6 Tips Jitu untuk Mencegah Obesitas pada Anak Anda dengan Mudah

Advertisement

OBESITAS pada anak? Saya selalu khawatir saat mengetahui cucu saya diberi minuman vitamin. Saya selalu berpesan agar hati-hati, jangan sampai anak Anda mengalami obesitas atau kegemukan akibat makanan yang dikonsumsinya.

Ya, dengan berbagai fasilitas modern sekarang, kemungkinan anak mengalami obesitas sangat mungkin. Bahkan, di Karawang, Jawa Barat, ada anak dengan berat badan hampir 2 kuantal (200 kg) dalam usia sekitar 10 tahun.

Di Palembang, juga anak usia 10 tahun dengan bobot sekitar 1 kuintal. Bahkan, Menteri Kesehatan sempat menemuinya di rumah sakit untuk menjalani perawatan penurunan berat badan. Orang tua menyatakan apa yang menimpa anaknya bisa menjadi pelajaran bagi orang tua untuk mengontrol makanan anaknya supaya tidak terjadi obesitas pada anak.

Ia mengakui selama ini ia tidak pernah memperhatikan masalah makanan anaknya.

Anak memang harus tumbuh dengan baik, fisik dan psikis. Yang utama, berat badan harus bertambah sesuai dengan perkembangan umur anak.

Tetapi, jika pertumbuhan berat badannya terlalu cepat, itu juga cara yang tidak sehat. Anda harus mencegahnya. Contohnya, ya tadi, anak usia 10 tahun memiliki berat badan hampir 2 kuintal.

Tentu saja, orang tua yang punya kewajiban untuk membuat anak mereka terhindar dari penyakit obesitas. Bukan membiarkan anak punya potensi untuk menderita obesitas.

Apalagi, untuk anak yang usianya masih di bawah lima tahun (balita). Anak masih perlu suapan kerena belum bisa berbuat untuk dirinya. Orang tualah yang menentukan seperti apa pertumbuhan bayi Anda.

Sabrina Mbie, konsumen: “Anak saya umur 1 tahun 4 bulan, Berat badannya 30 kg, gimana caranya biar bb anak saya turun?” Banyak pertanyaan tentang obesitas di Internet.

Makanan dan Minuman Penyebab Obesitas

kegemukan pada anak seorang anak mengalami kegemukan di lampung (sumber.antara.com)

Banyak penyebab mengapa terjadi obesitas pada anak. Penyebab itu makin banyak di dunia modern sekarang karena banyak fasilitas yang membuat anak kurang gerak sehingga badannya tumbuh gemuk dan akhirnya terjadilah obesitas pada anak.

Penyebab terjadinya obesitas pada anak adalah:

1. Anak Kurang Gerak

Banyak anak kini menyukai film kartun atau film anak-anak di televisi. Mereka mampu bertahan berjam-jam duduk di depan televisi menyaksikan film kesayangan mereka.

Mereka sering menyaksikan film anak-anak sejak bangun tidur. Pulang sekolah, mereka kembali menonton film di televisi. Tentu saja, ini bisa menyebabkan anak Anda mengalami kegemukan.

Maka, Anda sebagai orang tua harus mampu mengarahkan anak untuk tidak menonton televisi terlalu lama. Katakan, duduk di depan televisi sampai berjama-jam bisa membuat anak tidak sehat alias sakit.

2. Main Game

Kini banyak anak menyukai permainan game, khususnya melalui handphone. Ini juga membuat mereka bisa kecanduan dan menghabiskan banyak waktu dengan main game.

Tidak sedikit dari mereka main game sambil tiduran atau duduk. Mereka sangat asyik dengan tekan sana tekan sini untuk menjalankan permainan game.

Tentu saja, ini adalah cara hidup anak yang tidak sehat. Bisa membuat Anda kurang gerak. Akibat selanjut, anak Anda bisa menderita obesitas atau kegemukan.

3. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji juga bisa menyebabkan anak mengalami kegemukan (obesitas). Saya pernah menyaksikan cucu saya lebih menyukai masakan mi atau makanan cepat saji lainnya daripada sarapan nasi saat akan berangkat sekolah.

Saya akhirnya menasihati dia untuk makan nasi supaya nilai pelajarannya bagus. Badan menjadi lebih sehat dengan sarapann nasi. Sebaliknya, mengonsumsi makanan cepat saji tidak akan membuat pikiran lebih cerdas.

Dengan penjelasan secara persuasif itu, cucu saya akhirnya bersedia sarapan nasi saat akan berangkat sekolah. Ia tidak lagi mengonsumsi makanan cepat saji ketika akan berangkat sekolah.

Makanan cepat saji mengandung banyak lemak atau banyak gula sehingga bisa membuat anak mengalami kegemukan (obesitas).

Makanan cepat saji memang enak. Anak-anak sangat suka. Tetapi, kandungan gizinya untuk pertumbuhan anak sangat rendah

4. Minuman Ringan

Anda juga perlu hati-hati jika memberikan minuman ringan kepada anak-anak. Rasanya memang segar dan manis sehingga anak-anak sangat suka. Tetapi, itu tidak baik untuk pertumbukan anak.

Membelikan minuman rinagn sekali dua kali tidak apa. Tetapi, tiap hari atau bahkan terus-menerus anak Anda suka minuman ringan yang manis dan segar. itu pertanda tidak baik untuk pertumbuhan kesehatan anak Anda.

Itu sama saja Anda menyiksa anak Anda. Anda menjerumuskan anak Anda ke kondisi tidak sehat. Tidak hanya tidak sehat secara fisik, tetapi nantinya juga tidak sehat secara psikis.

Selalu sajikan kepada anaknya makanan dan minuman yang sehat yang mampu merasangkan pertumbuhan tubuh dan otaknya dengan bai.

6 Tips Membuat Anak Anda Terhindari dari Kegemukan

diet anakmakan pagi bersama, orang tua bisa mengontrol menu anak biar tak kegemukan (foto:gudangkesehatan.com)

Berikut ini 6 tips menghindari obesitas pada anak. Sebagian tips ini adalah kebalikan dari makanan dan minuman larangan untuk anak.

1. Sarapan Pagi Bergizi

Biasakan anak Anda untuk sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas pagi hari. Ini sangat penting karena dengan demikian anak Anda memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas, bak aktivitas fisik ataupun aktivitas psikis.

Banyak anak yang tidak pernah sarapan pagi. Orang tuanya tidak menyiapkan sarapan pagi mereka dengan baik. Atau kalau sarapan, menu makanan hanya disediakan seadanya.

Ini adalah cara yang kurang tepat. Supaya anak Anda bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan mampu melakukan aktivitas dalam belajar, menu sarapan sangat penting. Siapkan menu sarapan pagi yang bisa mendukung produktivitas anak Anda tinggi dengan capaian intelektualnya yang terus maju.

2. Jangan Banyak Makanan Gorengan

Jangan siapkan banyak makanan gorengan untuk anak Anda. Ya, makanan gorengan memang gurih dan disukai banyak orang. Tidak hanya anak. Banyak orang tua juga menyukainya.

Tetapi, makanan gorengan mengandung lemak tinggi. Tidak baik untuk pertumbuhan kesehatan anak Anda. Anda harus menyiapkan makanan rebus, kukus, bakar, atau lainnya. Ini bisa mencegah terjadinya obesitas pada anak.

3. Harus Makan di Meja Makan

Ajak anak Anda makan di meja makan. Bukan di depan televisi. Supaya anak senang duduk di ruang makan, ya anak ajak bicara, cerita, dsb saat mulai berada di meja makan, sehingga mereka tidak lari ke depan televisi.

Atau, saat maktu makan, televisi harus dimatikan. Ajak anak menyepakati itu. Waktu makan, televisi harus dimatikan.

Ini adalah supaya anak-anak Anda dan Anda bisa berkomunikasi lebih baik. Pendekatan antara orang tua dan anak bisa berjalan harmonis. Anak lebih menyukai orang tua sebagai teladan hidup.

Di meja makan, ajak anak bicara masalah sekolah, pelajaran, aktivitas sehari-hari, kegembiraannya, kedukaannya, dsb. Usahakan Anda bisa membantu solusi atau hal-hal yang mereka hadapi.

Dengan demikian, anak-anak bisa tumbuh dengan baik sesuai dengan panduan untuk menjadi anak yang cerdas, berakhlak dan sehat.

4. Sediakan Peralatan untuk Aktivitas Fisik

Supaya anak Anda tidak menghabiskan lebih banyak waktunya depan televisi atau main game, Anda sediakan berbagai fasilitas yang bisa mendukung untuk itu.

Misalnya, sepeda. Sediakan mereka sepeda sehingga tiap hari bisa main sepeda dengan sesama anak Anda atau dengan teman-temannya di lingkunan kediaman Anda.

Juga sediakan juga permainan fisik lainnya yang mendidik. Banyak mainan untuk merasangkan kecerdasan anak yang bisa Anda berikan untuk anak Anda.

Atau belikan papan tulis untuk belajar menulis, belajar matematika, menggambar, dsb. Pertumbuhan psikis dan kecerdasan anak Anda akan terangsang dengan berbagai peralatan itu.

5. Tidur Malam Lebih Cepat

Tidur malam lebih cepat juga bisa menghindarkan anak dari kegemukan. Selain faktor makanan, kelelahan fisik juga bisa membuat anak cepat tidur malam.

Tetapi, Anda bisa membuat aturan bahwa anak pada jam 8 malam atau jam 9 malam harus tidur. Semua aktivitas seperti nonton televisi atau main game harus ditinggalkan.

Dari hasil penelitian, banyak anak yang tidur malam mulai jam 9 lebih bisa mengalami kegemukan dua kali dibandingkan anak tidur malam sebelumnya jam 8 malam.

6. Beri Wawasan Lebih Luas di Luar Rumah

Ajak anak-anak Anda mengunjungi tempat-tempat khusus yang bisa menambah wawasan mereka untuk tujuan pendidikan.

Misalnya, kunjungi perpustakaan, masjid-masjid bersejarah dan sangat maju pengelolaannya, pondok pesantren, dsb.

Selain memperluas wawasan pendidikan anak, ini juga membuat anak melakukan banyak aktivitas fisik. Mencegah pertumbuhan yang tidak sehat seperti mengalami kegemukan.

Demikian artikel mengenai obesitas pada anak. Semoga bermanfaat.

Save

Advertisement