Tekanan Darah Tinggi: Ciri-ciri dan Tips Menurunkannya

Posted on

TEKANAN darah tinggi merupakan penyakit yang umum dialami banyak orang, khususnya di perkotaan. Anda harus mewaspadai penyakit itu. Jika ternyata Anda menderita penyakit darah tinggi, Anda harus segera menyembuhkan atau menurunkannya. Jika tidak, risikonya Anda bisa terkena sakit stroke atau sakit jantung.

Ya, memang benar. Risikonya sangat berat. Saya punya beberapa teman dan kenalan yang menderita sakit stroke. Sangat menyedihkan. Sejak terkena stroke, mereka tidak bisa melakukan aktivitas sebagaimana saat sehat.

Ke mana-mana, mereka harus menggunakan kursi roda. Atau bisa jalan, tetapi harus didampingi anggota keluarganya. Apalagi, pergi agak jauh. Siang atau malam, harus ada anggota keluarga yang menyertainya.

Tujuannya, jika mereka minta bantuan, anggota keluarga siap untuk membantu. Itu terjadi sampai bertahun-tahun. Bukan hanya satu tahun atau dua tahun.

Proses penyembuhan stroke memakan waktu sangat lama. Banyak juga yang sampai akhir hayatnya tetap harus menggunakan kursi roda karena sebagian anggota tubuhnya lumpuh.

Data di Kementerian Kesehatan menyatakan 100% penderita stroke mengalami kecatatan. Ya, cacat akibat lumpuh.

Tetangga saya, Bapak Joko Waluyo, mengatakan ia berharap tidak ada keluarga atau keturunannya yang sakit stroke seperti dia. Sebab, penderitaan bagi orang sakit stroke itu sangat berat.

Walaupun, menurut dokter, sakit stroke dia hanya 20%. Setelah setengah tahun melakukan beberapa metode pengobatan, ia bisa berjalan sendiri. Walaupun perlahan-lahan. Misalnya, berjalan dari rumah ke masjid atau ke kantor.

Namun, ia tetap harus didampingi anggota keluarga. Jika di tengah jalan ia perlu bantuan, misalnya ia lelah berjalan, seorang anaknya siap untuk membongcengkan dia dengan sepeda motor.

Sepanjang perjalanan, anaknya memang berada di belakangnya dengan naik sepeda motor.

Ciri-Ciri Tekanan Darah Tinggi

ciri-ciri tekanan darah tinggiaduuhh… sakitnya kepala ini (sumber:kompas.com)

Itulah tetangga saya, Bapak Joko yang menderita stroke 20%. Bagaimana dengan mereka yang menderita stroke 50% atau bahkan 75%? Tidak bisa membayangkan penderitaan yang dialami dan repotnya keluarga.

Oleh karena itu, Anda harus mencegah terjadinya sakit stroke. Anda harus berusaha sekuat tenaga untuk menghindarkan diri dari sakit stroke. Bapak Joko sendiri wanti-wanti (berpesan) dan berharap jangan sampai ada anggota keluarga dan keturunannya yang menderita sakit stroke.

Bagaimana cara mencegah terjadinya sakit stroke?

Umumnya, penyakit stroke diakibatkan oleh sakit darah tinggi atau kolesterol yang tidak diobati secara sungguh-sungguh. Mereka menganggap stroke dan kolesterol seperti sakit biasa.

Apalagi, jika darah tinggi dan stroke tidak memberikan gejala atau tanda-tanda. Penderita selalu merasa sehat. Tanda-tanda atau ciri-ciri tekanan darah tinggi muncul ketika sakit mereka sudah parah.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya berinisiatif sendiri untuk mencek tekanan darah tinggi Anda. Sekarang Anda harus tahu berapa tensi darah Anda? Jika belum tahu, coba cek dengan alat khusus untuk itu di puskesmas, klinik, dsb.

Ada juga rumah sakit yang menyediakan layanan gratis untuk cek berapa tensi darah tinggi Anda. Atau, Anda bisa membeli alat ukur tekanan darah sehingga mengecek sendiri setiap saat.

Alat pengukur darah sangat diperlukan, khususnya bagi Anda yang sudah dinyatakan mengidap penyakit darah tinggi. Sebab, tekanan darah Anda bisa naik kapan saja, terutama jika Anda mengonsumsi makanan penyebab darah tinggi.

Jika penyakit darah tinggi Anda disertai dengan gejala atau ciri-ciri, Anda beruntung. Anda bisa segera tahu bahwa tensi darah Anda naik karena ada ciri-ciri yang Anda kenali seperti leher belakang (tengkuk) atau kepala sakit.

Ciri-ciri tekanan darah tinggi adalah:

1. Pusing atau sakit kepala

2. Pandangan kabur

3. Mudah mengantuk

4. Sulit bernapas

Tetapi, sebagian besar penderita sakit darah tinggi tidak merasakan ciri-ciri seperti itu. Bahkan, mereka selalu merasa sehat karena tidak ada gangguan kesehatan. Oleh karena itu, cek tensi darah dengan alat khusus adalah sangat penting.

Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

obat darah tinggi salah satu obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi (sumber:acemaxs.com)

Ada beberapa tips menurunkan tekanan darah tinggi yang bisa Anda lakukan, jika ternyata tekanan darah Anda tinggi. Dalam perjalanan, Anda akan menemui beberapa kali tekanan darah naik dan Anda harus segera menurunkannya.

Tensi darah Anda disebut tinggi jika tekanannya mencapai lebih dari 140/90 mmHg. Apalagi, jika tekanan darah Anda adalah lebih dari 160/100. Ini adalah hipertensi tahap 2. Jika tekanan darah adalah kurang 120/80 mmHg, itu berarti tekanan darah normal.

Jika ternyata tensi darah Anda adalah di atas 120/80 tetapi masih di bawah 140/90 mmHg, itu masih dalam toleransi (prehipertensi). Namun, Anda tetap harus berusaha menurunkan secepatnya ke posisi normal supaya kesehatan Anda benar-benar aman.

Jika tensi darah Anda lebih dari 140/90 mmHg berarti Anda menderita penyakit darah tinggi. Anda harus segera menurunkannya hingga kembali ke tensi darah normal. Sebab, darah tinggi yang tidak diturunkan bisa berisiko sakit stroke, sakit jantung atau sakit ginjal.

Berikut ini tips menurunkan tekanan darah tinggi:

1. Minum obat darah tinggi atau anti hipertensi. Bisa obat berdasarkan resep dokter atau obat herbal penurun darah tinggi. Atau, Anda membuat obat sendiri dengan bahan baku tanaman obat.

2. Menghindari makanan penyebab darah tinggi. Ini sangat penting. Obat yang Anda minum akan percuma jika Anda tetap mengonsumsi makanan pemicu darah tinggi.

Makanan penyebab darah tinggi antara lain makanan tinggi garam, makanan minuman dengan banyak gula, kuning telur, jeroan hewan, kulit ayam, dsb.

Saya punya teman sekerja yang juga menderita darah tinggi. Dia rajin periksa dokter dan minum obat anti hipertensi. Tetapi, masih senang mengonsumsi makanan penyebab darah tinggi.

Ya, kian lama sakitnya makin berat dan akhirnya ia tidak bisa diselamatkan.

3. Lakukan olahraga rutin. Tidak perlu olahraga berat. Bisa dengan jalan kaki, senam, jogging, bersepeda, dsb. Pengalaman saya yang telah menderita penyakit darah tinggi 26 tahun, pengaruh olahraga ini sangat besar. Tekanan darah bisa menjadi normal atau stabil. Saya suka senam atau jalan kaki.

4. Perbanyak mengonsumsi buah penurun darah tinggi. Banyak buah yang berkhasiat meningkatkan kesehatan Anda. Segar, manis, tetapi harganya murah. Ya, misalnya semangka, melon, pepaya, dsb.

5. Perbanyak minum air putih. Setidaknya, 2,5 liter per hari. Air putih adalah air sehat.

6. Hindari stres dengan melakukan berbagai aktivitas sehat dan menyenangkan. Misalnya, melakukan hobi, melakukan aktivitas sosial, dsb. Ya, hobi apa saja.

7. Jauhi rokok dan minum alkohol.

8. Tingkatkan pengetahuan / informasi Anda tentang penyakit darah tinggi dan stroke melalui cara apa saja. Misalnya, membaca berbagai artikel di internet, membaca buku kesehatan, dsb.

9. Istirahat cukup. Tidur termasuk istirahat.

10. Cek tekanan darah Anda secara periodik. Dua bulan sekali, atau saat Anda merasakan adanya ciri-ciri sakit darah tinggi seperti disebutkan di atas. Dengan ini, Anda bisa segera menurunkannya.

Demikian artikel mengenai Tekanan Darah Tinggi: Ciri-ciri dan Cara Menurunkannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda untuk menormalkan tekanan darah tinggi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *