Hanya Perlu Satu Bulan Kolesterol Saya Kembali Normal

Posted on

PERNAH menderita kolesterol? Wah, penderitaan karena kolesterol lebih berat dibandingkan saat darah tinggi naik. Itu yang pernah saya rasakan satu tahun lalu.

Berhari-hari tidak bisa tidur tenang. Rasa gelisah selalu membayang. Walau saat tidur malam. Hati dan pikiran selalu melayang. Sulit rasanya untuk menghilangkan.

Semula saya menganggap bahwa kesehatan saya turun karena darah tinggi naik. Maklum, saya menderita darah tinggi atau hipertensi telah 24 tahun lamanya. Saya paham betul gejala-gejala yang muncul saat tekanan darah tinggi saya naik.

Paling tinggi pernah mencapai 190/100. Itu saya alami saat saya ingin berangkat haji.

Mungkin karena stres melakukan berbagai persiapan, tensi darah saya naik tinggi. Tidak hanya sebelum berangkat haji, saat berada di asrama haji ataupun saat berada di Tanah Suci, tensi saya tetap tinggi.

Tetapi, alhamdulillah, saya tetap bisa menjalani aktivitas haji. Fisik saya tetap merasa sehat. Hanya terkadang kepala terasa pusing dan nggliyeng atau tengkuk (leher belakang) kencang.

Selain membawa bekal obat darah tinggi dari Tanah Air dalam jumlah cukup, saya juga segera periksa kesehatan ke dokter.

Alhasil, sampai pelaksanaan haji selesai, saya bisa mengerjakan semua aktivitas kehajian tanpa kekurangan suatu apa pun. Yang menggembirakan, kolesterol normal berada di bawah 200 mg/dL.

makanan penyebab kolesterolmakanan penyebab kolesterol tinggi (sumber:tropicanaslim.com)

Pengalaman Pertama Diet untuk Menurunkan Kolesterol

Saya memang baru pertama kali menderita kolsterol tinggi. Walaupun, penyakit darah tinggi sudah 26 tahun, menderita kolesterol baru kali ini. Gejalanya hampir sama dengan gejala darah tinggi. Badan terasa tidak enak (sehat) dan leher belakang (tengkuk) sakit.

Seperti biasa, dengan melihat gejala yang saya alami, saya menduga tekanan darah tinggi saya naik.

Ternyata, saat periksa dokter, saya tidak sehat karena batas kolesterol saya melebihi kategori kolesterol normal. Menurut dokter yang memeriksa saya, batas normal kolesterol adalah 200 mg/dL. Dari hasil pemeriksaan, kolesterol saya adalah 257 mg/dL. Jadi, kolesterol saya tergolong tinggi.

Itu adalah pengalaman pertama kali saya menderita penyakit kolesterol. Gejala yang saya alami mirip dengan gejala tensi darah tinggi naik.

Tetapi, penderitaan yang saya alami lebih berat seperti saya singgung di atas.

Oleh dokter, saya diberi obat kolesterol untuk diminum selama satu bulan. Selain itu, saya diharuskan untuk melakukan diet kolesterol dan berolahraga atau melakukan senam.

“Siap Bu Dokter. Mohon dicatatkan makanan apa saja yang harus saya hindari selama diet,” kata saya.

Melihat daftar makanan yang harus saya hindari selama diet, itu hampir sama dengan makanan yang harus saya hindari untuk mencegah tensi darah naik.

Misalnya, tak boleh makan gorengan, kuning telor, butter, hati/lever, udang, makanan cepat saji (fast-food), burger keju, dsb.

Oleh karena itu, saya tidak mengalami kesulitan untuk melakukan diet kolesterol.

Apalagi, istri saya selalu mendukung usaha untuk tetap hidup sehat. Istri saya selalu menyiapkan masakan yang aman untuk kesehatan saya.

Selama menjalani diet, saya lebih sering tiduran di tempat tidur. Istri saya sering menyediakan makan minum untuk saya di kamar tidur.

Terkadang saya merasa agak sehat dan pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Tetapi, sepulang dari masjid, saya merasa kesehatan saya kembali menurun. Kepala pusing dan badan tak nyaman kembali muncul dan itu terjadi berkali-kali.

