Gejala Hipertensi: Jangan Bilang Sehat jika Belum Cek Tensi Darah

JANGAN tunggu gejala hipertensi atau darah tinggi muncul. Segera cek tekanan darah biar Anda tahu berapa tensi Anda. Apakah Anda dalam keadaan sehat atau punya penyakit darah tinggi. Atau setidak-tidaknya punya potensi terkena sakit darah tinggi.

Ya, memeriksa tensi darah sangat penting supaya Anda bisa melakukan pencegahan dini jika ternyata Anda punya penyakit darah tinggi. Cek pertama kali sangat penting, terutama jika Anda sudah berusia 40 tahun atau lebih.

Tetapi, jika Anda berusia di bawah 40 tahun dan ingin cek tensi darah, itu lebih baik. Sebab, ada juga anak usia 22 tahun sudah menderita penyakit darah tinggi. Walaupun jumlah mereka tidak banyak.

Yang jelas, Anda yang berusia 40 tahun lebih harus periksa tensi untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda. Jika diketahui bahwa punya darah tinggi, Anda bisa segera melakukan pengobatan dini. Ini adalah cara yang terbaik untuk menjaga agar diri Anda selalu sehat.

Jangan menunggu sampai muncul gejala hipertensi, baru memeriksakan diri ke dokter. Ini cara yang kurang tepat. Mengapa? Karena banyak penderita penyakit hipertensi tanpa disertai gejala atau tanda-tanda.

Tahu-tahu, mereka jatuh sakit. Ketika periksa dokter, mereka dinyatakan terkena darah tinggi yang sudah cukup lama. Bahkan sudah terkena stroke akibat darah tingginya tidak diobati akibat tidak ada gejala sakit hipertensi.

Kebanyakan Orang Tidak Merasakan Ada Gejala Hipertensi

cek darahcek tekanan darah (sumber:antaranews)

Apakah ada orang seperti itu? Yaitu, sakit darah tinggi hingga stroke, tetapi ia tidak pernah merasakan sesuatu yang aneh?. Misalnya, tidak merasa kepala pusing, tidak pernah merasa leher belakang (tengkuk) sakit, tidak pernah muntah-muntah, dsb.

Ya, sebagian besar penderita darah tinggi memang tidak merasakan ada gejala atau tanda-tanda sakit. Contohnya adalah apa yang dialami teman saya di Yogyakarta. Ia kini sakit stroke. Tetapi sebelumnya ia tidak pernah merasakan gejala terkenan darah tinggi. Ia selalu merasa sehat sehingga tidak pernah periksa dokter.

Inilah kesalahan teman saya. Tidak pernah periksa dokter, tidak pernah cek tekanan darahnya, ditambah lagi tidak pernah berolahraga.

Oleh karena itu, jika Anda ingin selalu sehat, tidak terkena penyakit darah tinggi atau hipertensi, ya cek darah Anda. Paling tidak lima tahun sekali.

Saya dulu juga suka periksa tensi. Tiap ada acara HUT di kantor tempat saya bekerja, panitia selalu mengadakan cek kesehatan karyawan. Di antara kegiatannya adalah cek tensi darah para karyawan.

Tiga kali mengikuti acara itu, tensi saya selalu dinyatakan sehat. Tekanan darah saya normal. Tetapi, ketika saya berusia 40 tahun, dokter menyatakan saya punya potensi darah tinggi. Dokter minta saya berhati-hati dengan menghindari makanan penyebab hipertensi.

Eh, saya masih kena penyakit menjengkelkan itu. Saya pun jatuh bangun karena pengetahuan saya tentang kesehatan, khususnya mengenai darah tinggi, sangat minim.

Berkali-kali saya salah mengonsumsi makanan penyebab hipertensi atau makanan pantangan darah tinggi. Akibatnya, saya pun beberapa kali sakit akibat darah tinggi. Tentu saja, saya berkali-kali periksa dokter dan minum obat hipertensi.

Kesalahan saya, saat itu saya tidak melakukan usaha intensif mencegah hipertensi. Pengetahuan saya tentang sakit hipertensi waktu itu memang masih minim. Tetapi, saya selalu berhati-hati dengan cara menghindari makanan yang bisa menyebabkan tensi darah naik.

Hasilnya, meskipun sudah 26 tahun menderita hipertensi, dokter menyatakan jantung dan paru-paru saya sehat. Keseimpulan itu didasarkan pada hasil rontgen di klinik kesehatan. Saya pun sangat bersyukur atas hasil periksa laboratorium itu.

9 Gejala Hipertensi

jantung berdebaraduhh.. jantung saya berdebar-debar (sumber:jianxincapsule.com)

Gejala hipertensi sebenarnya banyak. Tetapi, tidak semua orang merasakan semua gejala itu. Bahkan, banyak yang tidak pernah merasakan adanya gejala hipertensi seperti yang akan saya uraikan di bawah ini.

Atau, merasakan tetapi tidak menyadari bahwa itu adalah gejala hipertensi akibat kurangnya pengetahuan dan pengalaman seperti yang saya alami.

Berikut ini 9 gejala hipertensi yang perlu Anda ketahui:

1. Sakit kepala. Ini pertanda tekanan darahnya telah melebihi angka normal.

2. Wajah memerah

3. Jantung berdebar-debar

4. Pandangan mata kabur atau tidak jelas

5. Sering buang air kecil dan sulit berkonsentrasi.

6. Sering mudah lelah saat melakukan berbagai aktivitas.

7. Sering terjadi pendarahan di hidung atau mimisan.

8. Vertigo. Ini pertanda hipertensinya cukup parah.

9. Mudah marah. Sedikit-sedikit marah. Mudah tersinggung.

Dulu, yang sering saya rasakan adalah cepat lelah. Terutama setelah pulang dari perjalanan ke luar kota. Kaki bawah lutut selalu terasa nyut-nyut dan perlu dipijit.

Sayangnya, saat itu saya kurang menyadari bahwa itu adalah gejala hipertensi. Saya menganggapnya  sebagai akibat terlalu lelah setelah menempuh perjalanan jauh.

Sekarang saya justru tidak pernah merasakan nyut-nyut di bagian kaki itu. Ya, karena sekarang saya telah menjalankan diet hipertensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Saya mulai terampil untuk menurunkan hipertensi dan selalu aktif melakukan senam, jalan kaki, jogging, memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi buah selama beberapa tahun terakhir. Terutama mengonsumsi buah yang punya khasiat sebagai penurun darah tinggi.

Cara Mengatasi Hipertensi agar Tensi Tidak Naik

Untuk mengatasi hipertensi agar tensi darah Anda tidak naik tinggi, lakukan berbagai upaya supaya tekanan darah Anda turun. Setelah turun, usahakan tensi darah Anda bisa stabil normal.  Upaya itu harus dilakukan terus-menerus tanpa henti.  Selain itu, jangan anggap penyakit darah tinggi itu hal biasa.

Walaupun Anda merasa nyaman karena hipertensi tidak mengganggu kesehatan, Anda tetap harus menurunkannya sampai ke tingkat tekanan darah normal. Sekali-kali Anda tidak boleh merasa bosan, jenuh, dan malas untuk berusaha sehat.

Cara mengatasi hipertensi Anda agar tidak naik atau tinggi adalah:

1. Hindari makanan penyebab darah tinggi

2. Perbanyak konsumsi makanan dan buah penurun darah tinggi.

3. Perbanyak minum air putih

4. Rajin berolahraga, senam, jalan kaki, bersepeda, jogging, dsb.

5. Hindari konsumsi alkohol dan jangan merokok.

6. Hindari stres.

 Cara Menyembuhkan Hipertensi

16 Tips Mencegah Hipertensi

Penyebab Hipertensi & Pengobatannya

Ciri-ciri Hipertensi  & Tips Menurunkan

Demikian artikel mengenai gejala hipertensi dan beberapa usaha untuk menurunkannya dan membuat tensi darah selalu stabil. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua. Terima kasih atas kunjungan Anda.