Penyakit Rematik: Gejala, Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Posted on
  • Penyakit Rematik yang Tak Disembuhkan, Penderitanya Bisa Lumpuh

BAGAIMANA jika Anda terkena penyakit rematik sampai bertahun-tahun? Aduh, sedih dan repot rasanya. Oleh karena itu, Anda sejak dini harus mencegah terjadinya penyakit rematik. Jangan anggap penyakit rematik sebagai penyakit biasa.

Penyakit rematik akan menyerang otot dan sendi. Jika tidak disembuhkan dengan baik, penyakit ini bisa berkembang menjadi kronis hingga bertahun-tahun. Anda akan menderita nyeri yang sangat, bahkan bisa terjadi pembekakan.

Anda pun akan menderita karena kaki, tangan atau anggota tubuh yang bagian sendinya terkena rematik akan sulit digerakkan. Ya, terasa kaku.

Anda harus berusaha menyembuhkannya jika sekarang telah menderita rematik. Sebab, jika rematik dibiarkan, bisa-bisa Anda akan mengalami kelumpuhan seperti dialami oleh Een Sukaesih (50 tahun).

Wanita ini menderita penyakit rematik sejak usia 18 tahun. Sayang, ia dan keluarganya tidak membawanya ke dokter untuk diobati dan disembuhkan. Akhirnya, ia pun mengalami kelumpuhan.

“Een Sukaesih menderita penyakit Rheumatoid arthritis (RA). Ini tergolong penyakit rematik kronis. Tetapi, jika cepat diobati sejak dini dengan baik, penyakit rematik bisa sembuh,” kata Dr Cecilia Renny Padang, PhD, FACR.

Sayangnya, kini masih banyak orang menganggap penyakit rematik bukan penyakit berat. Atau, jika berusaha menyembuhkannya, hal itu tidak dilakukan sampai sembuh total 100%.

Akibatnya, penyakit rematik masih saja timbul atau kambuh. Penyakit kambuhan ini dinamakan sembuh remisi. Hanya 10 persen penderita rematik yang akhirnya bisa menyembuhkan sakitnya hingga 100%.

Gejala Rematik, Jangan Biarkan Tanpa Obat hingga 1 Tahun Lebih

penyakit rematiknyeri di sendi jariĀ  (sumber:radangnyerisendi.com)

Supaya kasus seperti dialami oleh Een Sukaesih tidak terjadi pada Anda, maka ketika mengetahui diri Anda menderita gejala rematik seperti akan dijelaskan berikut ini, Anda sebaiknya berusaha mengobati atau menyembuhkannya hingga sembuh total.

Misalnya, Anda periksa ke dokter. Nanti dokter akan memberikan obat rematik sebagai usaha menyembuhkan sakit Anda. Atau, Anda mungkin diminta untuk periksa ke laboratorium untuk tes darah dan foto rontgen biar bisa memastikan kondisi penyakit rematik Anda.

Karena banyaknya jenis penyakit rematik, maka dokter mengatakan diagdosa sakit rematik tidak mudah. Perlu diagnosa yang benar.

Berikut ini beberapa gejala rematik yang perlu Anda ketahui:

1. Ada pembengkakan di sekitar sendi. Mulanya pada sendi jari tangan, sendi kaki, dan sendi-sendi yang lain.

2. Berat badan Anda terus menurun tanpa sebab tertentu

3. Dapat disertai demam tanpa sebab yang jelas. Bagian sendi yang sakit sering terasa kaku.

4. Pada pagi hari, sendi sering terasa kaku selama 1 jam lebih.

5. Badan mudah merasa letih dan lesu

6. Nafsu makan terus menurun.

7. Sakit rematik bisa kambuh ketika Anda mengonsumsi makanan larangan. Cuaca mendung dan akan hujan juga bisa membuat rematik kambuh.

Jika Anda merasakan gejala rematik seperti itu, Anda harus segera periksa dokter atau menyembuhkan sendiri dengan mengonsumsi obat farmasi, obat rematik alami, obat herbal rematik atau obat tradisional rematik.

Anda bisa memilih obat mana yang mudah mendapatkannya dan nyaman untuk mengonsumsinya.

Yang penting jangan biarkan rematik tanpa pengbobatan. Jika lebih dari satu tahun tanpa pengobatan, akibatnya bisa fatal. Yaitu, bisa terjadi kerusakan sendi dan tulang. Bahkan, bisa terjadi pengeroposan tulang dan erosi sendi.

Bisa juga penderita bisa mengalami kelumpuhan seperti halnya Een Sukaesih. Jika rematik Anda sudah dalam kondisi kronis akibat tidak segera diobati, maka biaya pengobatan bisa cukup mahal. Banyak penderita atau keluarganya angkat tangan.

Sakit rematik pun dibiarkan terus menggerogoti kesehatan penderita. Bahkan, penderita akhirnya bisa mengalami kelumpuhan.

Saya yakin, Anda tidak ingin seperti itu kan? Maka, waspadai penyakit rematik. Jangan anggap rematik sebagai penyakit sepele. Segera obati jika Anda merasakan gejala rematik pada tubuh Anda.

pantangan rematikpantangan sakit rematik (sumber:wartasolo.com)

4 Jenis Penyakit Rematik, Ada yang Bisa Menyerang Remaja

Penyakit rematik terdiri dari beberapa jenis. Dr Harry Isbagio Sp PD-KR dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta menyebutkan ada 150 jenis rematik.

“50% keluhan penyakit sendi (rematik) karena pengapuran tulang. Ini berarti jaringan tulang rawan telah menipis. Fungsi tulang rawan adalah sebagai bantalan persendian,” kata dr Harry.

Dari 150-an jenis rematik, ada 4 empat jenis yang sering di

Di bawah ini akan dijelaskan tentang 4 jenis rematik yang penting untuk Anda ketahui. Hal yang sangat penting, jika Anda merasakan ada gejala dari salah satu jenis rematik di bawah ini, segera sembuhkan.

1. Orteoarthritis, Penderitanya Banyak Wanita

Penyakit rematik jenis ini umumnya dialami oleh wanita berusia 40 tahun lebih. Penyebabnya adalah sistem kerja dan fungsi tulang sendi yang makin menurun seiring dengan bertambahnya usia Anda. Selain itu, juga ada kerusakan di tulang rawan sendi.

Penyebab lain dari rematik orteoarthritis adalah kelainan tulang, kepadatan tulang yang tidak seimbang, dan obesitas (kegemukan). Tulang yang lebih padat atau lebih keras dan benturan beban dari tulang rawan sendi tidak berkurang.

Akibatnya, tulang rawan sendi cepat rusak.

Gejala penyakit rematik jenis ini adalah rasa nyeri di sendi, sendi tampak membesar, dan gerakan sendi lamban ketika mengangkat beban.

2. Rematoid Arthritis, Penderita mulai Usia 25 Tahun

Wanita harus lebih hati-hati terhadap kemungkinan terjangkiti penyakit rematik. Selain rematik Orteoarthritis, penyakit rematik jenis reumatoid arthritis juga lebih banyak diderita wanita.
Bahkan, bisa menyerang penderita mulai usia 25 tahunan.

Jadi, anak muda pun perlu waspada dengan penyakit rematik jenis ini.

Bagian yang diserang penyakit ini adalah sendi di kaki dan tangan. Selain rasa nyeri, gejala dari penyakit ini adalah adanya radang, pembengkakan dan kerusakan di bagian sendi secara simetris.

3. Gout Arthritis (Asam Urat), Banyak Menyerang Pria

Dalam masyarakat, penyakit rematik jenis ini dikenal dengan penyakit asam urat. Berbeda dari kedua jenis rematik dia atas, gout arthritis justru banyak menyerang kaum pria.

Penyebab dari penyakit ini adalah kelebihan konsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi. Akibatnya, ginjal tidak bisa memproses semua zat asam urat yang berasal dari konsumsi zat purin.

Kelebihan asam urat ditampung di sendi kaki dan akhirnya terjadilah penyakit asam urat. Untuk menghindari penyakit asam urat, ya mengurangi konsumsi makanan dan buah yang mengandung zat purin tinggi.

Tetapi, ada baiknya Anda yang telah berusia 40 tahun lebih mencoba periksa kadar asam urat dulu di laboratorium untuk memastikan berapa kadar asam urat Anda. Anda bisa datang ke puskesmas, rumah sakit atau laboratorium klinik.

Jika hasil periksa laborat menunjukkan kadar asam urat Anda masih rendah, ya Anda aman. Jika sudah mendekati batas maksimal, ya Anda harus diet dengan mengurangi konsumsi makanan dan buah yang mengandung zat purin tinggi atau makanan pantangan asam urat.

Jika sudah melebihi angka normal, ya Anda harus mengonsumsi obat asam urat. Bisa memilih obat kimia, obat herbal asam urat atau obat alami asam urat. Semua terserah Anda. Yang penting Anda harus menjaga agar asam urat Anda selalu normal dan aman.

4. Ankylosing Spondylitis, Menyerang Remaja dibawah 30 Tahun

Ini termasuk jenis penyakit rematik kronis. Penyakit menyerang area tulang belakang dan bagian tubuh lainnya. Kebanyakan penderita sakit rematik jenis ini adalah remaja atau anak muda usia dibawah 30 tahun.

Tentu saja, gejala penyakit rematik Ankylosing Spondylitis ini ajtara lain punggung merasa sakit saat berdiri dari tempat duduk. Rasa sakit biasanya datang dari bagian bawah tulang belakang sampai ke atas tulang belakang.

Bagian tubuh lain yang mengalami sakit rematik adalah bahu. ruas tulang belakang, tulang dada, sendi antara tulang panggul dan tulang belakang, ligamen dan tendon, dsb. Penderita penyakit rematik jenis ini kebanyakan sulit untuk membungkuk dan merasa punggung seperti sakit.

Kesalahan persepsi masyarakat: Banyak dari mereka yang menyamakan antara penyakit rematik dan asam urat. Padahal, penyakit asam urat hanya salah satu dari jenis penyakit rematik.

Oleh karena itu, bisa terjadi seseorang dinyatakan asam uratnya normal, tetapi ia masih merasakan nyeri di beberapa sendi. Ini terjadi karena rasa nyeri di sendi bukan asam urat. Tetapi akibat penyakit rematik jenis lain.

Cara Mencegah Rematik, Ya Hindari Makanan Penyebab Rematik

Bagaimana cara mencegah rematik atau mencegah penyakit rematik Anda kembali kambuh, ya Anda perlu menghindari makanan penyebab rematik. Atau kalau Anda tetap ingin mengonsumsinya, Anda sebaiknya membatasi diri dengan cara hanya mengonsumsi sedikit dan tidak terus-menerus.

Berikut ini beberapa makanan dan minuman penyebab atau pantangan rematik yang harus Anda hindari, yaitu:

1. Minum alkohol. Ya, minuman alkohol memang bukan minuman sehat. Sering minum alkohol membuat Anda mudah dihinggapi berbagai penyakit.

2. Minum kopi. Kandungan kopi juga tidak baik untuk Anda yang punya penyakit rematik. Jika Anda sudah sembuh dari rematik pun, sebaiknya tetap membatasi minuman kopi. Akan lebih baik kalau Anda menghindarinya sehingga hidup Anda akan lebih sehat.

3. Daging merah. Daging apa saja, daging sapi, daging kambing, daging kerbau atau lainnya bisa menyebabkan penyakit rematif Anda kambuh. Terutama jika Anda mengonsumsi daging merah dalam jumlah banyak dan sering.

Kandungan zat purin dalam daging merah tergolong sedang. Kalau Anda ingin terhindar dari sakit rematik atau asam urat, yang hindari konsumsi daging merak. Tetapi, jika Anda ingin sekali mengonsumsi daging, ya sedikit saja. Paling banyak 170 gra, per hari.

Tetapi, sebelum dikonsumsi, daging merah hendaknya dibersihkan dulu lemaknya. Ya, biar Anda terbebas dari akibat buruk mengonsumsi lemak.

4. Makan jeroan. Ya, jeroan hewan apa saja bisa menyebabkan penyakit rematik Anda kambuh jika Anda suka mengonsumsinya. Demi kesehatan, hindari saja konsumsi jeroan. Baik untuk hati, jantung, usus, babat, dsb. Mengonsumsi jeroan juga bisa menyebabkan sakit darah tinggi, kolesterol, kegemukan kambuh. Atau Anda kena penyakit berat itu.

5. Tomat. Anda harus menghindari tomat jika sakit Anda suka kambuh. Penyebabnya, karena tomat mengandung zat purin tinggi yang bisa menyebabkan zat asam urat dalam tubuh Anda juga tinggi. Ini yang menyebabkan tomat harus Anda hindari.

6. Makanan cepat saji. Sering mengonsumsi makanan cepat saji juga bisa menyebabkan Anda kena rematik. Termasuk makanan dalam kaleng.

7. Kacang-kacangan dan olahannya. Makanan ini juga mengandung zat purin tinggi sehingga bisa menyebabkan sakit rematik. Jadi, Anda sebaiknya menghindarinya. Makanan olahan dari kacang-kacangan seperti susu kedelai dan susu kacang.

8. Makanan laut. Beberapa ikan laut mengandung zat purin tinggi. Misalnya, kerang, ikan asin, ikan teri, sarden, makarel (ikan kembung), tiram, udang, lobster, atau kepiting. Makanan-makanan ini harus Anda hindari karena kandungan zat purinnya juga tinggi.

9. Sayuran. Beberapa sayuran sebaiknya Anda tinggalkan. Apabila Anda ingin tetap mengonsumsinya, ya sedikit saja. Biar Anda selalu sehat dan rematik tidak pernah kambuh. Antara lain bayam, buncis, asparagus, dsb.

10. Konsumsi banyak gula. Makanan dan minuman manis yang mengandung banyak gula juga harus Anda hindari biar sakit rematik tidak kambuh lagi. Ya, pokoknya makanan dan minum yang terlalu manis akibat banyak gula juga harus Anda hindari biar Anda tetap sehat tidak terkena sakit rematik ataupun asam urat.

Anda yang memiliki berat badan yang tinggi berisiko mudah kena rematik, khususnya untuk sendi di lutut. Oleh karena itu, Anda yang tubuhnya gemuk perlu menurunkan berat badannya biar tidak mudah kena sakit rematik.

Itulah beberapa makanan penting yang harus Anda hindari karena bisa menjadi sumber datangnya penyakit rematik yang menyerang kesehatan Anda.

Makanan yang Perlu Anda Konsumsi biar Rematik Tidak Kambuh

Selain ada makanan minuman yang harus Anda hindari karena sebagai penyebab rematik, ada juga beberapa makanan yang perlu Anda konsumsi untuk membantu agar Anda terhindar dari penyakit rematik. Atau setidaknya penyakit rematik tidak sering kambuh.

Cara ini sekaligus bisa untuk menyembuhkan penyakit rematik Anda. Ya, menyembuhkan penyakit apa pun, termasuk menyembuhkan rematik, harus Anda lakukan secara menyeluruh.

Yaitu, dengan menghindari makanan buah penyebab rematik, mengonsumsi makanan yang bisa membuat sakit rematik tidak kambuh lagi, mengonsumsi obat rematik, olahraga, dsb.

Makanan yang perlu Anda konsumsi untuk menurunkan atau mencegah rematik kambuh adalah:

  1. Makanan yang mengandung oksidan tinggi. Misalnya, berbagai sayuran dan buah-buahan. Tentu saja, sayuran dan buah yang tidak disebutkan dalam daftar makanan pantangan asam urat dan rematik.
  2. Makanan dengan omega 3 tinggi. Misalnya, ikan salmon, sarden dan lainnya.
  3. Makanan yang bisa menurunkan zat yang menyebabkan terjadinya peradangan dalam tubuh. Misalnya, oatmeal dan beras merah.
  4. Selalu menggunakan minyak zaitun untuk memasak atau menggoreng setiap hari

Selain itu, penderita penyakit rematik sebaiknya tidak sering mandi malam. Bahkan, Anda yang belum terkena penyakit rematik pun sebaiknya tidak sering mandi malam.

Hindari stres dan semua faktor yang bisa menyebabkan Anda stres. Banyak cara bisa Anda lakukan untuk menghindari stres. Selain itu, Anda harus rajin berolahraga tiap hari dan beristirahat cukup.

Jika diperlukan, Anda bisa minum obat rematik. Baik obat resep dokter, obat herbal rematik, obat rematik alami, dsb.

Obat herbal rematik, misalnya, Tong Mai Dan – Obat Asam Urat Rematik Nyeri Sendi Sakit Pinggang; Maderic 30’s – Obat Asam Urat, Obat Rematik, Rheumatic, Mencegah Jantung; Tung Shueh Pill Cap Kepala Sapi 80’s Cow’s Head Brand – Obat Rematik, Obat Asam Urat, dsb.

Demikian artikel mengenai penyakit rematik, gejala, penyebab dan cara menyembuhkannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda dan Anda bisa selalu sehat tanpa menyandang gangguan penyakit rematik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *