Connect with us

Hipertensi

Usia 40 Tahun, Cek Penyakit Hipertensi Anda

Published

on

BERAPA usia Anda sekarang? Jika sudah 40 tahun, cek penyakit hipertensi Anda. Anda perlu mengetahui kondisi tekanan darah Anda sejak dini. Jika ternyata tensi darahnya tinggi, Anda harus segera menurunkannya.

Mengapa?

Ya, karena banyak orang menderita penyakit darah tinggi atau hipertensi tanpa gejala. Tahu-tahu, ia jatuh sakit. Ketika diperiksa dokter, ia dinyatakan terkena penyakit stroke. Wooww… stroke adalah penyakit yang menakutkan.

Penyakit hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri atau pembuluh darah meningkat. Kebanyakan penyakit hipertensi tanpa gejala. Artinya, penderita tidak merasakan adanya tanda-tanda atau gejala apa pun.

Saya punya teman di Yogyakarta. Saya dikabari bahwa teman itu menderita stroke ringan. Ketika akhirnya saya bisa bertemu dia dalam suatu acara, saya bertanya, apakah sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahwa dia terkena tekanan darah tinggi, misalnya kepala pusing.

Teman saya itu menjawab “tidak”. Ia tidak merasa kepala pusing atau leher belakang (tengkuk) kencang. Ia selalu merasa sehat sehingga terus beraktivitas seperti halnya orang sehat. Ia tidak pernah periksa dokter karena merasa sehat. Juga tidak pernah cek tensi darah.

Tiba-tiba ia jatuh sakit dengan gejala stroke. Ketika periksa dokter, tahulah bahwa ia menderita stroke. Untunglah, masih ringan. Namun, ia tetap diharuskan istirahat di rumah sakit untuk menyembuhkan strokenya.

Banyak Kasus Penyakit Hipertensi Diketahui setelah Sakitnya Berat

Ya, penyakit darah tinggi memang ada dua macam. Yaitu, darah tinggi yang bergejala dan darah tinggi tanpa gejala.

Tetapi, yang bergejala pun tidak bisa diketahui sejak awal. Artinya, ketika penyakit darah tinggi muncul ke permukaan dengan gejala sakit kepala, misalnya, sebenarnya penyakit itu sudah ada sejak beberapa waktu sebelumnya, yakni satu tahun atau dua tahun.

Hanya saja, Anda atau penderita tidak merasakan apa-apa. Anda tetap merasa sehat. Bahkan, banyak orang yang ketika tahap awal menderita hipertensi dengan gejala kepala sering pusing, hal itu dianggapnya sebagai pusing biasa.

Terapinya, mereka membeli obat pusing. Ketika pusing tak pernah reda, barulah mereka periksa dokter dan dokter mengecek tekanan darahnya. Baru saat itulah, mereka tahu bahwa dirinya menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Celakanya, kondisi itu diketahui setelah penyakit hipertensinya pada tingkatan yang parah, seperti yang dialami oleh teman saya di atas.

Ia diketahui menderita penyakit darah tinggi ketika penyakitnya sudah dalam kondisi agak parah. Ia dinyatakan telah terkena stroke ringan dan harus melakukan pengobatan intensif.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya mencek tekanan darah ketika Anda usia 40 tahun. Walaupun, ada juga orang usia di bawah 40 tahun sudah terkena stroke. Dengan cek tensi darah, Anda akan tahu apakah Anda dalam kondisi sehat atau ada gejala terkena hipertensi.

Ini sangat penting supaya Anda bisa mengobati darah tinggi Anda secara dini. Pengobatan sejak dini akan mencegah Anda dari kemungkinan terkena stroke ataupun sakit jantung.

Walaupun, orang menderita hipertensi tidak selalu mulai usia 40 tahun. Ada juga penderita penyakit hipertensi atau darah tinggi saat usia masih muda. Mereka belum berusia 40 tahun.

Berdasarkan hasil riset 2013, penderita hipertensi berusia 18 – 40 tahun mencapai 25,8% dari seluruh penderita darah tinggi di Indonesia.
Ini artinya, Anda perlu mewaspadai kemungkinan terkena penyakit hipertensi sejak Anda usia 18 tahun.

Penderita hipertensi terbanyak adalah perempuan.

penyakit hipertensiperempuan periksa tensi darah tinggi (sumber:wisegeekhealth.com)

Saya sendiri merasa bersyukur. Dokter perusahaan tempat saya bekerja telah memberi tahu bahwa saya akan terkena penyakit darah tinggi sejak dini, yaitu saat usia 41 tahun.

Walaupun, saat itu saya belum pernah merasakan pusing-pasing atau sakit kepala. Tetapi, saya suka cek kesehatan diri.

Dengan mengetahui kemungkinan terkena tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi sejak dini, saya bisa bersiap diri untuk mencegahnya agar tidak berkembang menjadi sakit yang berat. Walaupun, dalam perjalanan harus jatuh bangun karena kurangnya pengetahuan atau informasi mengenai penyakit darah tinggi atau hipertensi.

Beberapa Solusi Menghindari Naiknya Darah Tinggi Anda

Mengapa seseorang menderita penyakit darah tinggi atau hipertensi? Apakah itu akibat makanan tertentu, akibat stres atau akibat keturunan?

Untuk memastikan penyebab hipertensi memang tidak mudah. Yang bisa kita ketahui hanya pemicu meningkatnya penyakit hipertensi.

Pemicu meningkatnya penyakit hipertensi adalah:

1. Mengonsumsi banyak garam (sodium). Repotnya, beberapa makanan menggunakan tinggi garam tetapi tak terasa asin karena bercampur bahan lainnya seperti pada roti. Jadi, Anda perlu hati-hati. Kalau ada label pembuatan, coba baca labelnya.

2. Mengonsumsi makanan yang bisa menyebabkan tekanan darah naik. Ada beberapa makanan penyebab darah tinggi. Misalnya, jeroan hewan, kuning telur, kulit ayam, makanan banyak gula, santan kelapa, makanan cepat saji (fast food),  dsb.

3. Usia lebih 65 tahun. Usia tua bisa membuat seseorang rentan terkena hipertensi. Solusinya ya jalani pola hidup dan pola makan sehat seperti olahraga ringan.

4. Kelebihan berat badan atau kegemukan (obesity). Ini juga bisa menjadi penyebab mudah terkena hipertensi atau penyakit lainnya.

5. Jarang berolahraga. Saya terkena hipertensi mungkin akibat kurang olahraga. Saya akui sejak muda kurang olahraga, termasuk olahraga ringan.

6. Banyak minum kopi atau minuman lain yang mengandung kafein. Jika ingin minum, minum saja 1 cangkir kopi perhari. Jangan lebih. Tetapi, jika Anda sudah terkena hipertensi, sebaiknya hentikan minum kopi.

7. Jarang makan buah dan sayur. Tanamlah pohon buah dekat rumah, seperti pohon pisang. Perawatannya sangat mudah dan pisang sering berbuah. Atau pilih tanaman buah lainnya.

8. Keturunan, yaitu punya orang tua yang juga penderita hipertensi. Ini memang tak mungkin ditolak.

Ubah Pola Makan, Kunci Sukses Menyembuhkan Penyakit Hipertensi

Ya, ubah pola hidup dan pola makan Anda sesuai dengan aturan kesehatan. Hindari makanan penyebab darah tinggi. Atau, ikuti petunjuk dokter atau berdasarkan pengalaman baik Anda.

Menghindari makanan banyak garam memang sulit. Umumnya, masakan supaya lezat memerlukan campuran garam dan penyedap.

Padahal, keduanya tidak sehat bagi penderita penyakit darah tinggi. Satu-satunya cara adalah hanya makan di rumah.

Tentu saja, istri atau pembantu harus menyediakan masakan yang khusus untuk penderita hipertensi dengan aturan atau ketentuan seperti disebutkan di atas.

Masakan harus rendah garam, rendah penyedap, tanpa santan kelapa, tanpa gorengan, dsb. Pokoknya, sajikan makanan yang aman untuk penderita hipertensi. Lebih-lebih jika penyakit hipertensinya sudah tergolong berat (sering).

Tentu saja, minum obat hipertensi yang dianjurkan oleh dokter tak boleh ditinggalkan. Anda harus mematuhi semua aturan dokter dan aturan hidup sehat.

Anda bisa meninggalkan obat hipertensi jika telah sukses mengubah pola hidup dan pola makan sehingga Anda benar-benar telah sehat. Atau, Anda bisa mengonsumsi obat herbal darah tinggi. Obat herbal ini tanpa efek samping.

Mencegah Hipertensi Lebih Mudah daripada Mengobati

mencegah hipertensi terapkan pola hidup sehat untuk cegah hipertensi (sumber:obathipertensi.net)

Pepatah lama, mencegah itu lebih mudah daripada mengobati. Ini harus Anda terapkan sejak awal. Bahkan, sejak sebelum Anda dinyatakan oleh dokter menderita hipertensi.

Bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit hipertensi pada diri Anda?

Pertama: Konsumsi makanan sehat dan menyehatkan serta lakukan olahraga teratur. Makanan sehat untuk Anda adalah masakan yang tidak menyebabkan terjadinya sakit darah tinggi. Ada banyak makanan pemicu hipertensi dan harus Anda obati.

Selain itu, makanan sehat bagi Anda adalah makanan penurun hipertensi. Ini juga banyak, terutama berupa buah. Anda bisa memilih mana yang Anda suka.

Lakukan semua itu dengan baik dan sungguh-sungguh hingga Anda bisa membuat tekanan darah Anda selalu dalam keadaan normal.

Kedua: Cek tensi darah Anda

Jika Anda belum terkena penyakit hipertensi atau darah tinggi, cek setidaknya lima tahun sekali. Jika sudah terkena hipertensi, cek sebulan sekali. Atau sesuai dengan kebutuhan. Dengan mengetahui perkembangan tensi darah Anda, maka Anda bisa melakukan terapi hipertensi dengan baik dan tepat. Akhirnya, Anda bisa sembuh dari penyakit hipertensi.

Ketiga: Tingkatkan pengetahuan Anda tentang hidup sehat, khususnya berkaitan dengan penyakit Anda. Pada awal terkena hipertensi, saya sering jatuh bangun. Berkali-kali tensi darah saya naik akibat mengonsumsi makanan penyebab hipertensi.

Tetapi, dengan perjalanan waktu, pengetahuan saya tentang penyakit darah tinggi dan cara mencegahnya makin meningkat. Saya makin terampil untuk menjauhi makanan penyebab hipertensi dan memperbanyak konsumsi makanan dan buah penurun hipertensi.

Jika toh tekanan darah naik akibat mengonsumsi makanan larangan, saya bisa cepat menurunkannya. Saya kembali sehat. Perubahan sedikit saja berkaitan dengan tekanan darah, saya bisa mengatasinya.

Keempat: Lakukan olahraga secara teratur dan rutin setidaknya empat hari dalam seminggu. Ya, olahraga apa saja. Atau dengan senam, jalan kaki, jogging, bersepeda, dsb. Ini sangat penting untuk menurunkan tekanan darah Anda. Saya lebih suka senam atau jalan kaki karena mudah dan murah.

Kata dokter saya, kalau melakukan senam jangan di ruang tertutup, tetapi di ruang terbuka. Semua saja jalankan dengan baik. Walaupun tidak 100%.

Demikian informasi mengenai Kapan Anda Harus Mulai Cek Penyakit Hipertensi Anda. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menurunkan hipertensi atau tekanan darah tinggi Anda.

Terima kasih atas kunjungannya.




DISCLAIMER

Semua tips dan cara yang dimuat di blog Sehatfisik.com ini hanya merupakan informasi dan pengetahuan berdasarkan pengalaman penulis atau orang lain. Tidak
memiliki tujuan mengganti saran dan obat dari dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan tips-tips yang dimuat di blog ini.
Terima Kasih.