Albothyl untuk Sariawan Dilarang – Salah Cara Menggunakannya

Diposting pada

ALBOTHYL untuk sariawan kini dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dipasarkan. Alasannya, kandungan policreculen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36 % pada albothyl tidak terbukti secara ilmiah sebagai obat luar.

Bahkan, albothyl bisa berbahaya bagi penggunanya. Banyak kasus yang terjadi di masyarakat akibat menggunakan albothyl untuk menyembuhkan sariawan. Malahan ada juga pasien yang akhirnya meninggal dunia akibat penggunaan albothyl.

Kisah tragis itu diungkapkan oleh seorang dokter gigi, Widya Apsari, tahun 2014 lalu. Kata dia, ada seorang pasien berusia 32 tahun yang awalnya mengeluh kena sariawan di bibir dalam.

Untuk menyembuhkannya, pasien itu menggunakan albothyl. Tetapi apa yang terjadi kemudian? Penyakit sariawannya tidak sembuh. Sebaliknya, justru sariawannya membesar. Bahkan, pasien itu harus dilarikan ke IGD dan akhirnya meninggal dunia.

Tulis dokter gigi Widya Apsari: “Ingat yaaa.. Jangan pakai albothyl buat sariawan di dalam mulut. Yang ada, mulut lu bisa hancur.”

albothyl untuk sariawan
mengobati sariawan di bibir (dikutip dari:lurulagu.com)

Albothyl untuk Sariawan Bisa Mematikan Sel-sel Tubuh dan Pasien Meninggal

Dikisahkan oleh Widya Apsari, setelah 3 hari dirawat di rumah sakit, bengkak di bibir pasien itu berkurang. Tetapi, luka sariawannya kian besar, bahkan membentuk lubang.
Akhir kisah, pasien tidak bisa sembuh dari sakitnya. Sebab, si pansien akhirnya meninggal dunia.

Tulis Widya Apsari lagi: “Akhir cerita si bapak ini jadi sepsis (infeksi bakteri dalam darah) gara-gara infeksi di mulut. Semoga bapak sudah tenang di sana…”

Menurut Widya seperti dikutip oleh belitung.tribunnews.com, hingga kini tidak ada penelitian dan tidak ada jurnal kedokteran yang membahas penelitian terkait policresulen (albothyl) untuk mulut bagian dalam.

Polikresulen memang bisa mematikan sel-sel dengan cara penyempitan pembuluh darah kapiler. Akibatnya, sel tidak mendapat suplai darah dan sel pun akhirnya mati.

Dengan kondisi seperti itu, sesungguhnya sariawan tidak sembuh. Tetapi akibat sel-sel yang mati, maka penderita tidak lagi merasa sakit. Terpaksa tubuh harus membuat regenerasi jaringan (wound healing).

Bagi Anda yang sehat, pembuatan regenerasi jaringan tidak akan menjadi masalah. Tetapi, bagi pasien yang tidak mampu bertahan seperti pasien yang meninggal sebagaimana diceritakan oleh drg Widya Apsari di atas, ya sariawannya bukan sembuh, tetapi justru meluas dan membesar. Bahkan bisa juga mengakibatkan pasien meninggal dunia.

Bagaimana dengan pengguna albothyl yang tidak bermasalah?

Menurut Widya Apsari, mungkin karena pemakaian dosisnya kecil sehingga pemakaian albothyl tidak menyebabkan gangguan kesehatan. Selain itu, tubuhnya dalam kondisi sehat sehingga regenerasi sel berjalan aman.

Albothyl untuk Sariawan Diedarkan di Indonesia Lebih dari 35 Tahun

Bagaimana tanggapan PT Pharos Indonesia yang memproduksi albothyl?

PT Pharos menyatakan siap menarik semua produknya berupa albothyl untuk sariawan dari pasaran. Pihaknya mematuhi apa yang telah diputuskan oleh BPOM.

Menurutnya, produk albothyl sudah 35 tahun lebih melayani pasien. Menurut Ida Nurtika, Director of Corporate Communications PT Pharos Indonesia, albothyl yang berada di bawah lisensi Jerman dan dibeli oleh perusahaan Jepang Takeda, juga beredar di banyak negara selain Indonesia.

Tetapi, berkaitan dengan pelarangan edar dari BPOM, pihaknya akan memperbaiki indikasinya sehingga bisa kembali mendapatkan persetujuan untuk diedarkan kepada konsumen. Produk albothyl yang sudah beredar di pasar segera ditarik. Untuk penarikan produk, pihaknya akan bekerja sama dengan BPOM.

Menurut BPOM, pihaknya membekukan peredaran albothyl setelah menerima 38 laporan tentang efek samping selama 2 tahun terakhir. Efek samping itu antara lain sariawan yang membesar setelah diobati menggunakan albothyl hingga terjadinya infeksi.

Sebagai alternatif obat sariawan, BPOM menyarankan kepada para konsumen untuk beralih menggunakan obat-obat yang mengandung enzydamine HCl, povidone iodine 1 persen, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C.

Selain albothyl, dalam waktu bersamaan BPOM juga membekukan tiga produk obat lainnya yang menggunakan policresulen dalam produksinya.

Ternyata, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sudah lama meminta anggotanya untuk tidak menggunakan albothyl sebagai obat sariawan. Sebab, penggunaan konsentrat policresulen 36 % untuk pengobatan sariawan memiliki risiko untuk kesehatan.

Tetapi, karena albothyl adalah obat bebas yang dijual secara luas dan memiliki izin edar dari BPOM, ya pihaknya hnya mengimbau kepada anggota para dokter gigi.

Sepintas, dengan menggunakan albothyl memang terasa sariawan sembuh. Namun, cara itu sebenarnya bisa merusak jaringan mukosa atau selaput tipis di rongga mulut. Bahkan, nantinya bisa menyebabkan iritasi.

Cara Aman Menggunakan Albothyl Sariawan

Sebenarnya ada cara yang aman menggunakan albothyl untuk sariawan. Cara yang benar, albothyl seharusnya diencerkan dulu. Misalnya, 10 tetes albothyl diencerkan dengan satu gelas air.

Menurut Wakil Sekjen Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Aluwi Nirwanasani Sani, policresulen (albothyl) hakikatnya merupakan salah satu antiseptik yang bisa menghambat pertumbuhan organisme untuk pemakaian luar.

Contoh lain adalah sabun antiseptik. Ini juga mengandung policresulen dengan konsentrasi yang rendah.

Kata Aluwi lebih lanjut, sifat antiseptik dan haemostatik pada policresulen sebenarnya hanya untuk kasus kecil. Misalnya untuk menghentikan pendarahan kecil dari luka luar.

Jika kenyataannya ada yang menyatakan bahwa haemostatik juga bisa untuk indikasi bedah, diduga hal itu hanya merupakan trik pemasaran hiperbolis.

Kasus-kasus yang ditemukan atau dilaporkan ke BPOM tentang penggunaan albothyl, tambah Aluwi, karena penggunaannya tidak diencerkan dulu. Policresulen 36% mempunyai sifat asam dengan pH 0,6. Jadi, lebih asam dibanding asam lambung dan bersifat korosif kuat.

Karena penggunaan albothyl tidak diencerkan dulu, maka terjadilah pendarahan, rasa perih karena penggumpalan sel, dan sel mati (nekrosis).

Menurut Aluwi, penggunaan antiseptik seperti albothyl sebagai obat mulut tak masalah. Asal dosis dan intensitasnya tepat. Penggunaannya cukup 2 kali sehari.

Mengobati Sariawan dengan Obat Herbal

Anda juga bisa menyembuhkan atau mengobati sariawan menggunakan obat herbal. Banyak obat herbal yang dibuat dari tumbuhan yang diproduksi untuk mengobati sariawan.

Selain aman dari efek samping, obat sariawan herbal juga murah harganya. Misalnya, Betadine Gargle 10 Ml Mengobati Sariawan, Sanjin Watermelon Frost Obat Sariawan & Sakit Tenggorokan, Gito Gom 8ml, Enkasari Sirup 120 ml, Saga Obat Herbal Sariawan, dan masih banyak lainnya.

Demikian apa yang bisa disampaikan oleh sehatfisik.com mengenai Albothyl untuk Sariawan dilarang dijual oleh BPOM. Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *