah dari Syamsu atau penderita stroke lain. Ini terjadi karena banyak orang tidak mengenali gejala stroke.

Mengapa periksa tensi darah harus dimulai usia 20 tahun? Ya, karena ada juga anak muda usia 20 tahun sudah terkena penyakit darah tinggi.

Bahkan, dalam suatu rubrik tanya jawab dengan dokter di Internet, pemuda 20 tahun itu bertanya mengapa tensi darahnya sulit turun. Padahal, ia sudah minum obat penurun tensi darah.

Jika dari hasil pemeriksaan Anda dinyatakan sehat, Anda telah aman dari kemungkinan terkena stroke atau sakit jantung. Anda perlu periksa lagi 5 tahun lagi. Ya, cukup lama.

Apabila diketahui tensi darah Anda ternyata tinggi, Anda bisa segera mengobati atau menurunkannya. Anda bisa mencegah kemungkinan terjadinya stroke atau sakit jantung. Darah tinggi yang tidak segera diobati atau diturunkan bisa menyebabkan stroke, sakit jantung, dsb.

Pak Joko, tetangga saya yang kena stroke ringan mengatakan ia berharap anak cucunya jangan sampai ada yang kena stroke. Sebab, menghadapi penyakit stroke itu sangat berat. Menghabiskan banyak energi dan biaya.

Salah satu cara yang sangat penting untuk menghindari stroke adalah mencegah terjadinya darah tinggi atau menurunkan darah tinggi. Yang utama harus Anda untuk menurunkan darah tinggi adalah diet garam atau mengurangi penggunaan garam dalam makanan apa pun, termasuk roti.

Anda juga bisa menurunkan darah tinggi dengan cara alami. Ada 16 langkah yang bisa Anda lakukan untuk memiliki tensi darah normal yang berarti Anda dalam kondisi sehat.

Ukuran Tekanan Darah Tinggi untuk Remaja, Dewasa dan Orang Tua

terapi strokeanak usia 11 tahun kena stroke (copy: hello-pet.com)

Berapa sebenarnya ukuran tensi darah yang sehat atau normal? Berapa ukuran tensi darah yang disebut darah tinggi?

Ya, ukuran tensi darah tinggi tidak sama antara remaja, dewasa dan orang tua. Ukuran tekanan darah ditentukan dari kemampuan jantung memompa darah untuk seluruh tubuh Anda.

Ukuran darah akan menunjukkan apakah Anda dalam keadaan sehat atau sebaliknya. Jika dari pengukuran itu diketahui tekanan darah Anda ternyata tinggi, Anda harus segera menurunkannya supaya tidak timbul penyakit stroke, jantung, ginjal dan aneurisma.

Tetapi, untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat, pengukuran tidak bisa hanya dilakukan satu kali. Banyak faktor yang menentukan hasil pengkuran tekanan darah Anda.

Hasil pengukuran tensi darah ditentukan oleh beberapa faktor. Antara lain aktivitas Anda, umur, kesehatan jantung, lemak dalam darah, dan psikis atau kejiwaan.

Berikut ini tabel tentang pengukuran tensi darah tinggi untuk semua usia:

Usia  Tensi Darah Normal Darah Tinggi
Di bawah 2 tahun 104/70 mmHg 112/74 mmHg
3 – 5 tahun 108/70 mmHg 116/76 mmHg
6 – 9 tahun 114/74 mmHg 122/78 mmHg
10 – 12 tahun 122/78 mmHg 126/82 mmHg
13 – 15 tahun 130/80 mmHg 130/80 mmHg
16 – 20 tahun 136/84 mmHg 140/90 mmHg
20 – 45 tahun 120/125 mmHg 135/90 mmHg
45 – 60 tahun 135 – 140 mmHg 135/90 mmHg
60 tahun + lebih 150/85 mmHg 160/90 mmHg

Nah, dari tabel di atas, berapa tensi darah Anda? Dalam kondisi normal atau tinggi? Jika belum tahu, coba cek tensi darah Anda. Anda bisa cek tensi darah di puskesmas, rumah sakit, klinik atau di mana pun yang menyediakan alat pengukur darah.

Bahkan, ada rumah sakit yang menyediakan alat ukur darah (tensimeter) secara gratis. Jika harus membayar, biasanya suka rela.

Memiliki Alat Tensi Darah Digital Sendiri

Anda juga bisa memiliki alat tensi darah digital atau alat pengukur tekanan darah sendiri sehingga Anda bisa cek tekanan darah setiap saat. Terutama bagi Anda yang sudah menderita darah tinggi atau kolesterol tinggi, alat kesehatan ini sangat penting.

Tersedia juga alat pengukur tekanan darah sekaligus sebagai alat pengukur kolesterol atau Asam Urat. Tentu saja, harganya berbeda. Harga antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 jutaan. Anda bisa membeli alat kesehatan ini di toko alat kesehatan online atau offline.

Beberapa alat pengukur tekanan darah yang bisa Anda pilih adalah: Omron Alat Ukur Tekanan Darah yang tersedia dalam berbagai tipe dan model, Medisana Alat Tensi Darah, Tensi Meter Alat Ukur Tekanan Darah, Tensimeter Dr Care, Uniden Alat Pengukur Tensi Darah, dsb.

Selain mengetahui angka tekanan darah, Anda juga perlu mengonsumsi makanan dan minuman sehat sesuai dengan penyakit yang Anda derita. Anda perlu melaksanakan pola makan sehat, termasuk mengonsumsi buah untuk menurunkan darah tinggi.

Dengan cara itu, Anda akan mampu menstabilkan tensi darah Anda. Tensi darah Anda selalu dalam posisi stabil atau normal. Berarti Anda selalu dalam keadaan sehat dan sehat itu sangat nyaman.

Demikian artikel mengenai Ukuran Tensi Darah Tingi, Hati-hati Anak Muda Bisa Kena Hipertensi. Semoga bermanfaat dan Anda bisa menjaga tensi darah agar selalu tensi darah normal.