Penyakit Kanker Julia Perez Makin Berat, Apa Penyebab Kanker Serviks?

KONDISI penyakit artis Julia Perez (Jupe) makin mengkhawatirkan. Kanker serviks yang dideritanya tampak makin berat. Beberapa hari belakangan ia tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Apa penyebab kanker serviks?

“Seringkali ia terlihat lupa ingatan. Kondisinya makin mengkhawatirkan,” kata Nia Anggia, adik Jupe.

Pihak keluarga pun, tambah Nia, kian merasa cemas dengan kondisi bintang film yang suka bicara ceplas-ceplos dan ulahnya sering mengundang perhatian publik.

Sudah tiga bulan ia dirawat di Rumah Sakit (RS) Cipto Mangunkusumo Jakarta. Tetapi, belum terlihat perkembangan yang menggembirakan. Justru sebaliknya, belakangan dia tidak bisa diajak berkomunikasi dengan baik.

Kini, ia tidak bisa mengenali semua rekan atau kenalan yang datang menjenguknya. Ada yang masih diingat, tetapi ada juga yang dia tidak tahu siapa karena lupa.

Hari Kamis (13/4/20017), sekelompok artis kembali menjenguk Jupe. Selain menyatakan ingin melakukan penggalangan dana untuk kesembuhan Jupe, mereka juga datang dengan mengajak seorang ustad. Sang ustad diminta menghibur dan memberi nasihat (taushiyah) Jupe untuk menenangkan hatinya.

Ya, kita doakan semoga Jupe bisa melampaui cobaan yang amat berat ini. Semoga ia bisa sembuh dari sakit kankernya. Doa masyarakat Indonesia seperti dimuat di banyak situs semoga bisa menjadi kekuatan bagi Julia Perez mengahadapi sakitnya.

Sebagian Besar Wanita Terlambat Mengetahui Dirinya Kena Kanker Serviks

julia perez

Apakah kanker serviks itu? Apa penyebab terjadinya kanker serviks?

Ya, Anda kaum wanita perlu mengetahui kemungkinan adanya kanker serviks sejak dini. Atau sejak usia muda. Maksudnya, biar Anda bisa mencegah penyakit mematikan itu menyerang diri Anda.

Selain itu, jika diketahui Anda terkena penyakit kanker serviks sejak dini, kemungkinan besar penyakit Anda bisa disembuhkan.

Ini sangat penting karena keterlambatan diketahuinya penyakit kanker rahim membuat pengobatannya makin sulit. Atau setidaknya akan memakan waktu yang sangat lama.

Sebelum melanjutkan bahasan masalah penyakit kanker serviks ini, perlu saya sampaikan terlebih dahulu bahwa artikel ini adalah bahasan secara umum. Bukan tentang penyakit yang diderita Jupe. Penyebutan Julia Perez di awal artikel ini sebagai tanda simpati untuk mendoakan supaya Jupe diberikan kesembuhan.

Sementara, artikel ini sebagai informasi kepada masyarakat tentang bahayanya kanker serviks bagi semua wanita di Indonesia. Tak hanya menyerang orang dewasa, penyakit ini sekarang juga menyerang wanita usia di bawah 20 tahun.

Menurut data, tiap harinya 40 wanita Indonesia diketahui menderita penyakit kanker serviks. Separoh atau 50% dari mereka tak mampu mempertahankan hidup alias meninggal dunia.

Kanker serviks memang termasuk salah satu kanker ganas. Tentu saja, korbannya adalah kaum wanita. Oleh karena itu, penyakit kanker serviks sering dinamakan “pembunuh wanita nomor satu”.

Penderita kanker ini bukan hanya perempuan dewasa. Data terakhir menunjukkan bahwa anak perempuan usia di bawah 20 tahun juga bisa terkena kanker serviks.

Apakah kanker serviks itu? Menurut situs alodokter.com, kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Kanker serviks sering pula disebut sebagai penyakit kanker leher rahim.

Semua perempuan bisa terkena penyakit kanker ini. Tetapi, penyakit kanker serviks mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Sayangnya, seperti halnya penyakit lain, banyak penderita kanker ini terlambat mengetahui bahwa dirinya terkena kanker rahim. Tahu dirinya terkena penyakit kanker serviks ketika sakitnya sudah pada stadium lanjut.

Atau ada gejala, tetapi banyak wanita yang tidak memperhatikan atau mengabaikannya. Dianggapnya hal itu adalah kejadian biasa yang tidak penting atau tidak bahaya. Atau dianggap gejala kanker itu hanya sebagai keadaan fisik kurang sehat.

Oleh karena itu, cara terbaik adalah memeriksakan diri sebelum terlambat. Artinya, Anda perlu periksa dokter secara berkala untuk mengetahui apakah diri Anda punya penyakit kanker serviks atau tidak (sehat).

Gejala Umum: Pendaharan pada Vagina Setelah Melakukan Hubungan Seksual

penyakit kanker serviks

Gejala yang paling umum dari kanker serviks adalah terjadinya pendarahan pada vagina setelah melakukan hubungan seks dan pendarahan itu bukan akibat menstruasi.

Namun, tidak semua pendarahan pada vagina bisa dipastikan akibat penyakit kanker serviks. Untuk memastikannya, Anda harus segera periksa dokter. Jika dokter mencurigai bahwa pendarahan itu akibat kanker serviks, Anda akan dikirim ke dokter spesialis.

Keterlambatan mengetahui terjadinya penyakit kanker serviks menjadi penyebab tingginya jumlah penderita penyakit ini di Indonesia. Umumnya, penderita mulai periksa dokter saat sakitnya sudah menyebar ke berbagai organ tubuh.
Kondisi ini membuat penyembuhan atau pengobatannya sangat sulit. Ditambah masih terbatasnya penanganan penyakit ini.

Banyak penyebab terjadinya penyakit kanker serviks. Antara lain aktivitas seksual pada usia muda, melakukan hubungan seksual dengan banyak orang, penyakit seksual menular, merokok, punya banyak anak, sosial ekonomi rendah, akibat pemakaian pil KB (dengan HPV negatif atau positif), dan imunitas yang rendah.

Anda yang punya risiko tinggi terkena kanker serviks, sekali lagi, perlu periksa dokter secara periodik. Dengan cara itu, penyakit Anda bisa diketahui secara dini sehingga harapan bisa sembuh sangat besar.

Lain halnya dengan penyakit kanker serviks yang diketahui sudah menyebar ke banyak organ tubuh Anda. Pengobatannya sangat sulit dan memakan waktu lama. Bahkan, banyak pasien (50%) yang tidak bisa ditolong jiwanya. Mereka meninggal karena keterlambatan pengobatan.

Adapun gejala kanker serviks yang perlu Anda curigai adalah:

1. Pendarahan saat datang bulan (haid, menstruasi) tidak seperti biasanya. Volume darah yang keluar atau lamanya pendarahan tidak seperti biasanya. Darah yang keluar lebih banyak dan lama pendaharan lebih panjang.

2. Adanya pendaharan dari vagina yang ditandai dengan adanya bercak darah pada celana Anda. Termasuk wanita lanjut usia (menopause). Anda harus mencurigai tentang kemungkinan adanya penyakit kanker serviks.

3. Adanya pendarahan setelah atau saat melakukann hubungan seksual. Anda sebaiknya periksa ke dokter. Jangan menebak-nebak yang tidak jelas jawabannya. Atau menganggap hal itu adalah masalah sepele.

4. Anda mengalami keputihan atau mengeluarkan cairan putih dengan bau yang lebih menyengat dibandingkan keputihan sebelumnya. Anda perlu cek ke dokter tentang kemungkinan Anda terkena kanker serviks.

Virus HPV 16 dan HPV 18 Penyebab Utama Terjadinya Kanker Serviks

kanker serviks

pemeriksaan dini bisa mencegah terjadinya penyakit kanker serviks.(sumber:health.detik.com)

Umumnya penyebab kanker serviks adalah virus HPV 16 dan HPV 18. Besarnya, 70 % penyakit kanker karena serangan kedua virus tersebut. Virus ini ditularkan melalui hubungan seks tidak sehat, khususnya hubungan seksual dengan ganti-ganti pasangan.

Sesungguhnya banyak virus HPV dalam tubuh wanita. Tetapi, sebagian virus ini tidak aktif. Hanya dua virus yang menjadi sebab terjadinya penyakit kanker serviks, yaitu virus HPV 16 dan HPV 18.

Virus HPV (Human Papilloma Virus) adalah kumpulan beberapa jenis virus yang menyebabkan terjadinya kutil, baik di tangan, kaki atau alat kelamin.

Tetapi, tidak semua virus itu berbahaya. Yang berbahaya adalah virus yang mengganggu sel-sel rahim yang akhirnya terjadilah kanker serviks. Virus berbahaya itu adalah HPV 16 dan HPV 18.

Penggunaan kondom saat berhubungan seksual bisa mencegah terjadinya kanker leher rahim. Tetapi, tidak bisa mencegah 100%.

Paling aman adalah tidak melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Melainkan melakukan hubungan seksual hanya dengan pasangan resmi (nikah sah).

Sel kanker serviks juga bisa terjadi akibat sel-sel yang selama bertahun-tahun berada di permukaan leher rahim. Sel-sel itu mengalami perubahan menjadi kanker.

Dengan pemeriksaan khusus, sel-sel itu bisa dideteksi sebelum berubah menjadi kanker. Pemeriksaan khusus atau screening kanker serviks ini dikenal dengan nama pap smear atau tes smear.

Pap smear dilakukan untuk menemukan sel-sel abnormal di leher rahim yang kemungkinan akan berubah menjadi kanker. Tetapi, dari hasil pemeriksaan selama ini, agak kecil sel-sel abnormal yang berubah menjadi kanker.
Pemeriksaan adalah untuk mencegah terjadinya kanker rahim. Jadi, sifatnya untuk pencegahan.

Cara lain yang lebih mudah dan cepat adalah melakukan screening atau deteksi dini. Ini bisa Anda lakukan di rumah sakit atau laboratorium medis. Yang populer adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).

Tes ini hanya memakan waktu beberapa menist. Hasilnya pun bisa diketahui saat itu juga. Tes ini lebih cepat dan tidak terlalu rumit seperti pap smear atau tes smear.

Demikian artikel mengenai penyakit kanker rahim atau kanker serviks dan pencegahannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda, khususnya kaum wanita.