Sampai akhirnya bapak-bapak yang biasa berjamaah di masjid datang menjenguk saya di rumah. Sebab, cukup lama saya tak terlihat datang ke masjid.

Menginjak hari ke-18, saya merasa jenuh. Mengapa sakit saya tidak kunjung sembuh. Saya tidak bisa segera sehat dan kembali melakukan aktivitas rutin saya. Saya hanya tiduran di tempat tidur tiap hari.

Saya mencoba datang ke klinik untuk minta obat kolesterol baru yang lebih manjur. Ternyata, saat sampai di klinik, dokter sudah pulang.

Usaha saya untuk periksa dokter dan minta obat baru sia-sia.

Saya kembali ke rumah dengan tangan hampa. Saya kembali ke tempat tidur.

Tetapi saya selalu rajin minum obat penurun kolesterol dan menghindari makanan penyebab kolesterol tinggi. Saya tetap menjalani diet seperti dianjurkan dokter.

Berikut ini adalah Daftar Makanan yang Harus Dihindari karena kandungan kolesterol tinggi. Ada klasifikasi “Hati-hati” dan “Bahaya”.

Nomor Nama Makanan Kolesterol (mg) Kategori
01 Gajih sapi 130 Hati-hati
02 Gajih kambing 130 Hati-hati
03 Keju 140 Hati-hati
04 Sosis daging 150 Hati-hati
05 Kepiting 160 Hati-hati
06 Udang 160 Hati-hati
07 Kerang/siput 160 Hati-hati
08 Belut 185 Bahaya
09 Santan kelapa 185 Bahaya
10 Susu sapi non fat 250 Bahaya
11 Susu sapi cream 280 Bahaya
12 Cokelat/cacao 290 Bahaya
13 Mentega / margarine 300 Bahaya
14 Jeroan sapi 350 Bahaya
15 Kerang putih 450 Bahaya
16 Telor ayam 500 Bahaya
17 Jeroan kambing 610 Bahaya

Bebas dari Kolesterol dengan Hasil Sangat Memuaskan

Menginjak hari ke-23, saya merasa fisik telah kembali sehat. Kepala pusing dan badan tak nyaman telah menghilang. Saya pun merasa bersyukur telah bebas dari deraan kolesterol tinggi.

Meskipun demikian, konsumsi obat kolesterol tetap aku lanjutkan hingga hari ke-30. Saya ingin menjalani terapi yang disarankan dokter dengan baik.

Setelah obat habis, saya kembali ke klinik. Dokter kembali memeriksa kolesterol dan darah tinggi saya.

Bagaimana hasilnya?

Saya sangat bergembira. Saya dinyatakan kembali sehat. Hasil cek kolesterol saya adalah 191 mg/dL. Sangat baik karena lebih rendah dari batas normal (200).

Tetapi, dokter meminta saya tetap diet supaya kadar kolesterol saya turun lagi ke tingkat yang sangat aman. Atau, setidaknya selalu dalam posisi stabil. Saya pun menyatakan siap untuk menjalani diet kolesterol lanjutan.

Berikut ini klasifikasi kolesterol seseorang. Anda bisa mengetahui klasifikasi kolesterol Anda di klinik setelah dilakukan pemeriksaan. Biaya periksa tidak mahal kok. Yang terpenting bisa memastikan apakah diri Anda sehat atau kolsterol di ambang batas.

Ini sangat penting. Sebab, kolesterol tinggi bisa menyababkan sakit jantung atau stroke.

Atau, Anda beli alat sendiri sehingga bisa menggunakan sendiri di rumah. Atau, bagian kesehatan RT bisa menyediakan alat ini. Harga murah, manfaat besar.

Total Cholesterol (TC)
Kurang dari 200 mg/dL Anda sehat
200 – 239 mg/dL Normal tinggi (Hati-hati)
Lebih dari 240 mg/dL Kolesterol tinggi

Berapa tensi darah tinggi saya?

Hasil pengukuran tekanan darah tinggi saya juga sangat mengejutkan. Benar-benar mengejutkan.

Mau tahu hasilnya?

Yaitu 120/80. Ya, saya seperti kembali jadi anak muda dengan ukuran darah yang sangat normal.

Hasil ini sangat membanggakan dan menggembirakan hati saya. Saya pun bersyukur kepala Allah yang memberi saya kesehatan dengan hasil diet yang sangat bagus.

Saat itu juga, saya berkesimpulan bahwa diet adalah cara yang efektif untuk menurunkan kolesterol dan darah tinggi.

Sejak saat itu, saya bertekad untuk terus melakukan diet. Meskipun, diet sehat yang saya jalani tidak seketat sebelumnya.

Tetapi, saya berharap dengan diet sehat seperti itu, saya bisa membatasi tensi saya ataupun kolesterol saya sehingga tidak naik melebihi batas normal.

Apalagi, naik yang sangat tinggi hingga mengancam kesehatan saya. Saya tidak ingin menderita stroke seperti beberapa tetangga dan kenalan yang bernasib kurang baik. Kesehatan mereka sangat menyedihkan.

Mereka harus beristirahat total karena tak mampu lagi melakukan aktivitas harian seperti sebelumnya akibat darah tinggi yang tak terkontrol. Mereka harus menggunakan kursi roda dan selalu memerlukan bantuan orang lain.

Menderita penyakit stroke memang sungguh sangat berat. Kolesterol tinggi yang tidak tertangani juga bisa menyebabkan stroke. Jadi, Anda perlu sangat hati-hati.

Lakukan Olahraga atau Senam Rutin 30 Menit

lari pagilari atau jalan kaki pagi untuk menurunkan kolesterol tinggi (sumber:kompas.com)

Selain diet seperti dijelaskan di atas, untuk penurunan kolesterol, dokter meminta saya untuk berolahraga atau senam tiap hari. Senam dilakukan di luar rumah/ruang dan tiap kali senam minimal selama 30 menit.

Ini sebagai bagian tak terpisahkan dalam upaya mempercepat penurunan kolesterol. Saya pun jalani apa yang diminta oleh Bu Dokter itu dengan baik.

Sesungguhnya saya tidak biasa berolahraga. Sejak muda saya sangat langka berolahraga. Mungkin itu sebabnya, saya mudah dihinggapi penyakit darah tinggi dan ditambah penyakit kolesterol.

Tetapi, setelah Bu Dokter meminta saya untuk diet dan berolahraga atau melakukan senam, semua saya patuhi. Saya tidak ingin hidup merana karena tidak sehat. Hidup sehat itu sangat nyaman.

Olahraga yang saya jalani adalah senam dan jalan kaki. Tetapi, yang terbanyak saya lakukan adalah jalan kaki. Sebab, ini tidak cepat menjenuhkan. Saya bisa jalan mengitari banyak kampung.

Kalau jalan kaki di jalan raya agak berbahaya. Jalan raya bukan tempat yang aman dan nyaman untuk pejalan kaki. Jangankan untuk pejalan kaki. Bagi pengendara sepeda pun, jalan raya kini tidak nyaman.

Jalan raya sekarang didominasi oleh sepeda motor dan mobil. Apalagi, di waktu pagi saat orang masuk kerja dan anak-anak berangkat ke sekolah.

Woww.. banyak yang ngebut. Tak jarang, jalur untuk sepeda pun diserobotnya.

Bahkan, kini banyak kota yang menghapus jalan untuk pejalan kaki, sepeda maupun becak. Kalau toh masih ada, biasanya kondisi jalan tak memadai. Banyak lubang, rusak atau dipakai oleh pedagang kaki lima.

Untuk jalan kaki atau berlari-lari kecil biar sehat, saya memilih mengitari kampung. Kini, jalan-jalan kampung juga sangat bagus karena hampir semuanya telah dipaving.

Jadi nyaman untuk jalan sehat. Tidak hanya setengah jam (30 menit), jalan kaki bisa menghabiskan waktu 1 jam atau lebih. Tak merasa lelah untuk perjalanan seperti itu.

dr Danny, pengasuh kesehatan di alodokter menyatakan pola hidup sehat dengan olahraga, lari kecil atau jalan kaki, adalah faktor penting untuk hidup sehat.

Anda bisa melakukan 3 atau 4 kali tiap minggu. Lakukan itu secara rutin. Kadar kolesterol Anda akan turun bertahap dan akan hidup sehat, tulis dr Danny.

Demikian pengalaman saya melakukan diet dan senam atau jalan kaki di pagi hari untuk menurunkan kolesterol. Dalam 21 hari, penyakit kolesterol saya telah turun drastis ke posisi kolesterol normal.

Bahkan, pada pengalaman kedua bulan September 2016 lalu, saya bisa menurunkan kolesterol tinggi kurang dari 1 minggu. Kolesterol saya kambuh karena saya mengonsumsi daging sapi korban Hari Raya Idul Adha sampai beberapa hari. Padahal, kandungan kolesterol daging sapi cukup tinggi.

Tetapi, saya berjanji tidak ingin lagi coba-coba mengonsumsi makanan penyebab kolesterol tinggi, seperti daging sapi, apalagi jeroannya.

Mengapa? Karena, penderitaannya lebih berat daripada rasa daging sapi yang saya nikmati. Tidak sebandinglah.

kolesterol normalcek kolesterol, normal atau naik tinggi melebihi kolesterol normal (copy:merdeka.com)

Cek Kolesterol Anda Setahun Sekali: Normal atau Naik

Penyakit kolesterol tak selalu memberikan tanda-tanda atau gejala. Sama dengan penyakit darah tinggi. Ciri-ciri atau tanda-tanda kolesterol muncul jika sudah tergolong tinggi. Gejalanya seperti leher belakang (tengkuk) sakit, punggung atas, kepala pusing, dsb.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda melakukan cek kolesterol satu tahun sekali. Apalagi, Anda sudah berumur 40 tahun lebih. Jika kolesterol Anda normal, Anda cek 5 tahun sekali.

Selain cek kolsterol, Anda juga perlu cek darah tinggi (hipertensi), gula darah, dan asam urat. Ini adalah hal yang mendasar dan sangat penting. Anda bisa melakukan itu di klinik, puskesmas, rumah sakit, dsb.

Ya, pemeriksaan seperti ini sangat penting untuk mengetahui apakah diri Anda dalam keadaan sehat atau kurang sehat. Jika dari hasil pemeriksaan diketahui ada potensi sakit, Anda bisa segera ambil tindakan sebelum telanjur.

Apalagi, bagi Anda yang menderita penyakit darah tinggi atau hipertensi. Selain harus berusaha keras untuk membuat tensi darah Anda stabil normal, Anda juga perlu tahu perkembangan angka tensi Anda.

Juga untuk kolesterol. Sebaiknya Anda juga melakukan cek secara berkala. Satu tahun atau dua tahun sekali.

Lebih-lebih jika Anda perokok aktif, barat badan Anda berlebih (kegemukan), punya darah tinggi, atau diabetes, Anda perlu cek kesehatan sesering mungkin sesuai dengan tingkat penyakit Anda.

Atau, Anda punya keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung, Anda perlu cek kesehatan lebih dini. Misalnya, sejak usia 20 tahun.

Saya mengetahui diri saya akan terkena darah tinggi saat usia 40 tahun. Walaupun saya belum menderita darah tinggi, dari hasil pemeriksaan, saat itu dokter telah memberi tahu bahwa saya punya potensi terkena darah tinggi.

Dokter minta saya untuk hati-hati terhadap makanan tertentu yang bisa memicu naiknya darah tinggi. Betul juga, tak lama kemudian saya merasakan kepala suka pusing.

Ya, pemeriksaan berkala atau periodik sangat penting karena kolesterol dan darah tinggi yang tidak terkendali bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke dan sirkulasi darah yang buruk. Kalau Anda stroke, huuhhh… menyedihkan.

Sebelum mimpi buruk itu tiba, Anda perlu bersiap diri untuk mencegah atau menghindari sakit darah tinggi dan kolesterol tinggi. Caranya, ya cek gula darah, kolesterol dan darah tinggi Anda secara berkala atau periodik.

Cek Kadar Kelosterol Tidak Perlu ke Laboratorium

cek kolekterolcek kadar kolesterol di laboratorium (sumber:deherba.com)

Dengan kemajuan teknologi, Anda bisa memiliki sendiri alat cek kolesterol. Dengan memiliki alat sendiri, Anda bisa cek atau mengukur kadar kolesterol Anda kapan saja.

Yang pasti, Anda tidak perlu membayar biaya cek kolesterol. Ditambah lagi, tidak perlu pergi ke klinik, puskesmas atau rumah sakit. Anda bisa cek di rumah.

Harga alat pengukur kolesterol juga tidak mahal. Anda bisa memilih alat cek sesuai dengan keinginan.

Dengan sering mengetahui kadar kolesterol, Anda bisa menjaga agar kolesterol tidak naik tinggi. Jika ternyata dari hasil cek diketahui kadar kolesterol Anda lebih dari 200 mg/dl, Anda harus segera menurunkannya.

Caranya, ya Anda bisa lakukan dengan mengonsumsi obat antikolesterol atau diet. Yaitu, menghindari makanan dan minuman yang bisa memicu naiknya kolesterol seperti disebutkan di atas.

Satu hal yang Anda perlu tahu, akurasi alat kolesterol rumahan tentu tidak seperti alat cek kolesterol di klinik besar atau rumah sakit.

Meskipun demikian, ia sudah memberikan informasi sangat penting tentang perkembangan kolesterol Anda. Ya, Anda bisa mengetahui hasil kolesterol total Anda. Akurasinya sudah mencapai 90%.

Jika ingin hasil lengkap, ya Anda harus cek ke laboratorium. Banyak klinik khusus yang memiliki peralatan lengkap untuk cek kolesterol Anda.

Saat akan cek di laboratirum, Anda harus puasa 9 – 12 jam. Cek kolesterol di laboratorium bisa dilakukan 5 tahun sekali. Atau, sesuai dengan petunjuk dokter setelah melakukan pemeriksaan terhadap diri Anda.

Tidak hanya cek kolesterol, Anda bisa cek yang lain. Misalnya, cek kondisi jantung, paru-paru, asam urat, gula darah, dsb. Ya, cek seluruhnya (general check).

Harga alat Cek Kolesterol: Rp 200 Ribu – Rp 500 Ribu

Banyak alat cek kolesterol digital yang bisa Anda miliki, baik untuk kepentingan sendiri bersama keluarga, untuk organisasi, kantor/instansi, dsb.

Biasanya, tiap organisasi memiliki seksi kesehatan. Untuk pelayanan anggota, seksi kesehatan bisa memiliki alat cek kolesterol. Lebih-lebih untuk masyarakat perkotaan, yang suka mengonsumsi makanan-makanan lezat, banyak gula, dsb.

Selain untuk cek kolesterol, ada alat yang sekaligus bisa untuk cek gula darah dan hemoglobin (hb). Pemakaiannya pun sangat praktis. Hanya menunggu beberapa menit, Anda sudah bisa tahu hasil cek seperti berapa kolesterol Anda, gula darah Anda atau hb Anda.

Banyak model dan merek dari alat cek kesehatan yang dijual di apotek, toko khusus alat kesehatan atau di toko-toko online. Anda bisa memilih alat yang Anda inginkan.

1. Easy Touch GCHb: Rp 225 Ribu – Rp 315 Ribu

Easy Touch menyediakan banyak tipe dengan harga beragam. Dari harga Rp 22.000 hingga Rp 315.000. Easy Touch termasuk salah satu alat tes kesehatan yang cukup laris.

Dengan alat ini, Anda bisa mengetahui kadar kolesterol, gula darah dan asam urat. Penggunaannya sangat mudah. Anda hanya perlu mengganti chip dan strip sesuai dengan apa yang Anda ingin cek.

Hasilnya, dalam beberapa detik bisa Anda ketahui. Hanya untuk kolesterol agak lama, sekitar 3 menit. Sampel darah yang diperiksa juga lebih banyak.

2. Nesco GCU: Harga Lebih Mahal Dikit

Alat tes kesehatan ini juga cukup laris. Banyak orang menyukainya. Harganya memang lebih mahal dikit dibandingkan dengan Easy Touch, tetapi kualitasnya tidak perlu diragukan.

Sama dengan Easy Toch, maka alat medis Nesco GCU juga multifungsi. Ia bisa digunakan untuk periksa kolesterol, gula darah dan asam urat. Harganya adalah Rp 282 ribu hingga Rp 400.700.

 * * *

Saya berharap artikel tentang pengalaman terkena kolesterol tinggi dan Hanya Perlu Satu Bulan Kolesterol Saya Kembali Normal ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pembaca. Yaitu, selalu bisa menurunkan dan menstabilkan kolesterol Anda. Terima kasih.

Save

One thought on “Hanya Perlu Satu Bulan Kolesterol Saya Kembali Normal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *