Cara Mempertahankan Tekanan Darah Normal pada Lansia

Posted on

BANYAK kasus darah tinggi atau hipertensi yang terjadi pada usia lanjut (lansia), baik pria ataupun wanita. Demikian halnya dengan lansia di Indonesia. Bahkan, penderita darah tinggi berusia lanjut di Indonesia lebih tinggi daripada di Jepang.

Di Inggris, separoh lebih dari penduduk lansia menderita tekanan darah tinggi. Sebagian besar mereka menderita tekanan darah tinggi sistolik terisolasi. Yaitu tekanan darah sistoliknya sampai 160 mmHg, tetapi diastoliknya tetap stabil, yakni 90 mmHg.

Dengan kondisi tekanan darah seperti itu, Anda bisa berisiko kena sakit jantung, penyakit dimensia (pikun), dan fungsi kognitifnya menurun. Tentu saja, Anda harus berusaha mencegah terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik sehingga Anda bisa bebas dari berbagai risiko penyakit lansia.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara mempertahankan tekanan darah normal pada lansia?

Atasi Beberapa Penyebab Darah Tinggi pada Lansia biar Tensinya Tetap Normal

darah tinggi

Upaya mempertahankan tekanan darah normal pada lansia sangat penting. Apalagi, jika sebelumnya Anda sudah terkena penyakit jantung, kolesterol tinggi, atau diabetes. Anda akan mudah terkena penyakit darah tinggi.

Penyakit darah tinggi untuk lansia lebih banyak menimpa wanita. Pria berusia 45 tahun lebih berisiko kena penyakit darah tinggi. Tetapi. wanita lansia berusia 65 tahun ke atas lebih berisiko terkena penyakit hipertensi.

Tekanan darah tinggi pada lansia atau 50 tahun ke atas adalah 150/95 mmHg atau lebih tinggi dari itu. Untuk menghindari penyakit darah tinggi, Anda sebaiknya sering cek tensi setidaknya satu tahun sekali.

Anda bisa cek tekanan darah di puskesmas, klinik, atau memiliki alat khusus pengukuran tekanan darah untuk itu. Anda bisa memiliki alat pengukuran tensi digital dengan harga murah. Tetapi, membeli alat yang lebih baik juga lebih nyaman untuk penggunaannya.

Banyak penyebab mengapa lansia menderita penyakit darah tinggi. Anda sebaiknya mengetahui hal itu dan berusaha mencegahnya sehingga Anda bisa bebas dari darah tinggi saat menginjak usia lanjut.

1. Pembuluh darah tidak lagi lentur atau elastis seperti saat masih usia muda. Dengan penurunan elastisitas akibat usia lanjut, maka pembuluh darah tidak bisa berfungsi dengan baik sebagaimana saat Anda masih muda. Anda pun dengan mudah bisa terkena penyakit darah tinggi.

2. Hal yang sama juga terjadi dengan fungsi ginjal. Akibat sistem renin, angiotensin, aldosteron yang tidak baik, fungsi ginjal mengalami penurunan saat Anda menginjak usia lanjut. Ginjal tidak bisa mengatur tekanan darah dengan baik sebagaimana sewaktu Anda masih muda.

3. Pembuluh darah mengeras, baik pada pembuluh darah arterial maupun nadi. Ditambah otot jantung atau miokard juga tidak lagi elastis. Ini membuat Anda rentan terhadap penyakit darah tinggi.

Apalagi, jika sebelumnya Anda sudah memiliki kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat. Ini bisa menjadi sebab utama Anda terkena penyakit darah tinggi di usia senja.

Bagi Anda yang sudah punya darah tinggi juga harus lebih berhati-hati saat memasuki lansia. Dulu, sebelum usia 60 tahun, saya mengonsumsi lontong opor ayam dengan kuah santan tak apa-apa. Saya menderita darah tinggi (hipertensi) sejak usia 41 tahun.

Tetapi, setelah usia lebih dari 61 tahun, tensi darah saya naik tinggi ketika mengonsumsi lontong opor ayam dengan kuah santan. Saat saya mencoba kembali makan lontong opor tanpa mengambil kuahnya, saya tetap sehat.

Oleh karena itu, ketika memasuki usia lansia, hal-hal yang bisa menyebabkan darah tinggi harus ditinggalkan. Misalnya merokok, mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam, banyak gula, minum alkohol, dsb.

Diet Cara Ampuh untuk Mempertahankan Tekanan Darah Normal pada Lansia

Dari pengalaman saya sebagai penderita darah tinggi selama 26 tahun, diet hipertensi adalah cara terbaik untuk menghindari tensi darah naik tinggi. Dengan diet, saya kini merasa lebih sehat dibandingkan ketika masih usia 50-an tahun. Saya sekarang benar-benar mampu mengendalikan tensi darah sehingga jarang naik tinggi.

Diet tidak harus dilakukan secara drastis, tetapi bertahap. Misalnya, Anda ingin menghindari aneka gorengan. Sebab, aneka gorengan adalah makanan penyebab darah tinggi. Anda tidak perlu langsung hari itu meninggalkan semua makanan gorengan.

Jika biasanya tiap hari mengonsumsi 4 potong tempe goreng, ya kurangi 3 potong tempe. Kini Anda hanya mengonsumsi 2 potong tempe. Setelah beberapa waktu, kurangi lagi sampai akhirnya Anda tidak lagi mengonsumsi tempe goreng. Lauk tempe goreng diganti dengan lauk lain yang bukan aneka gorengan.

Demikian juga dengan konsumsi roti. Coba Anda kurangi bertahap, terutama roti lezat yang mengandung banyak gula (manis). Roti lezat biasanya juga mengandung banyak kuning telur dan garam. Huhh.. semua adalah sumber terjadinya darah tinggi.

Ya, intinya Anda jangan takut dan jangan berat hati untuk melakukan diet. Banyak orang mengalami hal yang fatal karena tidak bersedia melakukan diet. Bagi saya, diet adalah kunci untuk hidup sehat. Atau kunci untuk menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk darah tinggi.

Dengan melakukan diet, Anda akan mampu membuat tekanan darah selalu normal. Biarpun Anda sudah memasuki lanjut usia (lansia). Diet adalah salah satu cara ampuh untuk mempertahankan tekanan darah normal pada lansia.

Anda pun akhirnya bisa menikmati enaknya melakukan diet. Nyamannya melakukan diet. Diet hanya membatasi makanan tertentu penyebab darah tinggi. Bukan melarang sama sekali. Jadi, jangan salah paham dengan diet.

Jika setelah mengonsumsi makanan tertentu tensi darah Anda naik, ya hindari dulu makanan itu sampai tensi Anda kembali normal.

Sebagai pendukung untuk selalu hidup sehat di masa tua (lansia) dengan tekanan darah selalu normal, Anda juga perlu melakukan hal-hal berikut ini, yaitu:

1. Olahraga secara teratur. Ini sangat penting karena olahraga akan membuat Anda bisa mengontrol tekanan darah, menguatkan otot jantung dan mencegah setres.

2. Lakukan pola makan sehat. Caranya adalah Anda harus menghindari konsumsi makanan penyebab darah tinggi. Sebaliknya, konsumsilah makanan sehat yang bisa menurunkan darah tinggi. Sayur, ikan, buah, daging unggas, kacang, susu renah lemak adalah berbagai makanan dan minuman yang bisa membuat tensi darah Anda selalu normal dan Anda selalu sehat.

 3. Cek tensi darah secara berkala. Jika punya dana, miliki alat pengukuran tekanan darah sehingga Anda bisa mengukur sendiri tekanan darah Anda kapan pun Anda mau. Tidak perlu pergi ke puskesmas, klinik atau rumah sakit. Anda bisa mengukur tensi darah Anda di rumah dengan suasana santai.

4. Hindari makanan cepat saji. Banyak orang sangat menyukai makanan cepat saji karena kelezatannya. Apalagi, makanan itu umumnya menjadi makanan masyarakat modern. Ada rasa bangga mengonsumsi makanan cepat saji.

Padahal, mengonsumsi banyak makanan cepat saji bisa berisiko kena kanker dan penyakit berat lainnya, termasuk darah tinggi. Makanan cepat saji antara lain kentang goreng, hot dog (roti berlapis daging sapi disertai mayones, saus sambal dan saus tomat), roti donat yang sangat manis, bacon (mengandung sodium sangat tinggi), keripik kentang, es krim, stik keju, burger, nugget ikan, dan pizza.

Baca Juga:

Makanan cepat saji sangat disenangi banyak konsumen, termasuk anak-anak dan lansia. Jika Anda makan sedikit dan tidak tiap hari, ya tak apa-apa. Tetapi, jangan terus menerus dan dalam jumlah banyak. Risikonya terlalu berat, Anda bisa kena penyakit hipertensi atau darah tinggi dan penyakit berat lainnya.

Itulah beberapa informasi mengenai cara mempertahankan tekanan darah normal pada lansia. Semoga artikel ini bermanfaat dan Anda tetap sehat di hari tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *